How To Create Image Slideshow For Website Using HTML And jQuery

Coret-coretanku (Gultom) | Coret-coretanku


 

>





>





/**/

Welcome to my blog coret-coretan

 

Tidak terasa 30 tahun

= 10 Aug 2017 =

30tahun (3)

Terima kasih Tuhan, telah memberikan saya kesempatan untuk mengabdi di tempat saya bekerja 30 tahun. Ini karena, berkat Tuhan yang tidak berkesudahan, walupun banyak harar melintang, tapi bisa saya lewati. Tidak pernah terpikirkan, bisa mengabdi di satu perusahaan selama ini, dan tidak lama lagi saya juga akan pensiun karena usia.

Banyak hal yang saya lewati, semenjak menjadi karyawan di Murinda Metal Works (MMW) sebagai administrasi, kemudian setelah di pinang oleh Hitachi menjadi Hitachi Construction Machinery Indonesia atau HCMI sejak tahun 1991. Kemudian saya beralih menjadi PPC, dimana pekerjaan untuk lebih luas pekerjaannya, walaupun prosesnya sama seperti sebelumnya, tapi sekarang bertarap interntional karena PMA. Suatu kebanggan bisa berkarya ditempat ini, kemudian tahun 1996 menjadi marketing khusus di Engineering project (bukan maksudnya untuk EPC tapi karena spot order dan banyak variance, maka disebut engineering project. Project ini adalah kelanjutan pekerjaan yang dilakukan oleh Murinda saat itu. Sejak menjadi menjadi Hitachi menjadi 3 kategory pekerjaan/project yaitu Excavator atau backhoe, Component (component dari excavator yang diexport) dan kemudian Engineering project.

Saya bersyukur, diberi kesempatan untuk menjadi marketing sampai tahun 2013 sejak tahun 1996, walau sebenarnya saya tidak percaya diri menjadi marketing, karena backgroundnya adalah tehnik, yang banyak bekerja katanya, sementara jadi marketing harus banyak bicara untuk menconvince calon customer agar bisa berminat memberikan order/pekerjaan. Sekarang saya kembali menjadi PPIC (production Plan dan Inventory Control), mungkin ini akan menjadi job saya sampai pensiun.

mejeng

Terima kasih kepada bapak Zilni Alamsyah yang telah memberi bekal sehingga saya bisa belajar dalam pekerjaan, terutama dalam pengontrolan project, saya juga berterim akasih kepada bapak Sucipto(alm), beliau juga banyak memberikan pengarahan dalam pekerjaan. Setelah menjadi Hitachi saya banyak dibimbing oleh Bapak Donald Christian Sie khususnya management dan Hoshiko San sebagai atasan saya saat itu menjadi PPIC. Setelah menjadi Marketing bapak Johannes Jahya memberikan bekal bagaimana melobi customer dan calon customer dan Yamashima San sebagai Director Marketing banyak memberikan guidance dalam pekerjaan, dan terlebih kepada bapak Gunawan Setiadi yang dari awal, sabar dalam memberikan pembelajaran dan spritual.

Dan terakhir ini adalah bapak Gatot yang selalu sabar dalam memberikan pengarahan dan memanage pekerjaan, sehingga saya bisa melakukan dengan baik dan tentu kepada teman sekerja yang telah memerikan dukungan dalam pekerjaan sehingga bisa berjalan dengan baik.

maleo1 maleo

Tak ada yang bisa saya balas selain semua perbuatan baik kepada saya hanya menyampaikan terima kasih kepada semua yang tidak bisa disebutkan satu-persatu  yang telah membantu saya dalam melakukan pekerjaan, semoga hal yang terbaik diberikan oleh Oleh Tuhan kepada bapak/ibu, sdr/i semua.

watanabe Photo bersama saat Watanabe San kunjungan ke HCMI



skating

kids_skating

Saya juga sangat bersyukur punya keluarga yang selalu mendukung didalam kegiatan pekerjaan saya dan memberikan motivasi dan semangat pada saat kondisi tidak kondusip/galau.



Semoga anak-anak saya bisa mengikuti jejak yang terbaik dari saya, dan saya mohon maaf dalam hal perlakuan yang tidak baik  yang telah saya lakukan sehingga menggores hati yang menjadi sakit.





Saya berterima kasih, disela-sela kesibukan bisa bekerja di ladang Tuhan.

peneguhan mj2021 (7)

Harapan saya setelah beberapa kali terjadinya kondisi perekonomian Indonesia yang tidak baik sejak tahun 1998, dan sekarang telah membaik, semoga dihari yang akan datang Hitachi lebih baik dan khususnya karyawan lebih sejahtera dalam kehidupan dan diberi kesehatan sehingga bisa mendukung hitachi dalam berkonpetisi dengan pesaing dan lebih exis di mata international.

. Demikian sedikit coretan saya mengenang kembali masa-masa mulai bekerja.



Pembinaan Diakonia 2017

= 14 Oct 2017 =

kebun teh kebun teh Akhirnya terlaksana juga pembinaan dan rapat persiapan bulan diakonia Feb 2018 dan program tahun 2018. Tidak terasa sepertinya waktu begitu cepat, karena baru kemarin kita melakukan hal yang sama di lembang. Seperti biasa, anak-anak sangat antusias untuk serta dan berpartisipasi dalam kegiatan ini.


Esther yang sedang ikut leas piano di nafiri GKP Bekasi mempunyai tugas untuk mengiringi pujian saat kebaktian.
IMG_20171015_082128_HDR
Ibunya (Istri tercinta) memimpin senam pagi, dan sikembar membantu ibunya memimpin senam pagi.
Sabtu 14 Oct, pagi sekali pukul 6 sudah harus berangkat, karena menghindari buka-tutup setelah exit toll gate ciawi, karena titik kumpul di gereja, maka baru mulai bisa move on 6.30, alhasil, tepat ketemu saat tutup untuk naik, dan menunggu beberapa menit (30 menit). Sebagian ada yang melalui jalan alternatif, tapi kita sambil berkumpul dan bercanda ria berkumpul di SPBU setelah exit gate ciawi.
pembinaan2017 (5) Kami sangat berterima kasih kepada Keluarga Pak Siagian yang telah mau memberikan tempat untuk pembinaan di villa milik beliau di puncak.
Biarlah kiranya Tuhan menambahin berkat berlipat ganda dan bersukacita atas pelayanan mereka. Kamipun sangat sukacita, karena beliau sangat antusias dalam pelayanannya sehingga kami bisa tinggal dengan baik termasuk  persiapan tempat untuk istirahat dan logistik. (jempol buanget deh), sehingga pembinaan, rapat dan kebaktian bisa berjalan dengan baik.
Sampai ditempat pukul 12 siang, setelah makan siang maka kami mulai dengan rapat persiapan bulan diakonia pada Feb 2018.
Dengan Tema  "Melayani sesama dengan totalitas dan sukacita"
Tak disangka dengan keseriusan peserta untuk rapat sampai-sampai pukul 4 sore baru selesai dan kita break untuk mandi makan dan malamnya mulai pukul 7 mulai pembinaan dan rapat realisasi pelayanan tahun 2017 dan program tahun 2018.
IMG_20171014_192620
Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan rangkaian acara sampai pukul 11 malam kemudian yang mau istirahat langsung pergi keperaduanm karena besok pukul 6 harus ikut senam.
pembinaan2017 (10)
Saya, pak Pdt dan pak Siagian malantunkan beberapa lagu sampai pukul 1 dini hari baru istirahat.

Walau mata masih susah diajak bersahabat tetap harus dipaksakan untuk melek, karena belum persiapan musik senam. Dan pukul 6.30 baru mulai senam durasi selama 1 (satu) jam... heh heh.>br> Baru kemudian membersihkan diri mandi dan sarapan sebelum kebaktian.
pembinaan2017 (7) Selesai kebaktian pak Pdt harus segera kembali ke bekasi, karena harus pesiapan dan melayani firman di GKJ. Terima kasih pak pdt Sains Pieter yang telah memberikan pembinaan dan pelayanan dalam kebaktian. Biarlah pembinaan yang diterima oleh bid-2 dalam pembinaan ini, memotivasi dalam pelayanan kepada jemaat GKP khususnya lebih baik dan tulus dengan iklas...Sehinggga pelayanan kita berkenan di hadirat Tuhan.
Setelah beliau pulang kami kembali mengadakan acara yaitu games (berebut kursi) bukan kursi DPR loh:) Pada pukul 12 siang kami rombombognan kembali ke bekasi tentu hunting oleh-oleh dulu :) yaitu khas bogor strudel
strudel pembinaan2017 (14) Tuhan memberkati.

pembina2017 pembinaan2017 (6)


Trasnstudio Bandung

= 7 Oct 2017 =

Bagi sebagian orang pasti sudah mengetahui apa itu trans studio bandung.

Karena sudah lama wahana permainan ini ada, bedanya indoor atau area tertutup. Sementara kalau yang lain yang sama adalah area tertuka seperti dunia fantasi yang ada di Ancol. Kesempatan ini, dalam rangka ulang tahun dari kantor, maka diadakan refresing bagi karyawan dan keluarga, dengan jumlah 3500an orang maka terbayang dengan tempat seluas itu akan menjadi sempit, ditambah ada 2 PT lain sekitar 2000an orang, artinya lebih dari 5000 orang yang ditampung.

IMG_20171007_115704 IMG_20171007_153413 IMG_20171007_153421 IMG_20171007_153431 Kendalanya adalah bahwa mobilisasi ketempat tujuan harus dipertimbangkan matang-matang karena ini di tengah kota bandung. Jadi dengan pengorbanan untuk bangun pagi agar bis sampai pagi di tempat, tapi karena mengajak keluarga mau ngga mau bisa berang pukul 7an, sehingga sampai baru 11.30 di bandung. Sementara acara pidtoa dipanggung tidak bisa diikuti karena ketinggalan, karena mulainya 9.30 dan bubar 10.30, karena harus bergantian dengan perusahaan lain. Konsekwensinya lagi dalam arena permainan menjadi sedikit yang bisa dinikmati, karena lamanya waktu antri.
IMG_20171007_141024
IMG_20171007_155050
Minimal keluarga sedikit berbahagia, karena dengan adanya wacana tour ini, mempunyai kesempatan untuk datang ke tempat, ini walau tidak full power. Setelah sampai langsung ambil makan siang di boot makan siang tempat kantor kerja dan hanya 3 permainan yang bisa dinikmati. Bis yang disewa oleh kantor sejumlah 51 buah juga ada yang kesiangan bahkan jam 1an baru sampai.....ditempat.
Karena kita menggunakan mobil sendiri maka bebas untuk pulang, sementara yang ikut rombongan sudah dibatasi pukul 4 sore ngumpul. untuk pulang. pukul 6 sore kita kembali ke bekasi dan mampir dulu di tempat belanja oleh-oleh serta mengisi kampung tengah....
Terima kasih kepada Panitia, dan management telah memfasilitasi tour ini, sehingga walau tidak memuaskan semua orang, minimal ada kebahagiaan yang diambil. Demikian sedikit coret-coratan yang dilakukan 7 Oct 2017. MAP TSB IMG_20171007_163812_HDR IMG_20171007_133821 IMG-20171010-WA0043 IMG-20171010-WA0044 IMG-20171010-WA0045 IMG_20171007_165451.jpg


Skating Mall Taman Anggrek

= 21 Sep 2017 =

skating (1)
Ini yang kesekian kalinya anak-anak main skating. Sebelumnya saya ikut serta untuk merasakan seperti apa sih skating itu, ternyata dengan kondisi badan seperti sekarang ditambah usia, sudah tidak mendukung lagi, karena sekali jatuh akan berakibat fatal.


skating (2)
Ini juga yang terjadi pada twin yang tergelincir jadi memar dahinya sehingga harus sehingga diberikan pertolongan pertama oleh dokter yang siap siaga telah dipersiapkan. Saya tidak tahan melihatnya karena menurut dokter harus dijahit minimal 2 jahitan, tapi anaknya tidak mau dan beliau sangat kesakitan tapi tidak ditunjukkannya. sehingga kami orang tuanya nenangis dalam hati, demikian kuatnya ingin bermain skating dan menerima resiko yang dialami. skating (3)
Pada awalnya sih sudah bilang bahwa tidak akan mau lagi main skating, tapi setelah di check kembali oleh dokter dekat rumah dan diberi obat antibiotik, sehingga tidak terasa nyeri, kemudian dia bilang lagi masih ingin mau main skating, puji Tuhan sudah mulai membaik dan mulai hari senin sudah bisa sekolah dan ulangan.
  skating (6) skating (5) skating (3)
Saya pribadi salut kepada mereka ber-tiga bisa belajar hanya scara otodidak, dimana tidak ada memang khusus pengajar, sementara teman sebayanya banyak yang les private. Yah mungkin memang sudah berencana agar  bisa menjadi skater terbaik dan bisa ikut dalam even, sementra anak-anak hanya untuk having fun, karena kalau mau diseriusin lagi otomatis butuh biaya.
skating (4) skating (5) skating (7)
Karena padantnya acara, selesai jam skating langsung pulang, karena masih ada janji. Terima kasih Tuhan atas berkatMu dalam keluarga yang kubimbing ini, biarlah kiranya damai sejahteraMu menyertai keluarga ku selalu.
Sebelumnya Elin sudah tidak mau lagi skating, karena accident happen, sehingga jidat diatas alis luka, yang seharusnya dijahit. Tapi karena sudah niat dan tidak mau dikuasai oleh rasa takut, dia kembali bangkit, tidak mau dibilang adek dan kakaknya cement :). Alhasil di turun lagi dan sudah mulai isa menguasai medan. Semangat terus.... skating (4) skating (13) skating (10) skating (11) skating (12)


Pembinaan Majelis Jemaat

= 16 Sept 2017 =

photo bersama.jpg Ini adalah pembinaan yang ke-tiga untuk pembekalan bagi majelis terutama dalam pelayanan.
Dengan 2 sesi pembinaan sesi pertama dengan tema Kode Etik Pelayanan Gereja dan ke dua Kedudukan dan Fungsi Tata Gereja di Gereja Kristen Pasundan.
Nara sumber BapakPdt. Ferly David (Sekretaris Umum Sinode GKP di Bandung.
Sesi ke satu mulai pukul 11 pagi kemudian break pukul 12 sampai pukul 1 siang.
Mulai pukul 1 siang sesi ke dua dan berahir dengan tanya jawab pukul 3 sore.
Terima kasih kepada Team Pemerhati yang telah mengadakan pembinaan ini hari Sabtu 16 Sept 2017 dengan kehadiran 39 majelis dari 54 majelis.
Dan tak lupa terima kasih kepada pak Pdt Ferdy David yang telah memberikan waktu dan pembinaannya sehingga bekal buat kami majelis GKP Bekasi ini.

photo bersama.jpg Adapun Materi Kode Etik adalah berikut;

Pendahuluan:
Kode etik yaitu rumusan pedoman perilaku yang menunjukkan hal-hal yang mana harus dilakukan dan tidak.
Pelayan gereja memang bukan profesi,tapi dituntut dengan standat moral dan etis yang tinggi (Mat 5:48 dan 1Tim 3:7).
Degan adanya kode etik ini memberi pelayanan yang prima agi warganya dan bagi masyarakat sekitarnya.

photo bersama.jpg 1.Memiliki iman yang dewasa.
Pelayan gereja bukan pemimpi organisasi tapi pemimpin gereja,ktladanan dalam ha rohani dan spirittual sangat dibutuhkan dan ini wibawa kepimpinan seorang pelayan gereja.
2.Memiliki wawasan yang cukup.
Pelayana di dilakukan memiliki wawasan cukup dengan memahami jemaat tempat ia melayani dan GKP secara umum termasuks berbagai aturan yang ada seperti Tata Gereja dan Berbagai keputusan Sidang Sinode.
Harus mengerti tentang kehidupan bersama gereja-gereja di aras lokal maupun diaras lebih luas.
3. Memiliki kecapakan dan Kemampuan yang memadai.
Pelayan gereja perlu memperlengkap diri dengan berbagai keramila yang dibutuhkan.
Misalnya : pemimpn kebaktian, percakapan penggembalaan, melaksanakan perkunjungan, memanagekegiatan gereja ,mengelola keuangan jemaat dan seterusnya.
4. Mempunyai tanggungjawab dan inetegritas pribadi.
Pelayan ereja dituntut memperlihatkan tanggng jawab secara sungguh-sungguh seta sikap mengambil tanggung jawab atas apa yang terjadi pada emaat (misalnya, bertanggung jawab ketika sebuah komisi melakukan kesalahan).
Bertanggung jawab setiap hal yang dikatakan yang bisa dipegangdan dipercaya.
5. Pelayan gereja melakukan sukarela tanpa imbalan dan pelaayanan tanpa pamrh perlu sealu ditumbuhkembangka. 6.Memiliki arakter yang rendah hati.
Pelayan gereja perlu mewujudkan alam sikap seperti, keinginan untuk terus belajar, kesediaan lebih banyak mendengar, keterbukaan utuk di kritik bahkan kerelaan hati untuk dicaci dan disalhkan.
7. Memiliki sikap moral yang luhur
Pelayan gereja perlu memperlihatkan standar kehidupan dngan standar moral yang tinggi dengan menunjukkan dengan sungguh-sungguh.
Ada 7 dosa yang mematikan harus dihindari : Kesombongan (pride), iri hati (invey), kemarahan (anger), ketamakan (gredd), nafsu birahi (lus), rakus (gluttony), kemalasan (sloth).

photo bersama.jpg Berdasarkan ciri-ciri pelayanan tersebut,maka setiap pelayan gereja perlu memegang dan mengembangkan kode etik pelayan gereja isusun dandikbangkan oleh majelisuntuk diapkai sebagai:
1. Menghormati keputusan bersama sebagai keputusan kolektif.
2.Tidakmembocorkan segal prosespercakapa dalam rapat.
3. Salingmenjaga sanambaik sesama pelayan gerejawi.
4. Memgang"rahasia jabatan" terutama dalam hal pastoral.
5. Menggunakan kata-kata yang ramah dan santun, termasuk dalam menyapa/memanggil rekan.
6. Menghindari kata-kata yang bersikap menghina,mmojokkan,menghakimi, maupun menyinggung ras/suku bangsa.
7. Nenakai pakaian yang sopan dan rapih, terutama ketika bertugas di gereja.
8. Menjalankan pergaulan yang sehat di lingkunganrumah dan tepat pekerjaan.
9. Berupaya menunjukkan komitmen dengan memprioritaskan pelayanan digereja.
10 berupaya tepat waktu dalam kegiatan
11.dll

photo bersama.jpg Pelayan gereja dituntut sempurna, walau tiak ada yang sempurna,tetapi kita perlu berupaya semaksimal mungkin untuk bisa sempurna.
MakaTuhan Yesus akan menghargai kita.
Selamat Melayani.


