Coret-coretanku...... by R T Gultom ( gultom125@gmail )

Pangolihon anak/pamulihon boru

Mangalua

..detail.. Mangalua atau kawin lari adalah perkawinan yang dilakukan seorang pemuda dan seorang pemudi yang menyimpang dari aturan atau proses adat yang ditentukan oleh hukun adat perkawinan. Perkawinan semacam ini dilukiskan dengan kalimat “mendahulukan kekuatan dengan membelakangkan hukum adat” (Pajolo gogo papudi uhum). Sipemuda yang membawa kawin lari sigadis disebut mangalua, sedangkan si gadis yang dibawa kawin lari disebut mangaroba. Sebelum si gadis mangaroba ia memberikan informasi kepada orangtuanya dengan menaruh uang dan surat di bawah tikar bulu(rere) atau di tempat yang setiap pagi harus dibersihkan. Uang tersebut disebut yang tading di rere. Dengan petunjuk uang dan surat tadi maka orang tua si gadis menugaskan dia orang boru/bere melacak yang sering disebut sipajal bongas atau pengihut-ihut. Apabila sigadis meminta dan mendesak si pemuda, karena kurangnya sinamot atau karena sebab2 lain supaya kawin lari atau diatur oleh teman2nya ke rumah sipemuda karena sudah berbadan dua, maka disebut mahuampe.
1. Parajahon ...detail.. ==> salah satu kegiatan awal acara adat untuk mengesahkan seorang gadis yang dibawa lari oleh seorang pemuda menjadi istrinya yang diselenggarakan oleh pihak keluarga paranak yang dihadiri dongan tubu, dongan sahuta serta borunya.
2. Manuruk-nuruk...detail.. ==> Setelah beberapa waktu berselang keluarga laki2 yang baru kawin lari, bersama beberapa keluarga pergi kerumah orang tua perempuan dengan membawa makanan adat. Pada kesempatan inilah pihak paranak memohon maaf kepada pihak parboru
3. Mangalap ari /pataru situtungo ...detail.. ==> Acara pihak paranak dengan membawa makanan adat, pergi ke huta parboru untuk memberitahukan niat dan recananya membayar adat, sekaligus membicarakan dan menyampaikan batu ni sulang kepada keluarga perempuan dan merundingkan/menetapkan waktu pelaksanaan pesta adat.
4. Martonggoraja / ria raja ==> acara adat guna mempersiapkan pelaksanaan pesta perkawinan adat na gok.
5. Mangadati / pasahat sulang-sulang ni pahompu ...detail.. ==> pasahatoon sulang2 pahompu adalah acara persta perkawinan untuk membayar adar kepada hula2 setelah beberapa waktu berselang terlaksananya kawin lari, dilaksanakan di halaman paranak, jambar uang disebut batu ni sulang. Sering juga disebut pasahaton sula ni pahoppu, apabila yang diadati itu sudah mempunyai anak.