Untuk materi pembinaan sesi ke dua adalah:
Kedudukan dan fungsi Tata Gereja di GKP

Pendahuluan:
TG dan PPTG adalah merupakan buku pedoman bergereja yang penting dipahami semua anggota jemaat, dan para pemimpinnya.
Pengertian dasar tentang tata gereja.
Setiap bentuk organisasi dimanapun dan kapanpun pasti mempunyai pedoman bagi kehidupan organisasinya, yang berisi aturan bagaimana jalannya organisasi tersebut dalam tulisan maupun lisan yang dirumuskan secara sistimatis.
Gereja sejak semula sudah mempunyai pedoman dan pengatura bagi kehidupan bersekutu, mungkin belum tertulis secara sistimatis.
Apa yang tertulis dalam 1 Tim 3:1-13 merupakan bagian dari aturan persektuan mula-mula.
Pedoman dan aturan ini selanjutnya dikembangkan dngan nama TG dan PPTG,dan ketetapan ini mengikat setiap anggotanya.
Mengutip rumusan Pdt.Lazarus Purwanto (ahli dalam bidanghukum gereja) demikian :
"Yang dimaksud dengan tata gereja adalah sebuah kumpuan peraturan ertulis yang ditetapkan secara resmi oleh gereja dan bersifatmengikat, untuk menata diri agar gereja itu dalam keberadaannya yan menyeluruh dapat menampakkan kehidupan yang utuh dan dinamis, serta dapat melaksanakan tugas-tugas panggilannya di dunia secara berhasil guna (efekti) dan berdaya guna(efisien)."
Tata gereja dibuat agar gereja dapatmelaksanaka tugas dan panggilannya secara lebih baik (berhasil guna dan berdaya guna).
Dengan demikian dalam kehidupan bergeraja tidak perlu ada "hakim", pengadilan" dan "polisi" yang bertugas menegakkan keadilan atau ketertiban.
Ketertiban semata-mata agar gereja dapat menjalankan tugas panggilannya.
Tata gereja memang penting tapi bukan segala-galanya bagi gereja, harus ditempatkan secara proporsional yang terus menerus menjawab tantangan jaman.
Seperti semboyan "ecclesia semper reformande" (gereja selalu diperbaharui). Hal ini sesuai dengan perkataan Paulus di Roma 12:2a "janganlah kamu serupa seperti dunia ini, tetapi berubahlah oleh pebaharuan bedimu:

Fungsi TG.
Tata gereja sebagai kompas yang menolong gereja dalam menjalani kehidupannya.
Sedapat mungkin kita ikuti dan patuhi, karena kesepakan bersama, tetapi dalam hal tertentu "mengharuskan" kita untuk "melangar" maka kita tetap menjalankan tugas kita sebagai gereja.
Adadua kecenderungan yang harus kita hindari,pertama mensakralkan tata gereja yang akan bersifat legalistik seperti para ahli torat dan sebaliknya meremehkan dan mengesampingkan tata gereja seingga anarkis, masa bodoh dengan segala aturan dan ketentuan yang sesungguhnya sdah jadi kesepakatan.

Beberapa prinsip TG GKP.
1. Sistem presbyterial sinodal (presbyter atau pelayan gereja yang yang "berjalan" bersama): jemaat merupakan basis dan sinode sebagai gerak kebersamaan.
2. Berkaitan dengan sistem prebyterial sinodal perlu memahamivtata hubungan yang setara dan dinamis antar berbagai aras.
3. Perlunya memahami hirarki peraturan.
4. Perlunya memahami tradisi dan ajaran gereja reformasi, khususnya tradisi dan ajaran gereja Calvinis yang beberapa hal berbeda dengan pemahaman gereja Lutheran.
Misalnya soal kedudukan Pendeta dan Majelis jemaat, soal perjamuan kudus soal baptisan, soal perkawinan dsb.
5. Perlunya memahami model kepemimpinan gerejawi yang dikembangkan oleh GKP yang model kepemimpinan bersifat melayani (pelayan-pemimpin), kolektif (tidak berjenjang/bertingkat) kolegial (kerekanan yang saling mendukung).
6. Perlunya memahami prinsip kebaktian sebagai sarana perjumpaan dengan Tuhan dan sesama.Peranan Jemaat dalam kebaktin merupakan yang utama.
7. Perlunya menghayati sakramen sebagai bentuk pelayanan gereja, sehingga sakramen bukan sekedar "tawaran" bagi siapa yang mau atau perlu, tapi ajakan agar jemaat mengikuti dan mengambil bagian.
8. Prinsip perkawinan yan legalitasnya pada negara, pelayaan pemberkatan nikan hanya dilakukan berdasarkan perkawinan yang dilakukan di kantor catatan sipil.
9. Prinsip pengembalaan khusus sebagai upaya menjaga, memelihara dan membangun jemaat.
10. Prinsip rapat sebagai sarana megnambil keputusan yang perlu dihayati sebagai doa bersama dalam mencari kehendak Tuhan.

Penutup:
Memahamai TG perlu waktu, jadi diperlukan upaya terus menerus untuk mempelajari dan memahamiya, bukan pemimpin saja tetapi seluruh anggota jemaat.
Dengan demikian TG tiak menjadi "torat" baru, tetapi juga tidak diabaikan dan dilupakan.
Tuhan memberkati pelayanan kita.


PASTA (Panti Asuhan Tanjung Barat)

= 22 July 2017 =

photo bersama.jpg Yang kesekian kalinya kita dari GKP Bekasi memberikan tanda kasih kepada anak-anak yang ada di PASTA, dalam rangka pelayanan dari program bidang 2 Ketuhanan dan Keesaan. PASTA ini dibawah wawasan GKP Tujuanya adalah ingin lebih melayani bukannya hanya didalam saja tapi bisa lebih luas. Dalam hal ini sudah dibuatkan dalam program untuk kunjungan baik ke Panti Galuh atau Panti Werda.
Sehingga sesuai dengan tema GKP tahun ini adalah "mempersembahkan hidup bagi Tuhan melalui karya pelayanan" (Roma 12:1, Matius 20.28).
Dimana pelayanan tidak hanya didalam khususnya (kristen) tapi keluar.

pasta gkp Program ini seharusnya sudah berjalan sejak bulan April, tapi kendala hal tehnis, sehingga baru hari ini berjalan (22 July 2017).
misi GKP Dengan bantuan, khususnya team diakonia dalam persiapan untuk menyediakan bingkisan berupa peralatan mandi dan makan bersama ini, bis berjalan cara dengan baik.
Saya sangat bangga dengan semangat team yang rela memberikan waktu, pikiran dan bahkan materi.
pasta1.jpg Karena besoknya minggu 23 July 2017 juga ada acara dari seksi diakonia dalam rangka memberikan bantuan pendidikan dan tanda kasih kepada keluarga yang tidak berpunya Anak asuh yang ada di PASTA 30 orang (22 perempuan dan 8 laki-laki) serta di asuh oleh 3 pengasuh (Ibu Silvi, Iu Henny dan Ibu Sri),Pengurus Ibu Aminah serta diketuai oleh ibu Lina.
Telah mempersiapkan anak-anak dengan seragam dan mengisi pujian 2 kali.
pujian.jpg Salut kita melihat keseragaman mereka dan bisa bermain musik untuk mengiringi pujian selain bernyanyi. Dan setelah kebaktian maka kita melihat tempat mereka tinggal sehari-hari baik tempat belajar, tidur, mandi dan dapur.
asramanputri.jpg Cukup bersih dan terawat mengingat mereka adalah anak-anak yang umumnya dilakukan oleh orang tua atau asistent jika di rumah,tapi merekabisa melakkan sendiri.
Dan terima kasih kepada pengurus PASTA yang telah menerima dengan baik dan melayani saat kunjungan ini. Terima kasih kepada pak Pdt Yoga yang tlah menyampaikan Firman Tuhan sehingga suasana jadi ceria dengan (1 Kor 12 :4-6) "rupa-rupa karunia satu roh"
pendeta memberikan renungan      
Biarlah semua pelayanan ini jadi berkat bagi kita semua untuk kemuliaan bagi Tuhan.
Kebetulan anak-anak ku ikut, sehingga salah cara belajar dari kenyataan, sehingga mereka bisa ambil manfaat dengan melakukan sendiri bisa untuk jadi bersih dan terawat.
Setelah kebaktian syukur kita menikmati makan siang yang sederhana tapi bergizi.
Terima kasih Tuhan elah membuka mata, pikiran dan hati, bahwamasih banyak orang yang lebih membutuhkan ataudibawahdaripadahidup yangkita jalani saat ini
Sehingga kita tidak selayaknya untuk tidak bersyukur, tapi harusnya berterima kasih karenamasih bisa menikmati hidup yang lebih baik.
Terima kasih telah membaca coretan saya ini dalam kunjungan ke Panti Asuhan di Tanjung Barat Jakarta Selatan.


Warso Farm - kebun duren

= 28 Jun 2017 =

welcome Dengan berbekal waktu dan kemauan, maka kami sekeluarga pergi ke bogor karena ada kebun pohon duren dan buah naga, jika memang memungkinkan bisa langsung memetik sendiri dari pohon...sehingga bisa dirasakan langsung memetik durian dan menikmatinya. setelah seelumnya sudah pergi ke kampung china

Kebetulan dengan libur bersama (lebaran),maka sudah banyak aktifitas yang dilakukan di kampung halaman (mudik). ini adalah tradisi yang yang selalu dilakukan setiap tahun, apalagi kondisi sekarang sudah lebih membaik perekonomian Indonesia dengan dibukanya berbagai lahan pekerjaan, sehingga penggangguran bisa berkurang.
dalam kebun dalam kebun Sangat disayangkan,ternyata tidak musimnya berbuah,walau dibeberapa tempat sudah banyak yang menjaja durian beberapa tempat khususnya di Jakarta.

dalam kebun
Dengan bekal ini, kami ke tempat untuk melihat dan ingin memetik langsung.
Karena tidak tercapai angan-angan, mau ngga mau hanya bisa menikmati pemadangan bogor saja.
Setelah selesai berjalan berkelilig kami pun makan siang setelah selesai kami pun berjalan2 dan berfoto untuk kenang-kenangan
Tuhan memberkati..



Kampung Cina - Kota legenda Cibubur

= 26 Jun 2017 =

mejeng di kampung china Berhubung tahun ini tidak ada acara mudik, maka acara adalah untukmengunjungi tempat yang belum pernah dikunjungi seperti kampung china yang ada di Kota Wisata di Cibubur.

Kebetulan in adalah salah satu suku atau suatu bangsa yang ada di Indonesia,dimana dari namanya jelas bisa di tebak, dimana semua ornamen dari chinaada disini.
Jalan tidak begitu susah untuk mencapai tujuan, karena kalau kita search di mbah google akan langsung mudah diketahui tempatnya. Berbekalkan petunjuk dari mbah google bisa dicapai dengan mudah.
Puji Tuhan, dalam perjalanan tidak masalah dan kita bisa langsung masuk memang sudah khusus di tata tempat ini, sama seperti sukowati yang ada di Bali jadi semua sudah satu tempat, dan memang ada sedikit rintik-rintik hujan,tapi tidak menurunkan semangat.
mejeng di kampung china mejeng di kampung china Dan kita mellihat seluruh tempat penjajaan dengan berbagai ornamen china,memang tidak begitu luas, karena sepertinya belum selesai.
mejeng di kampung china mejeng di kampung china Saya juga tidak mau ketinggalan untuk membeli ornamen dari china yaitu topi yang ada rambutnya.
Huah hah...hah.. terima kasih Tuhan atas berkat dan karuniaMu, sehingga masih bisa menjalani hidup ini... Amin


Nafiri GKP Bekasi

Kursus Musik "Nafiri"GKP Bekasi

= 03 May 2017 =

resital
Terima kasih kepada GKP Bekasi yang telah membuat wadah untuk anak-anak jemaat GKP Bekasi khususnya untuk bisa belajar dalam memainkan alat music seperti piano, keyboard, bas, drum dan olah vocal dengan nama “Nafiri”..
Dengan adanya wadah ini sehingga anak-anak jemaat bisa ambil bagian untuk belajar dan mengambil ilmu dari gurunya yaitu Mba Bella, pak Pdt Ari Siagian, Pak Eko, Pak Pale dan pak Anton yang begitu semangat mengajar anak didik, karena ini adalah salah satu bentuk pelayanan mereka di ladang Tuhan khususnya di GKP Bekasi.

Dan tak lupa juga kepada bapak Poltak selaku Majelis bagian PHRG sebelumnya dan mengakomodasikan wacana ini sehingga terlaksana dan kepada komisi PHRG yang telah ambil bagian.
Pada hari Senin 01 May 2017 kebetulan May day, adalah libur bersama sehingga bisa diadakan acara Resital musik I di Gereja GKP Bekasi.
Dengan diajarkannya bermain alat musik sejak dini semoga membentuk karakter melayani terutama diladang Tuhan dan khususnya di GKP Bekasi.
Berita baiknya adalah Kursus musik Nafiri ini telah di akui/didukung oleh Sinode GKP bahkan diundang untuk bisa mengisi pada saat sidang sinode bulan July yang akan datang.
Dengan didukung oleh Sinode maka, legalitasnya ada dan diakui sehingga bisa mengeluarkan sertifikaste dan GKP bekasi sebagai pusat pendidikan/kursus alat music dan nantinya akan bisa menjadi pengajar music di GKP di tembapt lain dari anak didik ini seperti cirebon, bandung, jakarta, bogor,…. Wah kakak pengajarnya pasti bangga dong ,karena anak didiknya berhasil dan bisa menularkan ilmunya kepada orang lain, terutama dalam pelayanan di ladang Tuhan.
Karena kewajiban kita adalah untuk memuji dan memulyakan Tuhan baik melalui alat music atau melalui vocal yang kita miliki./> Seperti pada raja Daud ketika kembali dari peperangan melawan plistin dengan kemenangan, lalu keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota menyongosong…dan menari-nari dengan memukul rebana dengan bersukaria dan dengan membunyikan gemerincing dan bernyanyi berbalas-balasan… (1 Sam 18:6-7) Tuhan juga kita puji dengan perakuan yang yang sama bahkan lebih baik lagi dari pada perempuan israel saat menyanyi untuk Daud dan Saul, karena kita telah menerima keselamatan dari Tuhan melalui penebusanNya di kayu salib. Mari adik-adik seperti kata pak Pdt Ari Siagian, harus dilanjut dengan mengasah agar lebih maju dan jangan berhenti untuk selalui belajar dan belajar. 20 peserta yang akan ditampilkan sebelumnya peserta beserta orangtua dan undangan bernyanyi bersama, dan kemudian peserta dibagi menjadi 3 sesi dalam menunjukkan/mementaskan hasil belajarnya dengan kaka-kakak pengajar di Kursus Nafiri..
Pak Siagian Pak Ari Kusuma FB_IMG_14936861325429376 Pak Pdts Sebelumnya sambutan dari Bapak Poltak dari Majelis dan Pak Ari Kusuma mewakili KPS dan selanjutnya dari gembala GKP Bekasi bapak Pdt Yoga dan Pdt Sains dan ikut ambil bagian dalam memberikan semangat kepada anak didik mengisi pujian sambil memainkan alat musik gitar, bas dan keyboard. Sehingga salah satu motivasi kepada anak didik agar bisa lebih giat dalam belajar. Biarlah apa yang dipersembahkan oleh Nafiri menjadi berkat bagi jemaat GKP Bekasi khsusnya. Tuhan memberkati..


Perantau dari Sumatera yang ingin mengubah hidup

= 28 April 2017 =

IMG-20161217-WA0010 Inanguda ku ini adalah termuda dari keluarga mama ku, ternyata kehidupannya tidak seperti yang saya saksikan pertama kali bertemu beliau di tahun 1977, karena saat itu saya sempat iri, eunak juga hidupnya inaguda ku ini , mana mash muda lagi!

IMG-20160908-WA0014 berikut uraian beliau sebagai renungan bahwa semua bisa terjadi jika kita mempunyai keinginan dan Tuhan telah mengatur jalannya setiap kehidupan manusia, tinggal bagaimana manusia untuk menjalaninya.
Terima kasih inanguda telah membuat coretan ini, semoga bermanfaat bagi kita semua yang membaca terutama anak-cucunya.
My day my experience titik balik dari semua kenangan yang membutuhkan kesabaran dan kematangan bertindak endingnya semua pasti berlalu hari ini kadang2 timbul pemikiran yang mengundang emosi .....bla bla ....ach kalau saja bukan aku yang sudah umur senja ini pastilah brontak itu pasti akan tetapi ku sangat sadar itu tiada berarti karena perjalanan hidup ini tentu se izin Tuhan klo Tuhan berkehendak semua bisa terjadi tiada yang mustahil bagi Tuhan dan klo kita yakin perjalanan hidup ini adalah ibarat singgah disuatu tempat ketika kita dalam perjalanan so tidak semuanya indah ......bila direnungi dari a sampai z mereka2 yang tidak sempat menikmati ....betapa wajib disyukuri betapa Tuhan maha baik masih banyak hal2 positip yang indah yang membingkai kehidupan ini yah tiada yang mustahil bagi Tuhan ......ampunilah dosaku Tuhan yang kurang bersyukur atas berkat Mu yang melimpah

Apalah saya ....anak kecil yang lahir di pulau Sumatera sana dan dibesarkan di ibukota yang notabene sudah yatim piatu .....masa kanak2 tak begitu indah pergi kesekolah berjalan kaki menelusuri rel setiap hari pulang pergi ....sekolah di tempat elit yang sebaya2 ku anak2 orang terpandang dan punya materi yang lebih dari cukup ...akan tetapi tidak mematahkan semangatku untuk giat belajar walau tanpa buku tanpa meja belajar konon lagi harus mengurus pekerjaan rumah tangga masak mencuci dlsb nya karena dimana aku tinggal kakak dan iparku bekerja dua2nya akan tetapi tidaklah mencukupi karena saat itu kita memang jauh dari kemewahan walaupun tinggal disebuah gang di selatan Jakarta yang lingkungannya sangat akrap peduli satu sama lain ....selesai esema aku tidak melanjud lagi kupilih untuk bekerja di pabrik walau upah ku hanya cukup untuk makan 10 hari saja....aku lelah berjuang kesekolah 6 tahun lamanya hanya berjalan kaki pulang pergi tiba di sekolah tenagaku sudah ambruk konsen untuk belajar tidak lagi semaximal mungkin.
Masa2 bekerja sangat indah setiap sabtu dan minggu aku lembur demi uang dan ketika uang itu kuterima teman2ku mengajakku untuk menikmati makanan atau sekedar beli pakaian, itu sangat menyenangkan pada zamannya. Aku memang punya nilai plus pandai bertutur kata dan modal ramah dengan atasan membuat managerku sangat peduli padaku aku dapat jabatan yang cukup menggiurkan payroll istilahnya yakni membagikan upah buruh dimana aku bekerja. Betapa tidak karena hari2ku hanya untuk bekerja dan bekerja. Singkat cerita sampai 5 tahun masa kerja aku tidak punya apa2 easy come easy going. Padahal teman2 ku sesama acounting bisa beli rumah atau lainnya. Karena politik ekonomi pabrik dimana tempat aku bekerja gulung tikar dan jadilah aku pengangguran.Yah cukup lama kerjaku hanya main dengan teman2 lamaku pikiranku jauh dari dewasa bahkan masa depanku tak pernah terbetik mau bagaimana besok.
Setelah nganggur tak jelas kakakku mengirim aku ke eropah jauh kalipun. Tapi dengan bermodalkan nekad kuturuti saja, hitung2 jalan2 pikirku....Disana aku jadi apa? Mau kerja bahasapun aku blepotan.Jadilah aku menikmati kota2 .Apa itu kota2. Jalan2lah dari kota a ke kota b sungguh senang.Ketika uang saku ku habis buru2 aku ngacir ke ibu kota pulkamlah dan tak lama nganggur aku mulai bekerja di expedisi. Rekan2 ku mata2 sipit alias cina. Mereka sangat baik aku di ajarkan bagaimana caranya betinvestasi. Itulah titik balik dimana aku mulai mengerti hidup yah dewasalah.Rupiah demi rupiah kukumpulkan karena menurut ku tidak selamanya hujan tidak selamanya juga panas.Dengan teman yang handal menghitung akupun mulai menikmati dunia luar.
Singapore.Hongkong.semua kujalani bahkan seluruh kota di pulau Jawa telah kusambangi.Hidup memang anugrah hari2 ku penuh dengan tawa, kata orang istilahnya bosan miskin. Akupun dapat membeli kendaraan roda empat dan jadilah aku petualang jarang dirumah.Setiap tanggal merah dikalender sudah menjadi full acara bagiku dan sahabat 2 ku.
Lagi enak2nya kerja dengan posisi yang baik dan menjanjikan keluar peraturan pemerintah yang tidak memihak.Semua pegawai di phk jadilah kita pengangguran tingkat tinggi. Untung keberuntungan masih memihak aku kembali kerja di developer. Lumayan menyenangkan dengan situasi yang baru bidang yang baru yah kerja lapangan walau latar belakang pendidikanku bukan tehnik.Nasip membawa aku harus memilih ketika mantan pacarku melamarku.
I Ato Purba 20170620_103058 Jadilah aku ibu rumah tangga dengan anak semata wayangku yang aku cintai. Liku2 pernikahan bukannya mulus tuntutan ekonomi mengajariku harus wiraswasta. Mulai dari modal dengkul jual jasa, dagang makanan sampai menjadi ibu kost kujalanin sampai akhirnya kupilih untuk berhenti total mengurus rumah tangga saja. Kesibukanku hanya menghadiri pesta, arisan dan urusan keluarga saja. Banyak suka dukanya nenyibukkan diri dirumah mulai dari renovasi rumah sedikit demi sedikit supaya layak huni sampai memutar otak untuk mengatur keuangan supaya balance setiap bulannya. Kadang2 tak jarang harus gali lobang tutup lobang. Yah itulah hidup yang harus di syukurin. Dan endingnya menikahkan anakku dengan br Sagala dan kini suasana rumah telah berubah tambah penghuni, mantu ku isteri anakku. Tinggal banyak berdoa untuk kebahagiaan anak. Karena tugasku sudah berkurang, dan kalau Tuhan berkehendak semoga cepat menimang cucu. Amin… Ah….h Kakak ku yang dulu membantu dan membimbing aku sehingga bisa aku mandiri dan seperti ini (aku tidak pungkiri dan sangat berterima kasih atas jasa beliau terutama pada diriku), ……….tiba2 muncul diantar satpam, oh , kenapa masih jalan2 kagak takut hilang alias nyasar ach ku tahan emosiku, Dia sudah lelah pada umur yang hampir 77 tahun masih tegar phisik walau pikirannya dah error (istilah sekarang pikun). Kubuatkan kopi, kusuguhkan dengan biskuit yang ada dimeja, kelihatan dia agak tenang, walau baru nyampe mau pamit pulang? ngapain datang klo cuman setor muka?, alih-alih, lama-lama, dia cerita tadi habis cekcok sama anak yang sulungnya, trus mau nginap …..aku iakan saja …. Terbayang masa2 muda dulu dia pertaruhkan segalanya untuk orang lain tanpa memikirkan dirinya ……Aku mengikuti lika liku hidupnya yang penuh dengan kegetiran dan emosi yang tak terkendali temperamental (setiap hari tiada hari tanpa marah), saat itu aku masih esempe kami tinggal dengan kakak2 ku yang lain kelihatannya sih baik2 saja sampai pada satu saat dia saya dengar cekcok dengan ipar ku dan putusannya berpisah. Hanya hitungan bulan kakakku sudah menikah lagi dengan ipar baruku mereka dikaruniai 3 anak ( 2 perempuan dan 1 laki2 ). Sebelumnhya mereka tidak punya keturunan. Dalam Perjalanan kehidupan sampai pada anak ke 3 berumur balita kejadian serupa terulang lagi mereka ribut dan diakhiri dengan perpisahan. Dalam hitungan bulan kakak ku sudah menikah lagi dan dikaruniai 2 anak (1 laki-laki dan 1 perempuan). Beruntung aku saat itu sudah bekerja tapi dengan setia kuikuti perjalanan hidupnya. kalau dilihat bukan masalah materi dalam hal segala-galanya karena rumah tangga mereka kembali tak pernah aman, keributan sehari-hari selalu hadir tidak apa penmicunya. Aku memang termasuk manusia yang cuek tak pernah mau terlibat didalamnya ketika cekcok itu terjadi, kadang membuat aku parno (apakah pernikahan itu seperti itu atau apakah gayanya memang berbeda beda), tapi kok bertahan sampai sekian tahun? Sampai pada satu waktu perpisahan mereka pun tak terhindarkan yach mereka berpisah lagi!. Untungnya ketika mereka berpisah aku sudah membina rumah tangga jadi aku bisa menyelami (barangkali itu takdirnya). Pada akhir hidupnya dia sepertinya tidak begitu beruntung karena ketika anak bungsunya menikah semua hartanya dihibahkan pada anak-nya. Jadilah dia tidak punya apa2. Sampai2 semua sanak saudara berpendapat hal itu keliru karena dia masih punya kehidupan, tapi kenapa? Akan tetapi dia cuek2 saja tak perduli .😂😂😂 Dia tinggal dengan anak sulungnya dan anak-anaknya yang lain tidak pernah perduli dengan kondisinya. Salahkah dia ?, memang dia sudah penat, terlalu banyak pederitaan yang dia hadapi (3-kali berumah tangga 3-kali gagal dan punya anak pun tidak mencintai dia seperti apa layaknya). Anak2 nya hanya berpikir itu derita dia.
Hm….m ironis memang betapa dia melakukan semua untuk kebahagiaan tapi anaknya tidak pernah dapat meng-hargai perjuangannya. Anaknya hanya berpikir sepanjang galah senentara dia berfikir sepanjang jalan.
Memang tidak ada yang sempurna perjalanan hidup ini gambleeng, akan tetapi kalau kita jujur mana kala disuruh memilih pastilah dia memilih berumah tangga yang baik2 saja. Tentu dia pun tidak menghendaki kawin cerai. Tapi perjalanan hidupnya seperti itu dia harus menerima. Kalau saya bisa menilai dia cuman kurang sabar saja. Terlalu ambisi untuk hidup senang padahal semua itu perlu proses. Maka dari itu pada masa tuanya saat ini kulihat tidak ada beban. Dia sanggup kerumah sanak famili tanpa berfikir entar gue nyasar atau apalah.
Kulihat raut mukanya makin pudar auranya sudah tidak seperti orang tua layaknya. Perlukah dia dikasihani? Sepertinya tidak setiap perjalanan hidup manusia atas kehendakNya …..semoga endingnya baik itu doaku. Amin
Aku dan kakak ku Ida Rake duduk ditaman bernostalgia membicarakan masa2 lalu yah sekedar kill the time sebelum sebelum anaksulungnya datang menjemput dia semalamnan nginap di rumah ….yach kami sekarang tinggal bertiga dari sepuluh bersaudara lainnya sudah bersama Tuhan . Hidup seperti baru kemarin saja tak terasa kami sudah 52 tahun bersama ….banyak kenangan indah suka maupun duka bersama di ibukota kami lalui entah berapa jaman presidennya aja dah yang ke 7. Kakakku ini memang baik sangat baik aku baru merasa sekarang kami saling sayang walau sudah sepuh. Dunia indah itu sudah berlalu kami sudah top tua ompong dan kadang2 lupa alias pikun ….Kakakku yang satu tinggal dibekasi jarang ketemu tapi klo ada even kami selalu kumpul sekedar pelepas rindu, itulah artinya saudara ada koridornya karena keluarga sudah beda masing2 dengan segala permasaalahannya.Tapi kami tak pernah ribut tak pernah menyimpan dendam yang muda mengalah walau yang tua otoriter. Yang muda mengalah walau yang tua tidak memberi karena persaudaraan itu tidak diukur dengan materi. So harapanku Biarlah Tuhan berkenan atas segalanya kami berserah walau hati berkehendak.
Semoga beliau sehat selalu panjang umur, sehingga bisa menyaksikan dan menimang cucu seperti yang diharapkan.
Tuhan memberkati kita semua.
Semoga beliau sehat selalu panjang umur, sehingga bisa menyaksikan dan menimang cucu seperti yang diharapkan.
Tuhan memberkati kita semua.
uda and inanguda resital
Tambahan coretan...n


Filosofi halak batak
Hutatap hutailihon ....ini barangkali filosopi kehidupan yang wajib kita renungi betapa tidak bak gemercik air setitik demi setitik klo kita berada disana pasti basah atau dengan perkataan lain bila kita berdiri di tengah keramaian pasti memandang sekitar mencari arah tujuan ....itulah hidup harus dilalui seperti air mengalir ....siapa yang tidak mendambakan kebahagiaan akan tetapi kebahagiaan itu adalah anugrah karena apapun itu semua bila Tuhan berkehendak pasti terjadi untuk itu setiap rencana dan pekerjaan kita kiranya Tuhan campurtangan agar hasilnya sesuai dengan kehendakNya saja ...jangan pernah berfikir kita kuat kita mampu atau kita dapat membayar apapun itu ......karena semua nya adalah milik Nya dan atas doa dan permohonan kita dapat menikmati untuk memuji memuliakan Nya amin

Kita jadi orang Indobesia adalah karena Tuhan berkehendak begitu juga kita jadi suku Batak karena kehendak Nya dan kita lahir dari orang tua kita karena Tuhan ..tidak ada dalilnya manusia memohon jadi orang si leban atau tinggal di kutup Utara sekalipun.....itu perkara yang 1 dan yang ke 2 ...setiap manusia hidup di dunia ini hanya sementara tidak ada jaminan kita besok masih bernafas atau tidak atau beberapa waktu kedepan kita hanya berharap semoga kita diberi nafas kehidupan esok oleh Tuhan.....dan yang ke 3 ...setiap manusia berharap ketika esok telah tiba waktunya Tuhan menempatkan kita disisi Nya untuk itu kita berbuat baik berperilaku baik dan menjauhkan segala dosa serta melakukan setiap kehendak Tuhan sesuai dengan kepercayaan masing2.......so apa yang kau pikirkan ......berhentilah berfikir negatif mulailah berfikir jernih karena hidup ini sangat singkat

------------------------------------------------------------------
Andorang so merdeka, hita *halak* *batak* nunga mengamalhon *PANCASILA*.
Hata ni *UMPAMA-UMPAMA* na mandokhon:

1. Sirungguk ma si bulung rata, ia di si hita marpungu di si do Amanta na martua Debata *(sila 1).*
2. Pat ni gaja ma tu pat ni hora,
sude do hita anak ni raja dohot pahompu ni namora. *(sila 2).*
3. Rampak na do tajomna,
rim ni tahi do gogona.
*(sila 3).*
4. Aek godang tu aek laut,
dos ni roha/ tahi do sibahen na saut. *(sila 4)*
5. Sinapnap uruk-uruk,
silanlan aek toba,
dakdanak ndang
marungut-ungut, na
magodang nang na-tua2, sude marlas ni roha.
*(sila 5).*


Kotbah

= 24 April 2017 =

Terima kasih Tuhan, saya telah bisa bekerja diladangMu.
Setelah selesai dengan peneguhan menjadi Majelis Jemaat GKP Bekasi, sebagai bekal untuk melayani di Jemaat karena gembala cuman 2 (dua) orang yaitu bapak Pdt Yoga dan Bapak Pdt. Saint.
Pdt Yoga selaku gembala GKP bekasi memberikan materi menafsir Alkitab.
Kotbah adalah sesuatu yang harus dirasakan, dicerna, dipelajari, dan dihayati,melalui refleksi, sikap mendengarkan, berdoa, penilaian ulang, serta usaha. (John Klillinger, Fundamentals of Preachin)

diselingi tanya jawab dalam pembinaan
Maka diadakahlah pembinaan untuk Majelis dalam rangka membuat dan bagaimana berkotbah pada hari Senin 24 Aril 2017 kebetulan tanggalan merah. karena terbatasnya waktu jika diadakan di hari Sabtu atau Minggu.
Bahkan sebelumnya diusulkan untuk dilakukan setelah selesai sermon, sementara sermon itu sendiri waktunya tidak cukup membahas yang ada pada saat itu.

Mulai dengan pukul 9.00 pagi hari dengan kira-kira 35 orang dari 52 Majelis, dan rehat mulai pukul 12.30. Dari mulai pukul 1 siang dilanjut lagi dengan prakter kotbah sampai jam 3 sore. Memang cukup menguras tenaga dan waktu, karena peserta bersemangat maka tidak terasa capek.
Praktek kotbah di depan peserta pembinaan.
Dari materi yang diberikan oleh Pdt Yoga, bawah Berkotbah itu harus dengan BBG (Berdoa, Baca dan Gali) Hal ini sangat penting agar bisa diketahui apa yang dibaca dengan cara menggali tadi, dan jika perlu ditambahkan dengan TTS (Tandai, Temukan pengertiannya dan di Serap) sehingga ketemu arti sebenarnya.
Kemudian baru RSJ (diRumuskan, Saring kemudian diJelaskan).
Dalam pembuatan kotbah, minimal harus ada pembukaan, isi dan penutup, hal ini sangat penting sehingga bisa terkontrol tidak menyimpang dari kotbah yang akan disampaikan.
Menurut Bapak Pdt Yoga dalam pembuatan Kotbah maka harus lah BBG, menentukan tema, membuat minimal 3 pokok besar dan 3 pokok kecil tiap pokok besar dan penutup baru menentukan pembukaan.
Pebukaan diadakan terakhir, agar bisa diambil pembukaan yang sesuai dengan isi kotbah.
Dan disampaikan juga bahwa dalam kotbah, lebih baik diselipkan dengan ilustrasi, agar mempermudah audiance untuk bisa menangkap dan merasapi apa yang kita sampaikan.
Puji Tuhan kebetulan saya bekerja di bagian production Planning dan control Inventory, sehingga saya harus presentasi di depan management minimal 2 kali sebulan.
Pada saat presentasi ini akan ada tanya jawab, yang harus dijawab selaku penanggung jawab presentasi dan tentu harus tahu jawabannya.
Dan dengan latar belakang ini, sehingga satu kredit point saya punya yaitu demam pangung sudah tidak ada lagi :) Dengan demikian saya ambil kesetaraannya dalam melakukan kotbah, harus kita mengetahui secara detail apa yang akan kita sampaikan dan tidak menyimpang dari tema yang telah kita buat/tentukan.
Walaupun pada intinya bahwa kita selaku umatNya, mempunyai talenta masing-masing, ada mengajar, nasihat dan lain sebagainya.
Dengan ini saya minta penguatan agar kiranya Tuhan memberi hikmat dan pengetahuan agar bisa melayani terutama di jematNya GKP Bekasi dalam masa pelayan tahun 2017 sampai tahun 2021.
Semoga coretanku ini bisa bermanfaat bagi yang membaca. Tuhan memberkati.