Perkawinan adat na gok

...detail.. ==> pesta pernikahan pengesahan satu keluarga (suami-istri) menurut adat batak yang melibatkan unsur dalihan natolu dari kedua belah pihak ditambah dongan sahuta dan ale2 serta ditandai juga dengan penyelesaian hak dan kewajiban pihak paranak kepada pihak parboru dan sebaliknya.
1. Patua hata ...detail.. ==> langkah awal paradaton yang bertujuan meningkatkan hubungan muda-mudi menjadi hubungan resmi..
2. Patio mata ni mual ...detail.. ==> acara dari seseorang anak pertama laki2 yang bermaksud menikah dengan orang lain yang bukan putri dari tulangnya
3. Marhata sinamot ...detail.. ==> rangkaian ulaon adat yang sangat penting yang dihadiri unsur dalihan natolu (DNT) pihak parboru dan pihak paranak untuk membicarakan mahar (sinamot/tuhor/boli) dari putri yang akan menikah, yang harus di bayar pihak paranak kepada pihak parboru, menetukan jumlah ulos, parjuhut (hewan yang akan dipotong) waktu dan tempat serta jumlah undangan.
4. Martonggoraja / ria raja...detail.. ==> acara mempersiapkan (paradeon) pesta ujuk, al : Menunjuk raja parhata, protokol. Penanggung jawab makanan, penerima tamu dll termasuk pembagian undangan
5. Marsibuhai-buhai...detail.. ==> acara makan bersama oleh suhut paranak dan suhut parboru mengawali pesta unjuk
6. Marunjuk / pesta
Ulaon alap jual ==> diadakan dirumah suhut parboru Ulaon taruhon jual ==> diadakan dirumah suhut paranak
...detail.....
Parboru menyediakan
1. Ampang berisi nasi dan ikan mas
2. 5 - 7 tandok berisi beras, satu diantaranya tandok besat (15 ltr)
3. Ulos herbang
4. Ulos tinonun sadari
5. Uang (Pinggan panganan dan bahon2) kepada horong 2hula2
6. Uang untuk tintin marangkup
7. Olop2
Dongan tubu ni suhut parboru : Ulos, ikan mas, dan boras
Boru/bere/dongan sahuta/ale2 : Ulos, tapi ada juga memberikan uang
Paranak menyediakan (suhut sihabolonan)
1. Tempat
2. Makanan adat lengkap dengan na margoar
3. Nasi, daging ayam, sayur, ikan mas dll
4. Lampet, kopi, teh dan gula
5. Pinggan panungkunan
6. Uang untuk tintin marangkup
7. Pinggan panganan dan bahon2 kepada horong hula2
8. Upa todoan dan surung2
9. Olop2
Dongan tubu, boru/bere. Dongan sahuta.
Ale2 : Tumpak berupa uang
Hula2 : ulos, ikan mas dan boras pir

...detail..
Prosesi pesta Unjuk
6.1. Prosesi penganten masuk
6.2. Prosesi menjalo hula-hula
6.3. Hata sidohonon tingki pasahat tudu-tudu sipanganon
6.4. Hata sidohonon tingki pasahat manjalo dengke
6.5. Hata didohonon tingki manjalo tumpak
6.6. Pasahat pinggan panggabei / pardembanan
6.7. Hata maralus disintuhu ni sipanganon / ulaon
6.8. Hata didohonon tingki pasahat panandion
6.9. Hata sidohonon si jalo tintin marangkup
6.10. Hata sidohonon ni sijalo tintin marangkup
6.11. Hata sidhohonon tingki pasahat ulos passamot
6.12. Hata sidohonon tingki pasahat ulos hela / mandar hela.
6.13. Hata sidohonon tingki pasahat ulos pamarai
6.14. Hata sidohonon tingki pasahat ulos simanggokkon
6.15. Hata sidohonon tingki pasahat ulos tu sihuti happang
6.16. Hata sidohonon tingki pasahat ulos tu punguanni ni paranak
6.17. Hata sidohonon tingki pasahat ulos holong tu pengantin
6.18. Hata sidohonon ni tulang tu panganten tingki pasahat ulos holong
6.19. Hata sidohonon ni tulang tu pangoli ( sijalo tintin marangkup) tingki pasahat ulos holong
6.20. Hata sigabe-gabe sian parboru
6.21. Hata pangampuon sian paranak
6.22. Hata olop-olop.

7. Paulek une ...detail..
==> acara adat yang dilaksanakan setelah beberapa dari pesta unjuk usai, berkunjung ke rumah(kampung) orangtua pengantin perempuan dengan membawa makanan adat, disebut juga mebat atau melepas rindu (marubat lungun)