Sermon

= 20 April 2017 =

peneguhan mj2021 (5) Akhirnya ikut juga sermon kemajelisan... yang pertama kali.
Selama ini hanya membayangkan saja... apa sih yang dibahas sampai begitu luama.... seperti tiada waktu lain, khan masih ada tugas besoknya terutama rutinintas...

Harapan saya sih, sermon ini bukan pekerjaan yang membosankan, tapi adalah keseriusan dan ketertarikan. Karena kalau sudah menjadi perkerjaan yang membosankan pastinya, tidak akan baik dan sempurna dan tidak akan sesuai lagi dengan misi pelayanan.
Sermon pada saat ini sedikit luama mungkin karena masih baru, dan masih pada semangat disamping itu adanya program baru yang harus di bahas terutama strukture organisai sebagai basis keengurusan untukmemperjelas posisi dan job deskmasing-masing, namanya baru, berarti butuh penyesuaian jadi memang sedikit panjang sampai pukul 23.30 baru selesai Memang paling alot pada saat membahas struktur organisasi,... karena adanya beberapa peran yang tidak sesuai baik dari segi waktu atau kendala lain.
Walaupun pada intinya sudah disampaikan bahwa dasarnya penempatannya adalah
pengalaman di bidang yang sama
pemetaan minat dan potensi
memperhatikan secara menyeluruh ruang lingkup pelayanan, baik di jemaat dan wilayah pelayanan dan evaluasi dari periose sebelumnya
Saya salut dengan gembala yang telah memetakan majelis dengan jumlah 52 kursi (kayak DPR aza), dimana pada saat di sosialisasikan sedikit banyak sudah mendekati sempurna lah, karena tidak akan pernah ada kepuasan untuk semua orang secara bersamaan. masing-masing punya kepentingan.
Structure organisasi secara garis besar sebagai berikut :
Ketua umum, Ketua bidang 1, bidang 2, bidang 3 dan bidang 4
Sekweretaris umum, sekretaris 1, sekretaris 2, sekretaris 3 dan sekretaris 4
Bendahara umum, bendahara 1, bendahara 2 dan bendahara 3
Dengan 12 wilayah, dan pos pelayanan (Cigelam dan tambun).
Sebelumnya yang pasti serah terima dari kemajelisan sebelumnya ke kemajelisan yang baru dan kemudian ramah-tamah sambil makan malam.
sermon (1) Dengan tidak mengurangi rasa hormat kemajelisan sebelumnya selesai makan boleh pulang dan kemajelisan yang baru lanjut untuk sermon...
sermon (2) Setelah selesai membahas strukture baru kemudian membahas penatalayanan untuk hari minggu dan kebaktian rumah tangga wilayah dan komisi serta yang terlibat dalam pelayanan.
Mudah-mudahan untuk sermon berikutnya tidak akan seberat ini, karena hanya beberapa yang perlu di bahas (yang rutin) seharusnya jika tidak ada hal baru... :)
Demikian sedikit coretan soal sermon....n

Kiranya Tuhan memberikan kekuatan dalam pelayanan yang bekerja di ladang Tuhan. karena banyak tuaian pekerja kurang, banyak yang terpanggil tapi sedikit terpilih.
Tuhan memberkati.



Terima kasih Tuhan kesempatan bekerja di ladangMu

= 26 Mart 2017 =

peneguhan mj2021 (1)
Sudah menjadi kewajiban kita manusia yang telah diselamatkan dan dilayani sehingga giliran kita untuk melayani.
Majelis Wilayah 1 serta keluarga
Melalui pemilihan Majelis dengan 2 kali putaran, maka saya bisa ikut serta di dalam palyanan di ladang Tuhan peridoe 2017 - 2021.
Saya hanya bisa berharap agar apa yang bisa saya lakukan adalah tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan dan bisa berkenan dan menyenangkan si pemberi pekerjaan.
Seperti pujian yang lantunkan pada saat peneguhan hari ini yanitu "MenyenangkanMU" dan ini juga sebagai tema pujian GKP tahun 2017/2018.

Majelis terpilih
Majelis terpilih

Adapun Petunjuk pelaksaaan Tata Gereja (PPTG) Gereje Kristen Pasundan (GKP)
peneguhan mj2021 (10) peneguhan mj2021 (10)pasal 56 (Tugas dan tanggung Majelis Jemaat)
1. Memimpin, membina, dan menggembalakan Anggota Jemaat.
2. Memimpin, mengatur, dan mengkoordinasikan kegiatan kehidupan jemaat.
3. mengelola dan mendayagunakan keuangan dan harta milik gereja dalam melaksanakan panggilan Gereja.
peneguhan mj2021 (2) peneguhan mj2021 (2)
peneguhan mj2021 (3) dan pasal 57 (Wewenang Majelis Jemaat).
peneguhan mj2021 (3)
Adapun Majelis Jemaat (MJ) terpilih masing2 wilayah dan pos adalah sebagai berikut :
Wilayah 1 : 3 orang
Wilayah 2 : 3 orang
Wilayah 3 : 3 Orang
Wilayah 5 : 4 orang
Wilayah 5: 4 Orang
Wilayah 6 : 3 Orang
Wilayah 7 : 3 orang
Wilayah 8 : 4 Orang
Wilayah 9 : 4 Orang
Wilayah 10 : 5 Orang
Wilayah 11 : 4 Orang
Wialayh 12 : 4 Orang
Pos Tambun : 4 Orang dan
Pos Cigelam : 3 Orang
Dengan Total berjumlah 52 Orang ditambah 2 orang Gembala.
Serta Pengawas Perbendaharaan Jemaat (PPJ) 7 orang.
Berikut Tata cara dalam lepas sambut Majelis Jemaat (MJ) dan Pengawas Perbedaharaan Jemaat (PPJ) 2013-2017 dan 2017-2021.
a. Pengantar :
PF : Jemaat Tuhan, Jemaat melaksanakan pemilihan Majelis Jemaat peiode 2017-2021, sesuai dengan Tata Gereja GKP BAB VI, Pasal 14 (Pemimpin Jemaat dan Pemimpin Sinode) ayat 1 dan 2 dan PPT GKP BAB VI Pasal 51 (Ketentuan tentang Majelis Jemaat) ayat 1-5;
serta pemilihan pengawas perbendaharaan jemaat periode 2017-2021, sesuai dengan Tata Gereja BAB XIII Pasal 25 (Fungsi dan lingkup tugas pengawasan perbendaharaan) ayat 1 dan 2 Peraturan Pelaksanaan Tata Gereja GKP BAB XIII Pasal 94 (Ketentuan tentang pengawasan perbendaharaan Jemaat) ayat 1-6.
Saudara-saudara majelis Jemaat dan Pengawas perbendaharaan Jemaat (periode 2013-2017), telah melakanakan panggilan Tuhan dengan tekun, sabar, setia dan dengan sepenuh tenaga, waktu dan pikiran yang dilakukan dengan penuh pengabdian. jemaat telah merasakan buah2 pelayanan saudara tersebut dan semua itu telah membangun kehidupan jemaat sebagai tubuh Kristus yang melayani, bersekutu dan bersaksi dalam rangka pembinaan dan pengembangkan Jemaat yang memuliakan Tuhan.
Kini kami mempersilahkan saudara2 mengambil tempat di tengah2 jemaat.
Jemaat Tuhan, calon Majelis Jemaat dan Jemaat Tuhan, marilah kita mendengarkan dan menghayati Firman Tuhan tentang panggilan dan ketentuan sebagai Majelis Jemaat.
Sejak semula Gereja Tuhan mengenal adanya jabatan : penatua, penilik jemaat, diaken dan syamas disampaing gembala jemaat, yang bersama2 melayani Gereja Tuhan.
Dalam Gereja Kristen Pasundan semua jabatan pelayanan tersebut termasuk pendeta sebagai gembala jemaat ditetapkan sebagai Majelis Jemaat yang memimpin jemaat ke dalam dan kelua serta bertanggung jawab atas kepemimpinan, pembinaan, pelayana dan penggembalaan Jemaat.
Dalam melaksanakn panggilan, bersekutu, melayani dan bersaksi GKP menyadari perlunya pelayanan kepemimpinan yang tertib, teratur dan bertanggung jawab, maka dalam rangka pemeriksaan dan penataan pengelolaan perbendaharaan telah menetapkan pengawas perbendaharaan jemaat sebagai mitra pelayanan majelis Jemaat.
Selanjtunya perhatikan dan dengarkanlah nasihat Firman Tuhan berikut ini: "Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu jangan dengan paksa tetapi dengan sukarela sesuai denga kehendak Allah. Dan jangan karena mau mencari keuntungn, tetapi dengan pengabdian diri. Jangalah kamu berbuat se-olah2 kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu"(1Petrus 5:2-3).
b. Pernyataan kepada yang akan diteguhkan.
Saudara2 calon anggota Majelis Jemaat periode 2017-2021.
Agar jemaat menjadi saksi bahwa saudara2 sebagai calon majelis jemaat berniat dan bersedia dengan sungguh2 untuk menerima jabatan dan melaksanakan tudan dan tanggungjawab majelis jemaat sesuai dengan Tata Gereja dan PPT GKP, maka dihadapan Allah dan jemaatNya saya memepersilahkan saudara2 menjawab pertanyaan2 berikut ini.
1. Percayakah saudadara bahwa Allah sendiri yang telah memanggil saudara melalui jemaatNya dan Dia akan menolong dan melengkapi saudara untuk jabatan pelayanan yang kudus ini?
2. Apakah saudara mengaku bahwa Alkitab adalah sumber pengajaran dan sumber peraturan kehidupan persekutuan yang akan saudara layani, sehingga saudara akan menola akan segala pengajaran yang bertentangan dengan isi Alkitab? 3. Apakah saudara berjanji akan memimpin, membina dan menggembalakan Jemaat yang Tuhan percayakan kepada saudara disini serta melaksanakan tugas, tanggunjawab dan wewenang sebagai Majelia jemaat seauai dengan Tata Gereja dan PPTG GPK dan melaksanakannya dengan tekun, sabar, setia dan penuh pengabdian?
....Maka masing2 anggota Majelis Jemaat akan menjawab : "saya percaya, mengaku dan berjanji"...
Hal yang sama dilakukan untuk Pengawas perbendaharaan Jemaat.
peneguhan mj2021 (2) Kemudian Pendeta meneguhkan Majelis Jemaat dengan (sebelumnya Majelis Jemaat berlutut).
peneguhan mj2021 (4) "Maka Allah Bapa yang telah memanggil saudara2 untuk pekerjaan yang kudus ini, kiranya mengaruniakan Roh KudusNya agar saudara2 dikuatkan sehinga dapat bertekun, sabar, setia dan penuh pengabdian dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sudara2, demi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Amin!"
Sambil menaikkan pujian Mazmur 134:3
Kiranya khalik dunia, Allahmu beranugerah
Bri dari Sion yang teguh, berkatNya pda jalanmu.
.... peneguhan mj2021 (5) peneguhan mj2021 (6) peneguhan mj2021 (8) Pendeta mengangkat yang diteguhkan seorang demi seorang kemudian :
"Saudara2, Tuhan gembala GerejaNya menyambut kesediaan saudara2 sebagai Majelis Jemaat dan kepada saudara2 akan diberikan perangkat pelayanan, yaitu stola, Alkitab dan Tata Gereja dan PPTG GKP, untuk saudara2 Pengawas Perbendaharaan Jemaat perangkat pelayanan yaitu : Alkitab, Tata Gereja dan Pedoman Perbendaharaan GKP.
Pakaiah semua itu dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab saudara2".
Majelis Jemaat menghadap jemaat kemudian Pendeta menyampaikan:
"Saudara2 majelis Jemaat terpilih inilah Jemaat Tuhan yang dipercayakan kepada saudara2, peliharalah dan gembalakanlah domba2 Tuhan ini!"
Kemudian Mejelis Jemaat mengambil tempat duduk kemajelisan, setelah sebelumnya menerima perangkat pelayanan.
"Saudara2 Jemaat Tuhan, sambutlah saudara2 yang telah diteguhkan dalam sebagai Majelis Jemaat dan Pengawas Perbendaharaan Jemaat, Hormatilah dan dengarkanlah perkataan2nya dalam nama Tuhan, yang akan menghibur, menguatkan memperlengkapi saudara2 sesuai degan tugas dan tanggungjawab pelayanannya!"
Kemudian pendeta menaikan doa khusus untuk Majelis baru.
Demikianlah rangkaian acara lepas sambut manjelis di GKP Bekasi.
Biarlah Tuhan yang bekerja sehingga pekerja-pekerjanya bisa berkeja dengan baik seturut dengan kehendakNya. Terima kasih telah membaca coretanku ini, dan tidak lupa dukuangan dan doanya dalam pelayanan ku ini agar berjalan dengan baik
a6511-reatreat2bwil2b12bgkp2bbks2boct2b132b124

Pesta pernikahan

= 25 Feb 2017 =

img_20170225_170835_hdr Judulnya saya buat pesta, karena memang benar-benar pesta yang biasa dilakukan dalam pernikahan di adat batak. Harapannya minimal keturunan batak yang sudah lahir perantauan ini bisa mengenal adat leluhurnya, karena adat ini telah dimulai sejak nenek moyang orang batak. Tapi pada dahulunya adalah pesta yang dilakukan sampai 7 hari 7 malam, kebayangkan!. Sekarang ini sudah disimpulkan menjadi “ulaon sadari” artinya pekerjaan disingkat menjadi sehari,mulai dari melamar, memberikan “sinamot” mahar dan pesta. Mangkanya kalau dalam pesta adat batak bisa dari siang sampai malam, karena padatnya acara.

Mulai dari penerimaan tamu “hula-hula” masuk gedung dan makan bersama. Pada acara ini, kedua belah pihak “parboru” pihak manten perempuan dan “paranak” pihak manten laki-laki sudah ditentukan tempat duduknya,sehingga masing-masing mengundang masuk hula-hula dan disambut dengan tor-tor disertai dengan menerima bawaan dari hula-hula.
Selesai makan bersama maka, mulai acara dalam meminang walaupun sebelumnya sudah ada acara-acara sebelumnya, sebelum kejenjang pemberkatan pernikahan dan pesta, maka pihak paranak selaku “suhut” pemilik acara akan menyampaikan “pinggan panungkuan” salah satu syarat di dalam piring ada: beras, sirih dan uang. ini adalah tempat dan berkat serta transaksi sebagai dimulainya acara.
Setiap penyampaian pertanyaan dan jawaban atas pertanyaan maka disampaikan melalui pantun yang mana parboru menanyakan tujuan diundang dan makan bersama, maka paranak akan menjawab dengan tujuan rasa sukacita dan membagi kebahagian.
Dalam hal ini tentu siparboru masih akan menanyakan bahwa dengan adanya bawaan “tudu-tudu sipanganon” lambang makanan berbentuk hewan ini ada tujuan yang akan disampaikan. Maka paranak akan menyampaikan secara singkat pertemuan kedua mempelai yang jatuh hati dan dipersatukan dalam perberkatan nikah.
Tentu siparboru akan merasa senang dan dengan pantun menjawab bahwa kalau memang dua remaja sudah dipersatukan berarti suatu sukacita kami akan persiapkan tempat sebagai sinamot, yang pada jaman dulunya ada kerbau, kuda, sampi, lembu mas dan uang. Dengan segala kerendahan hati sebelumnya memuji parboru yang baik hati,bahwa dengan alasan semua yang diminta kerbau, kuda, lembu sudah ditinggal di bona pasogit. Sehingga disampaikanlah agar bisa diterima dengan senang hati dalam satu penyampaian berbentuk uang.
Dengan bernegosiasi yang dilakukan dengan pantun dan terakhirnya setuju dengan nilai yang sudah disampaikan yaitu berupa uang dan ulos herbang sebagai berkat dari parboru. Dalam tanya jawab kedua belah pihak didampingi oleh “dalihan natolu” suhut kakak beradik, parboru dan hula-hula, dan “raja parhata” protokol akan selalu meminta pendapat kepada pendamping sebelum memutuskan dan menjawab atau bertanya.
Disamping uang sinamot ada juga uang untuk keluarga yang membesarkan, merawat dan keluarga terdekat sebagai upah dan terakhir sebagai “pinggan panganon” berupa uang lelah kepada yang hadir.
Didalam acara ada tulang, dimana marga dari ibu paranak yang hadir dalam hal ini marga manten perempuan tidak semarga maka akan disampaikan sebagai berbagi sukacita berupa daging, minuman dan uang (tintin marangkup) dan mengajak agar bisa satu kedudukan/tempat, walaupun bukan borunya yang berpesta.
Dalam hal ini disebut upah tulang/titin marangkup.
Setelah selesai memberikan uang permintaan, kemudian paranak akan meminta berkat melalui pemberian ulos kepada hela sebagai ulos hela dan sarung, dimana ini adalah sebagai lambang berkat telah di setujui/diterima dan berkat kepada keluarga baru/penganten. Kemudian akan diberikan “ulos passamot” artinya berkat yang telah berlelah dalam mengurus anak sampai besar kepada orang tua manten laki-laki, dan kemudian kepada keluarga terdekat keluarga paranak sebagai kata nasihat berupa ulos.
Kemudian masing-masing dari keluarga rombongan parboru mulai dari suhut parboru, kemudian hula-hula.
Pada saat penyampaian ulos biasanya akan disampaikan pantun sebagai berikut :
——————————————————————–
Dakka ni arirang, peak di tonga onan
Badan muna naso jadi sirang, tondimu masigomgoman.
Ribbur ni pakkat tu ribbur ni hotang
Sai tudia pe hamu mangalakka, sai tusi ma hamu dapot pansamotan
Mangula ma pangula, dipasae duhut-duhut
Molo burju marhula-hula, dipadao mara marsundut-sundut
Ruma ni ijuk tu ruma gorga
Sai tubu ma anak muna na bisuk dohot boru muna na lambok marroha
———————————————————————–
Dan jika sudah selesai dari rombongan pihak parboru memberikan ulos kepada paranak maka giliran keluarga paranak mulai dari hula-hula menyampaikan nasihat berupa ulos kepada penganten.
Demikian sekilas acara pesta pernikahan di adat batak, yang memang sengaja tidak begitu detail karena tujuannya agar bisa memberikan gambaran acara.
Mudah-mudahan coretan saya ini berguna terutama kepada keturunan orang batak yang telah besar diperantauan ini.
Saya sendiri memang kurang begitu paham secara detail karena boleh dibilang dari SMA sudah di perantauan ini.
Dan bagi saudara-saudara yang lebih mengerti mohon dikoreksi untuk membuat lebih baik.
img_20170225_130101_hdr Inanta soripada