7.1. Hata sidohonon ditingki pasahat tudu2 ni sipanganon.
7.2. Hata sidohonon ditingki pasahat dengke
7.3. Partording ni tudu2 ni sipanganon.
7.4. Hata sidohonon di siuntuhu ni sipanganon dohot ulaon
7.5. Hata sigabe2 sian boru dohot bere
7.6. Hata sigabe 2 sian dongan sahuta.
7.7. Hata sigabe sian hula2 ni parboru.
7.8. Hata sigabe2 siang haha anggi ni parboru
7.9. Hata sigabe2 sian sihut parboru
7.10. Hata pangampuom sian boru ni paranak
7.11. Hata pamga,puon sian hah anggi ni paranak
7.12. Pangampu boru muli.
7.13. Mangampu anak mangoli
7.14. Mangampu suhut paranak
8. Maningkir tangga ...detail.. ==> acara adat yang dilaksanakan beberapa waktu setelah pesta unjuk, dimana orang tua pengantin perempuan berkunjung ke rumah boru dan helanya membawa makanan adat yakni dengke sitio2

Parhata ni paranak
Di hamu rajai! Mauliate ma di Tuhanta, hipas2 do hamu na ro, hipas2 do na nang hami di dapot hamu, rajanami.
Alai, rajanami, tangkas do huida hamu haromuna na mardongan tubu, borumuna, I ma pariban na,I, rap dohot serep ni roham tarsongon dia ma na hinarohonmuna. Raja ni hula2

Parhata ni parboru
Mauliate ma Amang boru disungkunmuna i! Alai hami pe mandok mauliate do tu Tuhanta, ala hipas do hamu hudapot hami, hami pe marhahipason do na ro mandapaothon hamu. Paima hualiso hamu sungkunmuna I, amangboru, jolo sipanganon ma hita, i pe asa tauduti pangkhataionta. Songon i ma pangidoannami, amangboru.

9. Mangadati / pasahat sulang-sulang ni pahompu ...detail..
==> Acara pesta perkawinan membayar adat kepada hula-hula setelah beberapa waktu berselang teraksananya kawin lari (Mangalua), jika yang diadati sudah mempunyai anak.

PERKAWINAN CAMPURAN

...detail.. ==> sesuatu perkawinan di mana salah seorang pengantin. Baik laki2 maupun wanita bukan berasal dari suku batak.
Agar perkawinan mereka dapat dilaksanakan sesuai dengan berdasarkan adat batak, maka diperlukan serangkaian acara sbb:
1. Pamemehon parumaen
2. Mangamai hela ni hula2

SULANG-SULANG

==> Acara dilakuan oleh anak-anak dan cucu-cucu kepada orang tua atau kakek neneknya yang sudah tua atau tanda-tanda kurang sehat.
1. Sulang2 hapunjungan
==> acara yang dilakukan anak dan cucu tanpa melibatkan hula-hula (tulang yang disulang) dan sudah menunjukkan tanda-tanda kurang sehat.
2. Sulang2 hariapan
==> dilakukan oleh pinompar(keturunan) yang sudah lanjut usia (nagabe) secara besar-besaran. Acara banyak didambakan tapi karena banyaknya syarat harus diikuti sehingg jarang dilakukan. 3 Pesta ulang tahun.
==> Peta ulang tahun tahun orang tua dijadikan oengganti sulang-sulang hapunjungon atau sulang-sulang hariapon, karena lebih sederhana.

TENTANG MEMASUKI RUMAH (mamasuki jabu)

==> Memiliki rumah sendiri merupakan harapan dan upaya setiap orang terutama bagi orang batak.
Acara, guna minta doa restu sekaligus pemberitahuan alamat resmi.
Jenis acara memasuki rumah :
- manuruk jabu
- memasuki jabu
- mangompol jabu
==> memasuki rumah yang tertinggi (ulaon na balga) atau pesta raya (horja). dilaksanakan di halaman rumah dengan undangan yang lebih luas dari memasuki jabu.
- mangolophon jabu
==> Terbatas di daerah Toba pada dasarnya sama dengan mangompol jabu.
- partangiangan.
==>acara yang dilakukan baik memasuki jabu atau mengompol jabu.

Meninggal dunia

1. Mate dibortian ==> Meninggal dalam kandungan/jabang bayi
2. Mate poso-poso ==> meninggal usia masa menyusui sampai 1.5 tahun
3. Mate dakdanak ==> meninggal usia 1.5 - 12 tahun
4. Mate bulung ==> meninggal usia 12 - 17 tahun
5. Mate ponggol / matipul ==> meninggal usia >17tahun belum menikah
6. Mate pupur / diparalangalangan. ==> suami atau istri belum mempunyai keturunan
7. Mate punu / pono ==> suami atau istri keturunan hanya perempuan
8. Mate mangkar ==> suami atau istri tapi keturunannya belum menikah
9. Hatungganeon ==> suami atau istri tapi belum punya cucu
10. Mate matua dengan adat penuh
10.1. Mate sari matua ==> masih ada anaknya belum menikah, tapi sudah punya cucu
10.2. Mate saurmatua ==> semua anaknya sudak menikah dan mempunyai cucu
10.3 . Mate Saurmatua mauli bulung ==> anaknya sudah mempunyai cucu (marnini, marnono) dan tidak ada anaknya yang meninggal duluan (tilaha magodang)

Acara

1. Pasada tahi ==> musyawarah oleh hasuhuton dengan dongan tubu, boru/bere, dongan sahuta untuk disampaikan di forum tonggo raja.
2. Martonggo raja ==> Hasuhuton membelakangi rumah duka berhadapan dengan raja tinonggo (dongan tubu)
3. memasukkan jenazah kedalam peti mati (masuk tu ruma-rumana)
4. Penyampaian ulos saput
5. Penyamapaian ulos tujung (ulos sampetua)
6. Jenazah diturunkan ke halaman
a. Ppembukaan (hata huasi) dari paidua ni shutu
b. pembacaan riwayat hidup oleh saudara terdekat
c. kata-kata penghiburan dari pihak hasuhuton (biru, bere, dongan tubu, sahuta, sahabat, pemerinth setempat) d. kata-kata penghivuran dari hula (pahompu, anak manjae, marhaha-maranggi,, boni ari, bona tulang, tulang rorobot, yang memberi ulos sampe tua dan ulos saput)
7. Acara agama
8. Acara dipemakaman
9. Acara ungkap hombung
==> setelah kembali dari pemakaman masuk ke rumah dan duduk ditempat yang sediakan, setelah makan hasuhuton membuka hombung (brankas) mendiang dan ditujukan kepada tulang/hula-hula secara simbolis.(diganti dengan uang disebut piso na ganjang)
kemdian petuah dari hula-hulan dan hasuhuton mangampu.
10. Pembagian jambar juhut
11. Mangan sipitu dai dan manuan ompu-ompu
==> Besok hari setelah penguburan, keluarga menanam bunga di makam, kemudian pulang makan sipitu dai dari kepala sapi atau kerbau yang menjadi jambar suhut, kemudian perhitungan biaya dan mangkatai sigabe-gabe ditutup dengan doa.

Acara sebelum dan sesudah anak lahir

Ulos Tondi (Ulos mula gabe)

==> Disampaikan oleh hula-hula kepada anaknya yang sedang mengandung 6-7 bulan.

mangharoani (Selamatan)

==> Menyambut kelahiran anaknya "Manggalang hesek-hesek" makan bersama wujud rasa gembira karena persalinan istrinya berjalan lancar.

Mandungoi (melek-melekan)

==> Dilakukan oleh bapak-bapak dan anak-anak muda biasanya bermain kartu atau catur sepanjang malam menjaga ibu yang baru melahirkan (diadakan selama 7 malam)

Mamosuri

==> memberikan makanan yang bergizi (Ayam hidup, dagin mentah, buah-buahan dll) kepada ibu baru melahirkan.

Pataru aekni Unte

==> Acara dilakukan oleh hula-hula kepada ibu yang melahirkan anak pertama. Bersama itu juga memberikan ulos parompa pada cucunya.

Paebathon (paabinghon) pahompu

==> Acara dimana orang tua serta ompung suhut mengunjungi oppung bao (pihak perempuan) dengan tulangnya membawa makanan adat (lomok-lomok lengkap dengan namargoar)

Tardidi (baptis)

1. Baptis ==> kegiatan gerejawi yang disyaratkan sebagai anggota gereja.
2. Sidi ==> Penetapan seorang telah dewasa sebagai fase kelanjutan baptis yang dikaitkan dengan adat.
3. Lulus pendidikan, naik pangkat/jabatan ==> seseorang yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan atau memperoleh jabatan yang bergengsi (naik pangkat).