img_20170225_124337_hdr

IMG_20170225_124318_HDR.jpg

IMG_20170225_125251_HDR.jpg

Untuk sedikit memberi gambaran maka saya buatkan urutan untuk prosesi pesta unjuk/pernikahan
Sebelumnya adalah Patua hata yaitu langkah awal paradaton yang bertujuan meningkatkan hubungan muda-mudi yang dilanjutkan dengan acara mempersiapkan acara selanjutnya yaitu sinamot “mahar” dalam acara marhusip. Sehingga pada saat unjuk membicarakan sinamot hanya sebagai preforma.
Jika si penganten pria tidak mengambil boruni tulangnya/pariban, maka ia harus melakukan kunjungna ke rumah tulangnya memberitahukan bahwa calon penganten yang akan di ambil adalah bukan borunya agar bisa dianggap sebagai borunya.
Kemudian acara selanjutnya adalah martonggo raja atau marria raja mempersiapkan acara unjuk secara detail baik sebagai raja parhata, protokol, penanggung jawab makanan, penerima tamu, pembagian undangan dll.
Martonggo raja dilakukan ditempat yang bukan menjadi suhut bolon/bolahan amak, yaitu jika alap jual maka di rumah paranak dan taruhon julan dirumah parboru.
Selanjutnya sebelum acara pemberkatan dan unjuk, maka dipersiapkanlah untuk pemberangkatan penganten ke pemberkatan yaitu marsibuha-buhai, makan bersama kedua belah pihak. Setelah pemberkatan maka kedua belah pihak berangkat ke tempat unjuk.


Adapun acara di unjuk adalah
Setelah semua undangan masuk gedung unjuk, Paranak menyampaikan tudu-tudu sipanganon kepada parboru dan parboru menyerahkan ikan mas dan setelah selesai saling menyerahkan berdoa untuk makan bersama.
Pada saat makan bersama kedua suhut mengelilingi ruangan dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangannya.
Seusai makan maka dibagikan jambar juhut.
Paranak menerima tumpak dari dongan tubu, boru, bere, ale-ale.
Dilanjut dengan acara percakapan adat dimana kedua belah suhut bermusayawarah menentukan raja parhata dan minta bimbingan dari hula-hula.
Parboru meminta paranak menyerahkan pinggan panungkunan Parboru menayakan maksud dan tujuan menyuguhkan hidangan Paranak menjelaskan ucap syukur dalam mengadakan pesta unjuk.serta menyampaikan panggoki sinamot.
Parboru minta waktu untuk berunding dengan boru, hula-hula sebagai keputusan diterima tidaknya, kemudian menjawabaya serta jambar suhi ni ampang na opat, upa parorot, todoan dan surung-surung kepada oppungnya dan terakhir pinggan panganan.. Paranak minta waktu untuk berunding dengan boru, hual-hula sebagai usulan dierima atau tidak, kemudian menyerahkan panggohi ni sinamot dan jambar serta surung-surung.
Parboru meminta paranak bersama-sama dengan suhut parboru menghadap paman guna menyampaikan tintin marangkup, setelah kemudian meminta apakah ada permintaan lain dari paranak?
Paranak meminta agar memberikan ulos herbang dan ulos tinonun sadari.
Parboru memberikan ulos kepada pihak paranak.
kemudian penyampaian kata-kata doa reste dengan lambang ulos, kemudian pembagian olop-olop, dan diakhiri dengan doa oleh pihak parboru.

Rapat Jemaat GKP Bekasi

= 05 Feb 2017 =

lepas_sambut-20 Salah satu program dalam kemajelisan adalah rapat jemaat yng dilakukan sekali dalam setahun, dimana diharapkan semua jemaat hadir dan menyampai hal yang penting dalam peningkatan pelayanan yang dilaksanakan pada Sabtu 5 Feb 2017..

Berikut ada program yang akan disampaikan ke jemaat dan pada saat tersebut akan ada wacana tanya jawab untuk membuat keselarasan pengertian kedua belah pihak.
Dasar dan makna rapat jemaat
Rapat jemaat adalah rapat yang diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh anggota sidi jemaat memikirkan mengambil bagian dalam pelaksanaan panggilan gereja oleh jemaat (TG Bab X Pasal 21 Ayat 2a)
Tema dan program GKP Jemaat Bekasi tahun 2017/218
Tema tahunan jemaat
Setelah tahun lalu kita mengusung tema yang menitik beratkan para pembinaan keluarga sebagai elemen dasar dalam membangun jemaat, maka tahun ini kita akan mendorong seluruh bagian jemaat, yang merupakan anggota keluarga, untuk mengambil peran dalam karya pelayanan bagi Kristus, Kepala Gereja.
Adapun rumusan tema yang diangkat sbb:
“mempersembahkan hidup bagi Tuhan melalui karya pelayanan” (bnd Rom 12:1, Mat 20:28)
Tema tsb didasari oleh beberapa pokok teologis yakni:
Melayani (diakonia) merupakan salah satu pokok dari tri tugas panggilan gereja
Segala bantuk pelayanan dikaruniakan oleh Allah di dalam Kristus, dalam beragam bentuk, sebagai wujud ungkapan syukur atas anugerah keselamatan dari Allah.
GKP memandang bahwa melayani adalah hak seluruh anggota jemaat (TG BAB IV Pasal 10 ayat 3) Gereja bertumbuh bukan karena perbuatan orang lain, melainkan karena partisipasi seluruh anggotanya yang bertekun dan setiap melayani dengan tulus dan sukacita
Seluruh anggota jemaat perlu mendapat ruang untuk mengekpresikan penghayatan imannya dalam bentuk karya pelayanan dengan semangat gotong royong dan saling menlengkapi
Sebagai salah satu upaya penghayatan tema oleh anggota jemaat dalam setiap kebaktian maka lagu tema yang akan dinyanyikan selama tahun 2017/2018 sbb:
Judul : Menyenangkan-Mu
Tuhan ku mau menyenangkan-MU
Tuhan bentuklah hati ini
Jadi bejana untuk hormat-Mu
Cemerlang bagai emas murni
Tuhan kuserahkan hatiku
Semua kuberikan pada-Mu
Kuduskan hingga tulus selalu
Agar aku menyenangkan-Mu
Ref. Menyenangkan-Mu, senangkan-Mu
Hanya itu kerinduanku
Menyenangkan-Mu senangkan hati-Mu
Hanya itu kerinduanku.

Arah Program jemaat
Berbagai tantangan kita hadapi dalam membangun dan mempertahankan persekutuan. Dalam satu teori pembangunan jemaat (teori lima factor J Hendrik) membangun jemaat yang vital dan menarik dilakukan dengan memberi ruang bagi setiap anggota gereja untuk mengambil peranan dalam gerak kehidupan berjemaat. Gereja seringkali terpaku hanya pada tugas2 konvensional, yang dikerjakan oleh sebagaian kecil anggota jemaat, Ruang pelayanan pun dibatasi dalam lingkup-kemajelisan, komisi dan panitia yang formal dan terstruktur. Melihat potensi GKP Jemaat Bekasi, tentu masih dapat dikembangkan ruang lingkup dan jenis pelayanan yang dapat menarik minat lebih banyak anggota jemaat untuk terlibat dalam karya pelayanan.
Pelayanan yang kita kembangkan kiranya menjangkau lebih luas lagi, baik internal maupun eksternal. Bagi lingkup internal, kita dapat merancang program untuk anggota jemaat yang selama ini sama sekali belum tersentuh, misalnya bagi anggota jemaat yang berkebutuhan khusus. Bagai jangkauan eskternal, kita dapat terus mengupayakan membangun komunikasi dengan gereja sekitar, memabangun jejaring lintas iman dan menghadirkan program2 pelayanan bagi lingkungan gereja dan masyarakat pada umumnya.
Seiring degan pengembangan dimensi pelayanan, penguatan dimensi persekutuan dan kesaksian juga tentu tetap menjadi perhatian dalam gerak berjemaat. Pembinaan bagi seluruh golongan usia kiranya terus ditingkatkan. Beberapa komisi kategorial perlu pendampingan secara khusus. Komisi non-kategorial yang baru, seperti komisi media-informasi, Komisi harta-milik dll, kiranya juga dapat dibentuk untuk menjawab kebutuhan yang mendesak bagi menguatkan dimensi persekutuan dan penataan gereja.
Dengan tetap berpedoman pada tri wawasan (wawasan ke-GKP-an wawasan oikumene, dan wawasan kebangsaaan) dan tri kemandirian (teologi, daya, dana) kiranya kemajelisan periode yang akan datang dapat melanjutkan penatalayan yang sudah dijalankan oleh kemajelisan sebelumnya, serta melakukan apa yang tertunda dan belum dapat diselesaikan. Relasi yang positif dengan nuansa persahabatan yang selama ini kita tunjukkan antara majelis dan seluruh elemen dalam jemaat kiranya akan tetap terpelihara dan semakin ditingkatkan ke depan. Demikianlah arah program jemaat untuk kita gumuli dan dukung bersama, khususnya di tahun pelayanan 2017/2018 juga dimasa2 yang akan datang.
Program prioritas bidang I-IV.
Bidang I peribadan dan pembinaan
Bulan kategorial (April ~ Nobember 2017)
Katekisasi untuk warga berkubtuhan khusus
Pembinaan bagi fungsionaris gereja (komisi2, tim pelayanan, pemusik dll)
Wisata rohani jemaat (Sep 2017)
Bidang II. Keesaan dan Kesaksian
Pembentukan Tim kunjungan
Pembentukan tim pelayanan kesehatan
Dukungan pendidikan dan sosial bagi warga jemaat
Pelayanan kasih ke lembaga pemasyarakatan (bersama klasis), panti galuh dan panti werda(bersama komisi kategorial)
Bulan diakonia (Feb 2018)
Pengelolaan tanah makam Cigelam
Bidang III, Penelitian dan Pengembangan
Membangun dan mengembangkan database jemaat
Pemilihan komisi2 dan pengurus wilayah 2018-2010
Pengkajian pembentukan komsisi2 baru
Bidang IV Sarana, Daya dan Dana
Renovasi pastory bulak kapal
Renovasi toilet gereja
Pemeliharaan ruein gereja danpasotori2
Pemanggilan Vikaris
Pengadaan sarana prasarana
Pencatatan harta milik gereja
Sumber dana
Kas jemaat
Persembahan kebaktian rutin
Persembahan kebaktian khusus
Persembahan KRT dan kategorial
Persembahan bulanan
Persembahan syukur
Amplop natal
Apmpol PHRG (12 kali, setiap minggu pertama)
Donasi
Kas Diakonia
Iuran wajib dan uang pokok anggota diakonia
Donatur wilayah
Amplop bulan Diakonia
Kas Pembangunan
Persembahan kotak pembangunan
Janji Iman
Donasi
Kebersamaan sinode, klasis dan PGIS
Amplop HUT GKP
Persembahan minggu ke-5 Klasis
Persembahan pertukaran PF PGIS


Apakah aku berkomitment menjadi pelayan Tuhan?

= 18 Feb 2017 =

Sebelum terpilih menjadi mejadi majelis melalui pemilihan putaran kedua,maka pantia mengadakan penbinaan kepada calon soal spirtual dan komitment, agar benar lahir dari diri sendiri untuk bisa mempunyai spiritual dan berkomitment.