Udean / kuburan

1. Kuburan ganjang ==> disebut juga pekuburan umum
2. Tambak ==> kuburan khusus yang telah mendapat izin dari raja hula-hula. 3. Batu napir ==> bangunan khusus yang seudah meninggal lama.
4. Tugu ==> symbol persatuan dan kestuan suatu marga atau satu keluarga berdasarkan keturunan

Parjambaran

==> berasal dari kara jambar yang berarti bagian atau pembagian yang diberikan atau diserahkan kepada seseorang yang turut serta dalam suatu acara adat
- Ihur2 kepada suhut parboru
- Osang kepada hula2 ni parboru
- Somba2 kepada hula2 ni paranak
- Parsanggulan sebelah kanan kepada boru ni parboru
- Parsanggulan sebelah kiri kepada boru ni paranak
- Soit kepada dongan tubu/sabutuha dan dongan sahuta kedua belah pihak.

1. Jambar hata ==> kesempatan yang diberikan dalam acara adat menyampaikan pendapat, berupa sambutan, dukungan. bantahan, nasehat atau restu.
2. Jambar sinamot (Hepeng) ==> dalam acara perkawinan terdiri upa suhut (orang tua pengantin perempuan), upa pamarai (adik/abang bapak pengantin perempuan), upa simandokkon (saudara laki-laki perempuan), upa pariban (kakak atau namboru pengantin perempuan), upa tulang (saudara laki-laki ibu pengantin perempuan, tintin marangkup (saudara laki-laki ibu pengantin laki-laki), pinggan panganan (seluruh undangan dari pihak pengantin perempuan baik dongan tubu, boru/bere dan rombongan hula-hulanya).
jambar juhut (daging hewa) ==> bagian-bagian dari hewan (babi, sapi, kerbau) yang disembelih.
Perkawinan taruhon jual --> menurut adat/aturan pihak laki-laki selaku penyelenggara acara dan sebaliknya.

Ragam ulos batak

1. Ulos jugla atau pinunsaan atau disebut juga ulos nasora pipot/buruk
2. Ulos ragi idup
3. Ulos ragi hotang
4. Ulos sedum
5. Ulos runjat
6. Ulos sibolang
7. Ulos suri2 ganjang
8. Ulos mengiring
9. Ulos bintang maratur
10. Ulos jungkit
11. Ulos sitolutuho
12. Jenis ulos langka yang sudah langka al:
Ulos ragi hatirongga, ulos ragi peni, ulos ragi lantar, ulos ragi sapot, ulos ragi sihirput nihirik, ulos bolean, ulos padang rusa, ulos simata, ulos hampu (happu), ulos tungku (tukku), ulos lobu2 dll.
Tata cara pemberian ulos pada seseorang harus sesuai dengan aturan yang sudah baku yaitu sesuai dengan kedudukan dan tingkatan pemberi dan penerima ulos menurut dalihan natolu.

Mangupa

==> suatu adat yang dilaksanakan dengan latar belakang yang beraneka ragam, misalnya lepas dari marabaya, sembuh dari penyakit, kenaikan pangkat, tamat dari pendidikan. Pelaksanaannya oleh orang yang berstatus lebih tinggi terhadap orang yang diupa

Gondang dan musik

1. Gondang
Gondang adalah seperangkat alat music tradisional batak yang merupakan media sacral, yang terdiri dari
- Ogung olaon
- Ogung ihuta/pangalusi
- Ogung pandoali
- Ogung panggora
- Tataganing (5buah)
- Odap (2 buah)
- Gordang
- Sarune ( 1 atau 2 buah)
Pergelaran gondang diadakan pada acara tertentu al:
- Acara kematian (saur matua)
- Acara perkawinan
- Acara mengangkat kembali tulang-belulang nenek moyang
- Pesta marga atau pesta tahun baru
- Dan lain acara adat yang dianggap sakral

2. Musik