Pada pembinaan ini Sabtu 18 Feb 2017, saya tidak bisa hadir karena waktunya bersamaan dengan kegiatan diakonia yaitu aksi-sosial dalam pembagian sembako ke lingkungan gereja setempat.
Dan setelah terpilih menjadi majelis, maka panitia kembali mengadakan pembinaan terpilih agat bisa berorganisasi dan menyelesaikan perselisihan/konflik Spiritualitas
Dalam hal ini kita menjalin lima patokan yang akan menjelaskan dasar2 spiritualitas, yaitu 1) Makna dan Tujuan; 2) Kasih sayang ;3) Kesadaran (consciousness); 4) Pengabdian ; dan 5) Kesejahteraan pribadi. Spiritualitas bermakna adalah perasaan haus akan kedamaian, kebutuhan dan kepenuhan yang tidak bisa dibeli dengan uang
Spiritualitas memupuk dan mengembangkan karakter, cinta, kasih sayang dan rasa tanggungjawab”.
Spiritualitas adalah kehalusan hubungan antara kita dengan Kristus. Spiritualitas adalah proses persenyawaan antara kita dengan Yesus Kristus. Kita dengan menjadi senyawa. Lalu persenyawaan itu berbuah dalam persenyawaan antara kita dengan orang2 yang memerlukan diri kita. Kita diajak mengikut Yesus. Kita diajak bersenyawa dengan Yesus. Kita belajar bersenyawa dengan Yesus. Kita belajar menghaluskan spiritualitas. Belajar bukan dengan kata2 kotbah atau ceramah, melainkan dari detik2 kehalusan dan keteduhan yang kita alami sendiri. Spiritualitas adalah kehalusan dan keteduhan jiwa.
Acap kali organinsasi menjadi tidak produktif karena kesalahan dan kelemahan pemimpinnya. Pemimpin dan kepemimpinan adalah 2 hal yang berbeda. Pemimpin adalah seseorang yang melakukan fungsi memimpin, sementara kepemimpinan adalah proses dan tindakan memimpin.
Kepemimpinan adalah suatu hubungan social dimana seseorang atau kelompok terntentu (pemimpin) dibiarkan memengaruhi orang lain kea rah prubahan untuk mencapai sasarang bersama. Pada dimensi lain memainkan peran sebagai pemberi arah pasti kehidupan yang elegan melalui peyemaian penerapan nilai2 karakter kristiani. Paradigma pembangunan menekan pada pendekatan, yaitu 1) Pemberdayaan (empowerment); 2) Keadilan (equity); 3) Produktivitas (productivity); dan 4) kesinambungan (sustainable).
Kepimipinan tidak akan jalan tanpa pimpinan, sebaliknya tidak akan berarti tanpa kepemimpinan. Gereja dan organisasi kristiani dewasa ini sangat membutuhkan para pemimpin, namun tidak semua orang dalam ukuran manusia adalah pemimpinan yang visioner, berfikir jauh kedepan menggerakkan gereja dan organisasi yang dipimpinnya mencapai tujuan atau cita2 masa depan serta taat kepada Allah. Faktor penting dalam melaksanakan tugas pelayanan adalah adanya komitment yang kuat berdasarkan kesadaran, keteguhan akan panggilan dan kepekaan akan wujud nyata spiritiual dalam kehidupan.
Hampir semua gereja di Indonesia mengenal “penatua” atau “jabatan penatu”. Dalam tradisi gerejawi disamping pendeta, penatua sebagai jabatan gerejawi yang paling penting dan paling terhormat. Sesungguhnya, penatua adalah “profesi” atau “tugas”. Nats Alkitab dalam Markus 10:15, Yesus mengatakan bahwa :Ia (=Anak manusia) bukan datang untuk dilayanai, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya (=harga tebusan) bagi banyak orang. Nats ini memberikan makna yang menentukan bagi seluruh pelayanan yang dilakukan oleh pejabat2 gereja, karena dalam hal ini, melayani dengan seluruh penyerahan diri dalam kasih sama seperti Kristus.
Hakikat gereja dan iman Kristen mengharuskan anggota gereja Tuhan Yang Esa di dunia yang luas dan beragam ini untuk berteologi.
Rasul Petrus memberikan nasehat kepada kita sekalian “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh2 berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan dan kepada kebajikan pengatahuan dan kepada pengetahuan penguasaan diri, dan kepada penguasaan diri katekunan dan kepada ketekunan kesaleha dan kepada kesalehan kasih akan saudara2 dan kepada kasih akan saudara2 kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah2, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus Tuhan kita” (bnd 2 Pet 1:5-8). Karena itu, saudara2ku, berusahalah sungguh2 supaya pangilan dan pilihan makin teguh.. (2 Pet 1:10a).
Komitment pelayanan kepemimpinan jemaat.
Komitmen adalah tindakan yang diambil untuk menopang suatu pilihan tindakan tertentu, sehingga dapat dilaksanakan dengan sungguh2 dan sepenuh hati. Dalam hal ini komitmen merupakan suatu keyakinan batin atau sikap yang kuat terhadap pelaksanaan pekerjaan yang mengikat sehingga membelenggu seluruh hati Nurani seseorang dan kemudian menggerakkan perilaku menuju arah yang diyakininya dalam menjalankan tugas. Komitmen kepemimpinan yang tinggi sangat diperlukan dalam sebuah organisasi situasi pelayana professional. Berbicara mengenai komitmen pelayanan sering dicampurkan dengan istilah loyalitas dan komitmen perlu penegasan agar pemaknaannya menjadi jelas
Kata komitmen berasal dari Bahasa latin committee to vonnet, entrust the state of being obligated or emotionally, impelled adalah keyakinan yang mengikat. Sedemikian kukuhnya sehingga membelenggu seluruh hati nuraninya dan kemudian menggerakkan perilaku menuju arah yang diyakininya. Menurut
Dalam organisasi, termasuk kegerejaan dikenal 3 dimensi komitmen. Yaitu 1) Komitment efektif sebai ikatan mosional terhadap pelayana; 2)komitmen kelanjutan sebagai sikap konasi menerima atau menolak; 3)Komitmen normative sebagai predikat berkewajiban atau percaya tinggi, perlu diingat bahwa komitmen tidak didasarkan pada satu komponen, karena interaksi antar ketiganya memiliki komitmen efektif, menikmati perkerjaan dan ingin tinggal, tetapi juga akan memiliki komitmen kontinue karena tidak ingin kehilangan prestise dengan pekerjaan.
Komitmen dapat mewujudkan sikap majelis untuk tetap berada dalam organisasi gereja dan terlibat dalam upaya2 mencapai misi, nilai2 dan tujuan organisasi gereja. Lebih lanjut dijelaskan bahwa komitmen merupakan suatu bentuk loyalitas yang lebih konkrit yang dapat dilihat dari sejauh mana majelis mencurahkan perhatian, gagasan dan tanggung jawab dalam upaya mencapai tujuan organisasi gereja. Jadi di dalam komitmen tsb terdapat beberapa unsur antara lain adanya kemampuan memahami diri dan tugasnya, pancaran sikap bathin (kekuatan bathin) kekuatan dari luar dan tanggap terhadap perubahan.
Komitmen kerja majelis yang tinggi berarti terdapat kepemihakan kepada gereja dengan etos kerja yang tinggi pula.
Komitment majelis sebagai predictor kinerja majelis merupakaan perdiktor yang lebih baik dan bersifa global dan bertahan dalam melaksanakan tugas pelayanan gereja sebagai suatu keseluruhan daripada kepuasan kerja semata. Komitmen kerja majelis merupakan kekuatan bathin yang datang dari dalam hati seorang pelayan dan kekuatan dari luar itu sendiri tentang tugasnya yang dapat memberi pengaruh besar terhada sikap majelis berupa tangung jawab, responsive, inovatif terhadap perkembangan dikedewasaan iman dan spiritualitas jemaat. Itulah salah satu tujuan kita melakukan pelayanan dan pembinaan bagi jemaat agar mereka mengalami keteguhan iman, mengandalkan Tuhan dalam Yesus Kristus sebagai Tuhan Juruselamatnya. Jemaat mengalami kedewasaan rohani dan keteguhan iman “sehingga kita bukan lagi anak2 yang diombang-ambingkan oleh rupa2 angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikian mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran didalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal kearah Dia. Kristus yang adalah Kepala” (efesus :14-15).
Komitmen kerja seseorang didukung oleh kebutuhan2 akan prestasi (need for achievement) akan mendorong untuk melebihi, mencapai standar2, berusaha keras untuk berhasil. Berdasarkan pada uraian diatas, dapat diketahui bahwa komitmen, spiritualitas, memotivasi pelayanan untuk berkarya, berprestasi dan berkarakter. Komitment pembangungan karakter pelayanan dapat meningkatkan spiritualitas jemaat.
Manusia tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya seorang diri, ia membutuhkan orang lain untuk dapat memenuhi kebutuhannya untuk itu manusia berkelompok dan berorganisasi, maka pelayanan gereja terdiri dari kelompok orang2 yang bekerja melayani unuk mencapai tujuan orgnaisasinya, dengan komitmen mengembangkan dan dipertahankan pola perilaku terntentu yang stabil dan dapat diperkirakan sebelumnya. Komitmen tak kalah pentingnya dimiliki oleh seorang anggota gereja dan juga kepemimpinan baik komitmen professional maupun komitmen organisasional.
Komitmen majelis adalah suatu keterlibatan diri terhadap tugas dan kewajiban sebagai majelis yang dapat melahirkan tanggung jawab dan sikap responsive dan inovaif terhadap konsekwensi logis dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap bidang pelayanan yang ditekuninya.
Berdasarkan pemahaman umum mengenai komitmen kerja majelis gereja pada Gereje Kristen Pasundan (GKP) Bekasi, dapat dirumuskan konstruk sebagai sintesa yang dapat dipedomi sebagai acuan dalam pelayanan. Acuan pengembangan komitmen pelayan gereja ini, diarahkan pada nalisis unsur pengembangan sumber daya manusia dipimpin organisasi gereja dalam hubungannya dengan karakter anggota jemaat. Komitmen pelayanan merupakan predikat sejauh mana seorang majelis memihak pada gereja dan tujuannya, serta berniat mempertahankan keterlibatannya dalam kepemimpinan tersebut, walau seringkali diartikan secara individu berhubungan keterlibatan dalam organisasi.
Komitment kerja majelis gereja merupakan suatu keterikatan diri terhadap tugas dan kewajiban sebagai pelayan yang berpangkal dari pemahaman, perasaan dan keterlibaran dalam organisasi gereja, melahirkan tanggung jawab, sikap responsive, inovatif terhadap pengembangan dan pecerapan pelayanan dalam 3 dimensi komitmen berorganisasi. Yaitu komitmen effektif, komitment koniyu dan komitmen normatif. Komitmen kerja majelis gereja tersebut mendorong terwujudnya kemampuan memahami diri dan tugasnya, pancaran, sikap bathin (kekuatan bathin) kekuatan dari luar dan tanggap terhadap perubahan yang melahirkan tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban menjadi kemitmen seseorang sehingga tugas tesebut dilakukan dengan penuh keiklasan bagi kemuliaan Tuhan.
Semoga sedikit coretan saya soal spiritual dan komitment bisa lebih menumbuhkan iman dalam pelayanan. "Selamat melayani.
Tuhan memberkati.


Farm House Bandung

= 11 Dec 2016 =

famhouse Setelah selesai dengan pembinaan dan pelatihan diakonia, akhirnya masing-masing pulang. Karena besok masih libur, maka sejak awal sudah direncanakan untuk melanjutkan adventur dengan mengnjungi tempat wisata. Saat ini karena di lembang kita berada, maka rencana untuk mengunjungi farm house susu di lembang.
Pada hari minggu 11 Dec 2016 (hari lahir ku itu yah!) meninggalkan villa istana bunga beserta rombongan, dan mencari penginapan, agar besoknya bisa segar saat pergi ke tempat wisata. Itulah kondisi kita di indonesia ini, jika ada aja liburan yang sedikit panjang maka, akan menjadi penuh tempat-tempat wisata, bahkan penginapan pun sudah banyak dibooking sebelumya. Karena kunjungan kami kondisional, maka kami tidak membook penginapan sebelumnya, maka sepanjang jalan setiap ada hotel atau penginapan kami mampir untuk bertanya. Dan sangat beruntung masih ada tempat walau tidak bisa memilih, karena terbatasnya yaitu Villa dan resoret “Hawa desa”, walau memang sedikit mahal dari rate biasa karena libur panjang tadi….

Dari namanya jelas sangat alami, karena pas ditepi kebun, dan pemandangan yang baik untuk daerah lembah perkebunan. Esok harinya kami meninggal penginapan pukul 9.00 untuk hunting ke fam house susu di lembang. Sepeti kondisi liburan panjang yang seharusnya cukup ditempuh dengan waktu 30 menit menjadi 2 jam-an, kebayang kan?
Sesampainya di tempat kami melihat bahwa sudah banyak pengunjung parkir diluar farm house susu, dengan asumsi mungkin sudah penuh tempat parkir, maka ketikan didepannya ada tempat kami langsung memarkir kenderaan, dan berjalan kaki ke farm house dengan menanjak….
waduh… mau refresing malah capek, tapi tak apalah, yang penting anak-anak happy, tinggal kita nih….
famhouse1
Memang penataan sangat baik, karena baru masuk saja kita sudah disambut dengan nuansa koboy dan kerajaan, dimana bisa menyewa pakaian untuk selfi-selfi.
Dan ticket kita bisa tukar dengan susu…
Nuansa untuk back-ground sangat bagus setiap sudut pandangan.
Pengunjung bisa memberikan langsung makanan setelah membeli dulu tentu, seperti wartel untuk domba dan kelinci.
Anak-anak sangat seunang, karena mereka bisa merasakan langsung bagaimana memberikan makanan langsung kepada hewan-hewan disana.
Begitu juga ada tempat untuk memberikan susu ke-anak sapi, dimana kita membeli dulu botol yang ada susunya khusus yang ada dotnya, kemudian anak-anak juga langsung memberikan, walau awalnya takut karena anak sapi langsung nyamber…wuih…h tatut.
Sedikit pengenalan dan pengetahuan buat anak-anak, sehingga mereka memiliki rasa sayang dan mengenal akan hewan piaraaan terutama.
Kalau zaman saya dulu …. dulu gitu loh…. tidak aneh, karena dikampung beta buanyak hewa-hewan yang berKliweran.
Sebagai informasi tambahan, bahwa ternyata tempat parkir sebelum jam 12 masih ada tempat, jadi tidak usah kwatir tidak kebagian. Memang mendekati area farm house tunkang parkir akan menawarkan untuk parkir, dengan alasan sudah penuh parkiran di farm house…. heh heh…. Jangan bilang-bilang yah… kasihan, karena mereka juga mencari rezeki.
Kemudin kami kembali ke Bekasi pada pukul 1 siang dan menlesuri jalan lembang arah pastor menuju toll Cipularang….


Apakah kita sudah memberikan persembahan sebagai ungkapan syukur

= Sep 2016 =

gkpbekasi Tidak terasa kalau sudah bulan september, dimana bulan ini adalah ulang tahun GKP Bekasi, 20 September yang ke-38.
Dalam rangka ulang tahun ini, diadakan kotbah serial, kebaktian rumah tangga dan pemberian dana kasih kepada janda atau duda.
Hal ini sebagai wujud cinta kasih dan pelayanan dari gereja.
Pada Minggu pertama ini kotbah serialnya ber tema "Persembahan menurut perjanjian lama".
Yang diambil dari Maleaki 3:6-12. (kalau jarang buka alkitab pasti susah menemukan kitab ini).
Kitab ini adalah firman Tuhan kepada ISrael melalui Maeliaki, ini adalah kitab terakhir dari Perjanjian lama.
Kotbah yang disampaikan oleh Pdt Jemaat GKP Bekasi Bpk Sains Piter ini sangat mengena dalam kehidupan saya dan kita pada umumnya.

Saya tidak pernah berpikir bahwa, Tuhan telah memberikan berkat kepada kita umatnya yang tidak pernah berhenti/berkelimpahan.
Sebagai karyawan atau pekerja baik dibidang apapun, sudah pasti ada berkat, terbukti dengan kehidupan yang masih berjalan kehiupan.
Terutama seperti saya sebagai karyawan setiap bulan ada penerimaan yang tidak pernah tertunda, ini juga dari Tuhan melalui perusahaan tempat saya bekerja.
Tapi kenyataannya saya belum pernah membuat rencana pengeluaran untuk persembahan, selain dari pada keperluan jasmani baiik perimer maupun sekunder.
Alih-alih pada saat memberikan persembahan secara spontan, dimana kalau keluar merah dari "dompet" masuk lagi diganti yang lebih kecil nilainya.
Atau lebih mirisnya dibelikan sesuatu agar bisa dapat uang kecil.
Kalaupun ada sukacita untuk memberikan persembahan, jika kita mendapat berkat diluar dari kebiasaan yang kita dapat itu pun kalau masih ingat.
Sehingga secara logika, jika kita melakukan hal yang demikian maka, tak heran jika dalam kehidupan kita akan selalu kekurangan, karena tidak pernah kita sampaikan persembahan syukur.
Di Maleaki Tuhan murka karena zaman nenek moyang israel telah menyimpang dari ketetapanNya dan tidak memeliharanya. Tapi bangsa Israel bertanya "dengan cara bagaimanakah kami harus kembali", boleh kah manusia menipu Allah?" Kita tidak menyadari kalau sudah menipu/merampas dari/hak Tuhan.
sehingga Tuhan menyampaikan "Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku, dan ujilah Aku"
Firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidan membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan... maka segaka bangsa akan menyebut kamu berbahagia sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman Tuhan semesta Alam.
Dari kutipan ayat tersebut diatas bahwa Tuhan akan mencurahkan berkat sampai berkellimpahan.... Saya begitu terpana, tidak percaya karena Tuhan mencurahkan berkat berkelimpahan, sementara kita akan memberikan persebahan dengan hitung-hitungan...(untung dan rugi).
Semoga dari sedikit coretan ini mengingatkan kita kembali untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan, karena Tuhan telah memberikan dulu.
Tuhan memberkati... Amin.


Muzizat itu ada kalau

= 05 August 2016 =

IMG_20160807_162859


Hari jumat 5 Agustus 2016 adalah hari kerja yg ditunggu pada umumnya, karena besoknya sudah libur. Tapi pulang lebih lambat setengah jam karena istirahat buat muslim sholat jum’at. Seperti biasa kita juga ada jum’at lapo 😀.
Tapi jam 3 sore hari itu perut sakit seperti di plintir😈. Ingin pulang belum bisa karena tidak kuat, maka tidur diklinik dengan harapan bisa reda😨😭. Tapi sampai bell pulang juga tidak reda mau ngga mau pulang dengan rasa sakit yang nyeri dan perih, sambil merintih dalam perjalanan di kenderaan. Karena setiap ada hentakan pasti terasa lebih sakit.

Sesampainya di rumah lansungg ke kamar mandi untuk mngeluarkan isi perut karena sudah mual tidak tahan.
Walau sedikit reda tidak hilang juga rasa sakit, semalaman merintih dalam kesakitan sampai besoknya baru ke dr klinik untuk pertolongan pertama. Ternyata sudah akut, sakit usus buntu tidak bisa lagi di treatment dengan obat. Sehigga dikasih penghilang nyeri sambil menunggu dalam 3 jam tidak ada perubahan maka harus diambil tindakan. Karena tidak tahan maka pergi ke RS islam pondok kopi agar lebih mudah dalam pengontrolan.
Setelah di ugd di check kembali darah dan urin untuk memastikan. Karena rasa yang sma bisa 2 penyebabnya yaitu air seni membengkak. Dari darah di ketahui leukocyte sudah 22.1/uL yg seharusnya 5-10 . Leukocyte adalah bakteri.

Kemudian chektes elektrokardiogram (EKG) karena usia sdh >40th, kemudian rontgen.
Hasil dari semua siap untuk tindakan mulai pkl 21 hari sabtu 6 Agustus 2016 (mana ulang tahun esther lagi! , maaf ya nak tidak bisa mendampingi pada Hari penting ini) Sebelumnya dr anastasia info cara bius dan apa yg diminta. Bius local adalah sekitar operasi dan 6 jam bertahan, jika sudah selesai 4-5jam kemudian masih ada sampai hilang. Dimana pada saat habis masa bius akan terasa sakit yang bekas operasi. Atau seluruh tubuh dengan waktu operasi selesai bius hilang, sehingga akan terasa bekas operasi sakit. Saya meminta local karena masih ada jeda.
Puji Tuhan dan muzizat, karena saat persiapan semua berjalan lancar bahkan tensi normal, tidak ada waktu tunggu karena puasa dan selesai operasi sudah jam tidur, karena kurang tidur maka tidur pulas dan tidak terasa masa bius hilang dan tidak ada rasa sakit. Usus buntu normal 10cm hasil operasi sudah 30cm berarti muzizat,
IMG_20160807_055226 seandainya tidak terdeteksi maka akan pecah yang akan tersebar dan harus operasi besar yg hasilnya cuma 50-50. Berkat dukungan doa semua sudara dan pdt gereja operasi berjalan dengan lancar. Terima kasih dr Amir Lubis SpB, dr, staff RSI, istri yg tercinta yang saat2 seperti ini kau curahkan semua tenaga dan pikiran, ibu bapa mertua yang rela menjaga dan menjadi pesuruh mantu, saudara-saudraku yg telah memberikan dukungan moril dan doa, kiranya Tuhan yg melimpahkan berkatnya untuk semua yang dilakukan.
Amin..

Dengan kurun waktu 32 jam setelah operasi tidur telentang dan punggung puanas tidak tertahan, dan dr meminta agar dilatih untuk duduk dan jalan. Puji Tuhan bisa langsung jalan walau nyeri setiap gerakan. dan besoknya hari minggu setelah buang angin hanya minum air satu sendok setiap jam, padahal puasa sejak hari kemarinnya pukul satu. Tidak terbayangkan setelah 50th baru dirawat di rs, biasanya besuk atau jaga orang sakit.

Terima kasih Tuhan segala berkat hidup yang kunikmati.
Rupanya muzizat itu selalu ada tergantung bagaimana kita memandang.


IMG_20160809_130258

Legenda Namboru boru Saroding

= 2 June 2016 =

Legenda ini, saya sadur dari http://mansoncarlos.wordpress.com/2012/09/14/legenda-namboru-saroding-dalam-versi-bahasa=indonesia. (terima kasih Abang atas blognya)
Ada beberapa yang saya rubah sesusai dengan cerita yang pernah saya dengar dari Bapak Uda Sitinjak(alm) tahun 1984.

Jika ada hal yang kurag lebih agar bisa di perbaiki demi informasi yang lebih akurat.
Suatu hari menjelang siang, Namboru Boru Saroding pergi ke Danau Toba untuk mandi sekaligus mencuci pakaian, tepatnya di tepi danau tempat tinggal orang tuanya yang terletak di antara Palipi-Mogang (Kecamatan Palipi Kab.Samosir) yang bersebelahan dengan Rassang Bosi dan Dolok Martahan. Boru Saroding terkenal dengan kecantikannya, konon pada jaman itu Boru Saroding diklaim sebagai Putri tercantik dari seluruh Putri/Boru Pandiangan. Karena kecantikannya, banyak Pemuda yang datang dari kampung lain bahkan dari seberang Danau Toba untuk merayunya (Manandangi) akan tetapi tak satupun yang mampu menaklukkan hatinya baik yang kaya ataupun yang tampan. Pemuda yang datang, pulang tanpa hasil.
Namun pemuda-pemuda tersebut juga tidak merasa sakit hati karena Boru Saroding menyambut mereka dengan sopan dan ramah.
Boru Saroding yang dikenal pendiam, sopan, taat akan orang tua dan baik hati terhadap teman-temannya, pandai membuat Ulos Batak. Dia sangat ulet dalam pekerjaannya. Ke-uletannya itu membuat orang tuanya cukup heran sekaligus bangga terhadap putrinya. Boru Saroding yang dalam adat Batak, mempunyai sifat dan sikap yang sangat baik, merupakan calon menantu idaman yang sangat dicari oleh putra raja.
Ketika Boru Saroding sedang mandi dan membilas rambutnya yang panjang dan indah di tepi Danau Toba, tiba-tiba sebuah sampan yang ditumpangi seorang pemuda tampan dan berwibawa yang berdiri di atas sampan datang menghampiri Boru Saroding.
Melihat pemuda yang mengenakan Ulos Batak dan melihat tampangnya, Boru Saroding berpikir bahwa pemuda tersebut bukanlah seorang nelayan biasa seperti yang sering dilihat disekitar pantai Danau Toba. Ketika Pemuda bersampan tersebut semakin dekat ke tempat dimana Boru Saroding berkeramas jeruk purut (Anggir dlm Bahasa Batak) hati Boru Saroding berdebar dan bertanya-tanya dalam hati,
“Siapakah pemuda ini?” seraya bergegas dengan cepat membersihkan rambutnya, karena merasa malu dipandangi seorang pemuda sedang mandi.
Dengan tergesa-gesa Boru Saroding pun selesai mandi dan beranjak dari pantai menuju kediaman orang tuanya. Akan tetapi ketika Boru Saroding hendak melangkah, sang Pemuda pun berkata kepada Boru Saroding,
“Putri Raja.. kenapa tergesa-gesa pulang??” tanya pemuda tersebut kepada Boru Saroding. Seketika langkah Boru Saroding pun terhenti karena terkejut dan seraya melirik ke arah Pemuda yang memanggil nya.
“Pemuda ini tampan dan berwibawa ya” penilaian Boru Saroding dalam hati.
“Kebetulan masih banyak pekerjaan saya yang harus saya selesaikan di rumah kami” dalih Boru Saroding kepada Pemuda tersebut.
Si Pemuda Tampan dan Berwibawa tersebut pun menghampiri Boru Saroding seraya memperkenalkan diri. Tempat asalnya dari Rassang Bosi (Desa Sabulan Kec.Sitio tio) yang disebut Ulu Darat kepada Boru Saroding. Dengan hormat Sang Pemuda pun menyampaikan maksud dan tujuannya menemui Boru Saroding sekaligus berniat agar Boru Saroding mau memperkenalkan pemuda tersebut kepada kedua orang tua Boru Saroding. Karena dari awal Boru Saroding melihat pemuda tersebut sudah terkesan dengan Ketampanan dan Kewibawaan sang pemuda, Boru Saroding pun merasa senang dan menyetujui permohonan sang pemuda, merekapun bergegas berjalan bersama menuju rumah Boru Saroding.
Ketika Boru Saroding dan Pemuda tersebut tiba di rumahnya, seketika Orangtua dan saudara-saudarinya merasa kagum akan tampang dan cara bicara sang pemuda yang datang bersama Boru Saroding, mereka serasa disulap melihat sang pemuda tersebut yang berbadan kekar tersebut.
Singkat cerita, Sang Pemuda tersebutpun menyampaikan niat baiknya yang ingin mempersunting Boru Saroding sebagai istrinya kepada Kedua Orang Tua dan Saudara-Saudari Boru Saroding, Guru Solandason (Ayah dari Boru Saroding) meminta tanggapan dari putrinya Boru Saroding, apakah putrinya Boru Saroding menyukai pemuda tersebut, Boru Saroding pun menyatakan bahwa putrinya suka dan mau menjadi istri Pemuda tersebut.
Tak lama kemudian, Guru Solandason memberitahukan kepada Sanak saudaranya. Dan selanjutnya Pemuda tersebut dan Boru Saroding pun mendapat restu dari kedua orangtua Boru Saroding. Kemudain Upacara Adat Pernikahanpun segera dilaksanakan di tempat tinggal Boru Saroding. Setelah acara adat selesai merekapun diberangkatkan menuju tempat dimana Suami Boru Saroding tinggal.
Merekapun naik sampan menuju Rassang Bosi, akan tetapi Boru Saroding sangat terkejut dikarenakan mereka begitu cepat sampai disana. Boru Saroding pun semakin heran karena suaminya menceritakan tempat tinggalnya di atas gunung di tengah hutan, Tombak Ulu Darat. Namun Boru Saroding tidak terlalu kawatir karena ketika mereka berjalan melewati jurang yang dalam dan terjal ditambah hutan yang begitu liar, Sang Suami menuntun langkahnya, memegang tangan Boru Saroding sehingga Boru Saroding tak sedikitpun merasa lelah bahkan suaminya terlihat kuat tanpa keringat melewati daerah yang cukup melelahkan untuk di lalui.
Tidak berapa lama kemudian, Boru Saroding dan Suaminya tiba di rumah Suaminya. Merekapun istirahat hingga tertidur pulas sampai keesokan harinya ketika menjelang pagi Boru Saroding pun terbangun namun Boru Saroding tidak melihat Suaminya sehingga Boru Saroding melihat ke samping rumah dan ke belakang rumah. Kemudain ketika Boru Saroding hendak melihat suaminya ke depan rumah, Boru Saroding pun tersentak karena terkejut melihat seekor ular berukuran sangat besar melintas di halaman depan rumah suaminya. Tiba-tiba dengan sangat tergesa-gesa Boru Saroding menutup pintu rumah karena merasa sangat terkejut dimana Boru Saroding sebelumnya tidak pernah melihat ular yang ukurannya sangat besar dan memiliki kepala yang tidak seperti kepala ular pada umumnya. Dengan rasa takut yang luar biasa dan rasa heran, Boru Saroding pun duduk diam terpaku di dalam rumah. Tak lama kemudian, Boru Saroding pun mendengar suara Suaminya memanggil namanya.
Sehingga Boru Saroding dengan segera bergegas membukakan pintu rumah untuk suaminya dan langsung mengatakan “Tadi saya melihat seekor ular besar dengan kepala yang aneh melintas dari halaman rumah kita menuju pohon besar di hutan” kata Boru Saroding kepada Suaminya.
Kemudian Suaminya menjawab pertanyaan Boru Saroding “Tidak usah takut, ular itu ular yang baik dan tidak mengganggu”.
Mereka menjalani dan melalui hari ke hari dengan kebahagian karena Suami Boru Saroding selalu memenuhi kebutuhan mereka tanpa kekurangan bahkan Suami Boru Saroding cukup pintar menghibur Boru Saroding dengan canda dan tawa, serta memiliki perhatian dan kasih sayang yang begitu besar kepada Boru Saroding. Dia berusaha mencarikan buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan yang mampu membuat kecantikan Boru Saroding terawat. Semua hal tersebut dilakukan dan dipenuhi Suaminya dengan sangat sangat mudah tanpa ada keluhan apapun sehingga mereka hidup dalam kebahagian melalui hari-hari rumahtangga mereka.
Akan tetapi semakin lama Boru Saroding pun merasa heran yang dari hari ke hari semakin bertambah kecurigaanya terhadap cara hidup Suaminya yang penuh kemudahan hingga pada suatu saat tanpa sengaja Boru Saroding melihat Suaminya di bagian atas rumah (Para-Para dlm Bahasa Batak) sedang berubah wujud menjadi seekor ular berukuran sangat besar persis seperti ular yang pernah Boru Saroding lihat sebelumnya. Namun Boru Saroding berura-pura tidak melihat kejadian tersebut karena merasa takut Ular tersebut marah kepada Boru Saroding. Kemudian ular tersebut melintas keluar dari rumah menuju hutan hingga Boru Saroding tinggal sendirian di dalam rumah.
Boru Saroding merasa sangat terpukul dan merasa menyesal yang begitu mendalam karena tanpa berpikir panjang dan tanpa mengenal lebih jauh siapa laki-laki tersebut hingga menerima permintaannya menadi istrinya karena Boru Saroding telah mengetahui bahwa Suaminya bukan manusia biasa. Menjelang sore, suaminyapun kembali dari hutan membawa bekal berupa buah-buahan, daging Rusa, Burung. Kemudian Boru Saroding pun bergegas menyambut suaminya membawa hasil yang dibawa suaminya ke dapur untuk dimasak dan dijadikan untuk makan malam. Setelah Boru Saroding selesai menyiapkan makan malam, merekapun makan malam bersama di rumah yang berada di tengah hutan rimba tersebut dimana selama ini suaminya tinggal. Setelah usai makan malam, merekapun berbincang-bincang dan dengan jujur Suaminya memberitahukan siapa dia sebenarnya kepada istrinya Boru Saroding,
“Saya sebenarnya adalah Penguasa Ulu Darat, yang bisa berubah-ubah wujud dari manusia menjadi ular dan dari ular menjadi manusia” tegas Suaminya kepada Boru Saroding. Akan tetapi Boru Saroding cukup pintar menyembunyikan rasa takut dan penyesalannya yang sangat dalam kepada suaminya. Boru Saroding hanya tersenyum kepada Suaminya, sehingga suaminya merasa senang karena melihat istrinya Boru Saroding tidak terkejut atas pengakuannya yang jujur kepada Boru Saroding. Hingga suatu ketika, kedua saudara Boru Saroding Raja Humirtap dan Raja Sonang, mereka sedang kehutan diperintah ompung ta parhutala mencari bahan2 bangunan utk membuat Rumah parsattian. Sementara di lain sisi sebenar nya boru saroding sudah lama tdk kliahatan/hilang di bawa amang boru kita dan tdak di ketahui keberadaan nya. Dan ketika Raja Humirtap dan Raja Sonang menebang sebuah pohon Rotan yg sangat tinggi, ujung rotan tersebut tepat diatap rumah namboru. Dan mereka mengikuti ujung rotan tersebut dan terkejut bisa bertemu lagi denggan namboru boru saroding.
Boru Saroding pun merasa sangat bahagia karena sudah dikunjugi oleh saudaranya sehingga dengan sangat gembira, Boru Saroding pun menyajikan berbagai aneka makanan dan buah-buahan kepada kedua saudaranya tersebut. Sembari menikmati makanan yang banyak, mereka bercerita dan berbincang-bincang hingga rasa rindu mereka terobati hingga waktu tidak terasa sudah berlalu lama. Senja pun tiba, seperti biasanya Boru Saroding tahu jika Suaminya akan segera kembali dari hutan dan dengan tergesa-gesa Boru Saroding berusaha mengajak kedua saudaranya untuk bersembunyi di bagian atas rumah di bawah atap karena Boru Saroding sudah mendengar suara-suara pertanda suaminya akan datang. Karena Boru Saroding merasa ketakutan dimana Boru Saroding tahu bahwa ular tersebut mau memakan manusia, kedua saudaranya pun bersembunyi agar tidak terlihat oleh Suami Boru Saroding. Suami Boru Saroding pun tiba di rumah, tiba-tiba suaminya tampak heran dan sepertinya mencium sesuatu yang lain dari yang lain dan bertanya “Sepertinya saya mencium darah manusia lain di rumah ini” kepada isterinya Boru Saroding. Dengan tergesa-gesa Boru Saroding berupaya mengalihkan pembicaraan dengan cepat menghidangkan makan malam suaminya. Kemudian Suami Boru Saroding selesai makan malam, selanjutnya Boru Saroding mengajak Suaminya untuk beristirahat. Ketika mereka hendak beristirahat, sesekali dengan tampak yang penuh curiga, Suami Boru Saroding bertanya, “Saya mencium ada orang lain di rumah ini?” tanya suaminya kepada Boru Saroding.
“Ah… sudahlah, itu hanya perasaanmu saja, tidak ada orang lain di rumah ini” jawab Boru Saroding dengan rasa takut yang luar biasa kepada Suaminya.
“Ini sudah larut malam, sebaiknya kita istirahat saja” ajak Boru Saroding kepada suaminya yang masih tetap bertingkah aneh penuh curiga.
Karena tidak tahan lagi Boru Saroding menyembunyikan rasa takutnya kepada suaminya, kemudian Boru Saroding pun memberitahukan keberadaan kedua saudaranya kepada Suaminya,
“Ampuni .. saya suamiku, karena aku telah membohongimu” kata Boru Saroding kepada Suaminya.
“Benar di rumah ini ada orang lain selain kita, karena saya beripikir engkau akan marah jika engkau tahu saudara-saudaraku datang kita ke tempat ini” aku Boru Saroding dihantui rasa takut yang sangat besar kepada Suaminya.
Tapi amang boru mengetahui kebohongan namboru. Dan berkata ” Ai na ro do hape hula” i,..boasa dang di paboa hamu tu auu? Jala boasa di tabunihon.
Setelah pagi hari tiba, kedua saudara Boru Saroding berniat untuk kembali ke Samosir, sehingga kedua saudaranya memberitahu kepada Boru Saroding bahwa mereka akan kembali ke Samosir pagi ini. Boru Saroding pun mengajak kedua saudaranya untuk mohon pamit kepada Suaminya. Ketika hendak berpamitan, salah satu saudara Boru Saroding berkata “Lae, kami akan segera pulang ke Samosir, Lae kasih apa sama kami untuk kami bawa pulang ke Samosir?” tanya saudara Boru Saroding kepada suami Boru Saroding.
“Trimakasih Lae karena telah datang berkunjung kesini” jawab Suami Boru Saroding kepada kedua saudaranya sambil memberikan 2 (dua) buah bingkisan yang di balut kain dan diikat dengan tali kepada Pandiangan (Kedua Saudara Boru Saroding), seraya berpesan : “Hanya saja ada syarat yang harus dipenuhi oleh Lae” kata Suami Boru Saroding. “Apa saja syaratnya Lae?” tanya kedua saudara Boru Saroding kepada suami saudarinya itu.
“Sesampainya di Samosir, bingkisan ini jangan dibuka akan tetapi lae harus menunggu hingga 7 (tujuh) hari lamanya baru Lae Pandiangan bisa membuka bungkusan ini” pesan suami Boru Saroding kepada kedua saudara Boru Saroding. Kedua Saudara Boru Saroding menjawab “Ia Lae, akan kami penuhi pesan lae”.
Kemudian Raja Humirtap dan Raja Sonang pun pamit dan beranjak pulang melewati hutan yang cukup mengerikan, melalui lembah dan jurang-jurang yang terjal hingga kedua saudara Boru Saroding pun tiba di tepi pantai Desa Sabulan. Selanjutnya mereka menaiki sampan untuk menyebrang ke Pulau Samosir.
Setelah mereka tiba di rumah masing-masing dimana pada saat itu kedua saudara Boru Saroding sudah menikah dan tinggal dirumah bersama isteri masing-masing, mereka menceritakan perjalanan yang ditempuh kepada isteri mereka masing masing, mereka menunjukkan bingkisan (Gajut) yang mereka bawa kepada isterinya.
Raja Humirtap (Saudara Boru Saroding) bersungut-sungut karena merasa kesal dengan hanya menerima bingkisan (Gajut) kecil dari Laenya yang sudah bersusah paya mengunjungi Lae dan saudarinya di tengah hutan diatas gunung Ulu Darat tersebut. “Masa jauh-jauh dari Samosir ke Ulu Darat hanya dikasih bungkusan kecil kek gini, itupun pake syarat pula itu” kata Raja Humirtap kepada istrinya. Pendek cerita, karena tidak sabar menunggu hari yang telah dipesankan oleh Laenya ditambah rasa penasaran yang cukup besar, maka Raja Humirtap membuka bungkusan tersebut. Karena tidak sesuai dengan pesan Suami Boru Saroding, maka bungkusan yang dibuka salah satu saudara Boru Saroding tersebutpun hanya berisikan: Tanah, Kunyit, Potongan Kayu kecil dan ulat-ulat. Merasa dihina, Raja Humirtap pun marah dan mengucapkan makian terhadap suami Boru Saroding,
“Kurang ajar,,, masa kek gini cara dia menghargai saya selaku saudara laki-laki Boru Saroding. Tidak tahu sopan terhadap keluarga istrinya..!!!” kata salah satu saudara Boru Saroding lalu membuang bungkusan yang dibuka tersebut sebelum waktunya.
Kemudian Raja Humirtap membujuk dan mengajak RaaSonang (adiknya) untuk turut membuka bungkusan yang diberikan oleh Laenya tersebut, “Buka aja dik bungkusannya, mungkin isinya sama saja seperti yang telah abang buka tadi” kata Pandiangan yang tadi kepada saudaranya. Akan tetapi Pandiangan paling bungsu tetap tidak mau membuka bungkusan tersebut dan bertahan memenuhi pesan yang telah disampaikan oleh Laenya (Suami Boru Saroding). Setelah hari ke 7 (tujuh) tiba, sesuai dengan pesan Laenya, maka Raja Sonang membuka bungkusan tersebut dan ketika bungkusan tersebut dibuka, tiba-tiba keluar ulat-ulat yang jumlahnya sangat banyak dari bungkusan akan tetapi dalam hitungan beberapa detik, ulat-ulat yang tadinya keluar dari bungkusan tersebut berubah menjadi kerbau dan sapi dengan jumlah yang sangat banyak juga. Saking banyaknya jumlah sapi dan kerbau tersebut, hingga lokasi pekarangan perkampungan tersebut terlihat padat. Sementara kunyit yang keluar dari bungkusan tersebut berubah menjadi emas dengan jumlah yang cukup banyak dan potongan kayu kecil pun berubah menjadi batang pohon yang memadati lokasi perkampungan Raja Sonang.
Beberapa bulan kemudian, ternak sapi dan kerbau yang dimiliki RajaSonang semakin lama semakin bertambah banyak jumlahnya sementara hasil pertanian dan pohon yang dimilikinya ikut bertambah banyak sehingga Raja Sonang semakin terkenal sebagai warga paling kaya di daerah tersebut.
Setelah hampir ½ tahun kemudian, karena sudah sangat rindu akan kampung halamannya, terlebih-lebih kepada Orangtua dan saudara-saudaranya di Samosir, maka Boru Saroding pun meminta ijin kepada suaminya untuk diberikan kesempatan pulang ke kampung halaman guna mengobati rasa rindunya tersebut.
“Suamiku… saya sudah rindu akan kampung halaman, saudara-saudaraku dan terlebih lebih orang tuaku di Samosir, ijinkan saya menjenguk mereka, saya tidak akan lama lama disana” Kata Boru Saroding kepada Suaminya.
Dengan berat hati Suami Boru Saroding menjawab : “Sepertinya saya punya firasat buruk jika aku ijinkan engkau berkunjung ke Samosir, sepertinya engkau tak akan kembali lagi ke tempat kita ini (Ulu Darat)”
Boru Saroding pun tidak putus asa dan tetap berupaya membujuk suaminya agar Boru Saroding diberi ijin seraya berusaha memberikan kepercayaan kepada Suaminya.
“Suamiku… saya janji jika engkau ijinkan saya ke Samosir, saya akan pulang karena saya tidak mungkin meninggalkan suamiku sendiri yang telah memberikan saya kebahagian dan telah memberikan aku kasih sayang. Saya hanya sebentar di Samosir setelah itu saya akan pulang ke sini (Ulu Darat)” jelas Boru Saroding kepada Suaminya.
Karena Boru Saroding sudah memohon dan memberikan penjelasan yang cukup meyakinkan suaminya, maka suami Boru Saroding pun mengijinkan Boru Saroding untuk bertamu ke Samosir tempat tinggal mertuanya, sehingga suaminya mengantarkan Boru Saroding ke tepi pantai Danau Toba untuk menyeberangkan istrinya ke Samosir.
Dengan penuh keajaiban, suami Boru Saroding memetik sepucuk daun pohon kemudian meletakkannya di tepi Danau dan tiba-tiba daun tersebut berubah menjadi sebuah sampan. Setelah itu suami Boru Saroding mempersilahkan Boru Saroding memasuki sampan tersebut. Kemudain Suami Boru Saroding berkata : “Boru Saroding istriku yang baik hati, engkau adalah putri raja yang telah menjadi istrik. Engkau berjanji akan cepat kembali dari Samosir karena kita saling mencintai dan saling menyayangi. Jadi kumohon dengan sangat, agar engaku penuhi janjimu dan cepat pulang ya isteriku, saya juga percaya akan apa yang telah engkau janjikan kepadaku..” kata suaminya kepada Boru Saroding.
Boru Saroding pun mengangguk seraya meng-ia kan perkataan suaminya dan berkata “Baik Suamiku, percayalah… saya akan cepat pulang dari Samosir, engkau boleh membuat sumpah” kata Boru Saroding kepada suaminya dengan usaha untuk tetap menyakinkan suaminya agar rencananya dapat berjalan lancar. Lalu Suami Boru Saroding pun mengucapkan sebuah sumpah :
“Dekke Ni Sabulan Tu Tonggina Tu Tabona, Manang ise si ose padan..Turipurna tu magona” (Dalam bahasa Indonesia diartikan bahwa : Setiap Orang yang Ingkar Janji/Sumpah maka Ia akan menanggung akibat buruk). Dengan perasaan sedih yang mendalam di hati Suami Boru Saroding mendorong sampan.
“Berangkatlah istriku Boru Saroding” kata Suaminya kepada Boru Saroding sambil melepas sampan yang dinaiki Boru Saroding ke arah Danau Toba yang saat itu situasi tampak damai tanpa angin dan tanpa gelombang. Bahkan saat itu, cuaca di langit tampak begitu cerah. Setelah Boru Saroding mendayung sampannya sekitar 5 (lima) meter dari bibir pantai, Boru Saroding pun berkata dengan pelan seperti berbisik “Beughhh…bursik ma ho….…., kupikir engkau manusia…ternyata engkau hanya seekor ular dan hanya hantu berwajah manusia. Kau kira saya akan kembali lagi ke Ulu Darat, tempat yang mengerikan itu? Dasar hantu berwajah manusia, berbadan ular.” Kata Boru Saroding dengan pelan sambil tergesa-gesa mendayung sampannya yang dibarengi rasa kecewa serta ketakutan.
Tiba tiba, cuaca di langit berubah menjadi gelap, angin putting beliung, hujan dan suara petir datang sehingga ombak besar mulai muncul di Danau Toba dimana Boru Saroding sedang melintas dengan sampannya. Melihat situasi yang tiba-tiba berubah, Boru Saroding pun menjerit-jerit ketakutan, dengan sekuat tenaga.
Boru Saroding pun berupaya mengendalikan sampannya. Tiba-tiba muncullah ombak yang sangat besar menuju Boru Saroding sehingga Boru Saroding pun tak mampu mengendalikan sampan yang ditumpanginya. Boru Saroding dan sampannyapun ikut terseret gelombang besar tersebut. Tak lama kemudian Boru Saroding pun hanyut dibawa arus air ke dasar Danau Toba.
Versi lain
“Amang boru berencana berangkat bersama namboru dan anak nya menuju ke samosir. Tapi ketika sampai di tepi danau toba,namangboru meminta anak nya dari boru saroding. Dan amang boru mengambil bulung ni sukkit, dan berkata nakkok ma ho, rappak sahat do annon hita di huta. Jala tung so jadi dohononmu ahu jolma so jolma, begu so begu nang pe di bagas roham. Lalu amang boru meniup bulung ni sukkit yg di naiki namboru. Begiti sampai di tengah danau toba, namborutta berfikir,dan dia berkata jolma so jolma, begu so begu do hape tonggani doli hi,…
Dan namboru pun di serang ombak dan langitpun menjadi gelap”
Semenjak kejadian itu hingga sekarang, Boru Saroding tidak dapat ditemukan dan menurut keyakinan Orang Batak, khususnya warga Pulau Samosir, menyakini bahwa Boru Saroding menjadi arwah penjaga Danau Toba sampai saat ini. Banyak warga yang masih meyakini hal tersebut bahkan sesuai dengan kesaksian beberapa keturunan Pandiangan masih meyakini kalau arwah Boru Saroding konon dikatakan jika ada sebuah kapal yang sedang melintas di perairan Danau Toba dengan kondisi cuaca buruk dan gelombang/ombak besar maka salah satu penumpang kapal yang merupakan keturunan Pandiangan atau masih keluarga dari marga Pandiangan dapat meminta pertolongan melalui doa kepada Boru Saroding agar ombak besar dan angin kencang yang sedang menghalau kapal tersebut dihentikan oleh Arwah Boru Saroding. Akan tetapi hal ini ternyata benar-benar terbukti karena hanya dengan memakan Sirih lalu berdoa memohon bantuan Arwah Boru Saroding, maka kendala apapun yang sedang dialami oleh kapal tersebut, akan dihentikan.
Hingga kini sebagian besar warga Samosir masih meyakini legenda serta keberadaan Arwah Boru Saroding. Dan warga menyebutnya Namboru Boru Saroding Penunggu Danau Toba wilayah Rassang Bosi, Dolok Martahan, Palipi, Mogang, Sabulan Janji Raja, Tamba, Simbolon, dan Hatoguan.
Dan dipesankan kepada seluruh warga yang berkunjung dan melewati daerah tersebut diminta agar tidak membuang ludah/sampah ke Danau serta tidak boleh berbicara kotor karena konon katanya orang yang tidak memenuhi pesan tersebut akan mengalami suatu hal yang cukup mengerikan dan kemungkinan besar kapal yang ditumpangi akan mengalami musibah besar.
Sementara Suami dari Boru Saroding dipanggil warga dengan sebutan “Amangboru Saroding” yang diyakini dan disaksikan sebagian warga Pandiangan, sering melihat suami Boru Saroding turun dari Ulu Darat menuju Danau tempat Ia mengantarkan istrinya, Namboru Boru Saroding. Penampakan dari suami Boru Saroding berwujud Ular Besar dan Panjang berbadan manusia berenang di sekitar tempat Boru Saroding tenggelam bersama sampan yang ditumpanginya.
Sementara di Kaki Gunung Ulu darat tepatnya di perkampungan Pandiangan, Desa Sabulan Kecamatan Sitiotio terdapat sebuah Permandian Namboru Boru Saroding yang diyakini sebagai tempat Boru Saroding mandi dan keramas dengan jeruk purut. Tempat tersebut diberi nama “Par Anggiran Ni Namboru Boru Saroding” di tempat permandian Boru Saroding tersebut terdapat pohon besar dimana pada dahan dan ranting pohon tersebut ditumpangi pohon Jeruk Purut. Akan tetapi buah dari Jeruk Purut yang menumpang ke Pohon besar tersebut tidak boleh diambil sembarang orang.
Kisah atau Legenda ini menjadi salah satu Objek Wisata di Kabupaten Samosir. Situs Budaya yang mengisahkan Legenda Perjalanan Boru Saroding dan kemudian tempat tersebut di beri nama “Par Anggiran Ni Namboru Boru Saroding” yang berlokasi di Desa Sabulan, Kecamatan Sitiotio Kab.Samosir. Atau jika kita berkunjung ke tempat bersejarah tersebut, hanya sekitar ½ jam dengan menggunakan kapal dari Pelabuhan Mogang Kec.Palipi. Tempat ini seiring dikunjungi oleh Keluarga Pandiangan atau Si Raja Sonang bahkan turis lokal maupun mancanegara mengunjugi tempat ini dengan tujuan berjiarah sekaligus mengenang Perjalanan Namboru Boru Saroding Pandiangan.
Hingga saat ini, kisah nyata serta kesaksian tentang keberadaan Arwah Namboru Boru Saroding masih banyak dikisahkan oleh warga Samosir khususnya warga yang sedang melintas di Daerah tersebut.
Demikian saduran dari Namobru boru Saroding, tentunya masukan sangat diharapkan untuk mendekati kebenaran legenda ini terutama buat keturunan kita.
Horas…!!! Mauliate….!!!


Apakah aku terpanggil

= 7 Nov 2016 =

Kalau dilihat dari judulnya adalah sepertinya dipanggil ketempat lain? hah hah.
surat-suara Surat Suara
Maksudnya adalah melayani di ladang Tuhan, karena tuaian banyak tapi pekerja sedikit.
Periode ini adalah pemilihan unutk Majleis karena sudah 4 tahun (masa kemajelisan di GKP), dan ini ketiga kalinya saya masuk dalam balon Majelis di GKP sejak tahun 2006 dan tahap kedua tidak terpilih karena hal lain.

System pemilihan di GKP Bekasi adalah 2 tahap pemilihan, pertama dari wilayah dengan quota yang sudah ditentukan, kemudian setelah terpilih tahap 1 dengan quota yang ditentukan, maka kemudian masuk tahap ke 2 yaitu dipih seluruh wilayah (wilayah 1~12)
Pada saat pastoral, Pendeta meyampaikan kalau terpilih harus mendedikasikan dirinya 100% unutk pelayanan, sementara sermon dilakukan setiap kamis malam, dan aku main bulu setiap kamis malam (koq pede amat yah, emangnya kepilih), jadinya sepertinya harus ada yang dikorbankan....
Dan harus komit sebelum masuk tahap ke 2 dan harus disetujui oleh pasangan (yang tidak punya pasangan jangan maksa yah) yang dituangkan dalam surat kredensi.
pemeriksaan Pemeriksaan surat suara
calon-mj-gkp-2017
Dan harus komit sebelum masuk tahap ke 2 dan harus disetujui oleh pasangan (yang tidak punya pasangan jangan maksa yah) yang dituangkan dalam surat kredensi.


Kenangan terhadap Tulang Samen Purba SH (alm)

= 29 June 2016 =

Sebelumnya mohon maaf kepada lae Roy, ito Eklesia dan lae Hendry.

4d9d5bfb-3d77-459c-9219-6194aa54f510 RIP Tulang Samen Purba (2) Tidak disangka memang kadang kita tidak memahami kehendak Tuhan yang telah menentukan segala arah dan jalan hidup kita manusia. Kadang kita meminta agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan, toh kita sudah berbuat baik, tapi masih datang juga, sehingga kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil. Padahal Tuhan telah menyatakan bahwa "rancanganKu bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalanKu", artinya memang rancangan kita tidak akan sama dengan rancangan Tuhan, tapi rancangan Tuhan adalah yang terbaik bagi kita..Tuhan Yesus sebelum naik kesorga "damai sejahtera yang kutinggalkan bagimu.. dan apa yang kuberikan bukan seperti yang yang diberikan oleh dunia"..Artinya apa yang kita terima itu adalah damai sejahtera yang telah diberikan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
Saya selalu berdoa dan memohon agar diberikan yang terbaik kepada beliau agar tidak jatuh dalam dosa dan kepada nattulang yang setia merawat beliau agar diberi kekuatan dan ketulusan dalam mendapingi beliau. Karena kalau kita lihat di ayub bahkan istrinya sendiri meminta ayub meninggalkan Tuhannya, karena penderitaan yang di alami.
IMG_20160728_214647 (Small) Saya yakin Nattulangku akan setia untuk merawat dengan baik.Tulangku ini sangat baik dan tulus walau masa pengabdiannya juga sebagai jaksa sangat setia bahkan beliau melayan di HKBP menjadi Sittua, artinya tidak menyombongkan keberadaannya walaupun dia mempunyainya.
Beliau juga sangat aktif dalam perkumpulan terutama dalam kumpulan Purba, bahkan beliau yang pencetus punguan Op. Djaulur Purba, sempat berjalan beberapa periode walau pun "mati hidup". Tapi semenjak beliau tidak bisa lagi aktif karena keterbatasan sakit yang dirasa maka fassive lah kumpulan ini :
Seharusnya generasi penerusnya, harusnya ada yang melannutkan agar pinomparnya bisa minimal silahturahmi dan saling mengenal satu sama lain, jangan sampai ketemu di jalan dikenal bahkan mungkin jika ada kejadian tidak peduli padahal itu adalah saudara, tapi apa mau dikata kondisi di kota metropolitan ini sudah hampir melupakan tradisi, padahal tradisi itu adalah kekayaan budaya Indonesia yang harus dilestarikan.
Semoga Lae-lae dari Purba ini bisa membangun kembali yang ditelah dirintis oleh Tulang..
Sekarang beliau telah dipanggil oleh Tuhan disisiNya, selamat jalan Tulang engkau telah menyelesaikan dengan baik tugasmu di dunia ini, pergi ke tempat peristirahan sementara. Biarlah Nattulang, Lae dan ito selalu setia dalam pelayanan dan di berikan kesehatan, penghiburan yang abadi dari Tuhan Yang Maha Pengasih.
Saya selaku bere hanya bisa mendoakan kesuksesan keluarga besar Purba dan sehat selalu. Ini sudah yang terbaik dari Tuhan seperti yang kita imani.
Demikianlah coretan saya sebagai tanda hormat saya kepada Tulang untuk dikenang. RIP Tulang Samen Purba (9) RIP Tulang Samen Purba (8) RIP Tulang Samen Purba (7) IMG-20160727-WA0000 RIP Tulang Samen Purba (5) 20160728_215454IMG_20160728_212446 (Small).jpg


Bersukacitalah senantiasa

= 11 July 2016 =

Bersukacitalah senantiasa, tetaplah berdoa dan mengucap syukurlah dalam segala hal adalah surat Paulus ke Tesalonika di 1 tes 5:16~18. Ayat ini adalah kotbah Pdt Yoga pada saat mengenang meninggalnya bapak T Pasaribu setelah 1 tahun.

Kita manusia sudah terbiasa dengan menerima tanpa pernah mengucap syukur dan terima kasih. Padahal kalau dipikir-pikir tanpa berkat dari Tuhan, kita tidak akan bisa menikmati udara bebas yang kita hirup. Demikian juga kalau kita tidak bersukacita, tentu hal apa pun yang kita kerjakan tidak akan pernah berhasil dengna baik.
Seandainya kita melakukan pekerjaan memasak atau hal lain dengan hati cemberut, tentu akan menghasilkan yang tidak baik. Begitu juga, kadang kita hanya berdoa tanpa ada usaha selain berdoa, berharap apa yang kita minta Tuhan akan memberikan. Padahal Tuhan telah menyatakan bahwa kita akan diberi jika kita meminta dan melakukan kehendak Bapa.
Sehingga kita hanya melakukan keinginan kita tanpa memberikan apa kewajiban kita, kita merasa exclusive karena sudah ditebus sehingga apapun yang kita inginkan akan dikabulkan.
Padahal Tuhan tidak pernah berjanji untuk memberikan kesenangan dan kebebasan kita, malah kita harus memukul kuk beban kita, dengan adanya beban kita mengetahui berat, karena menagis kita mengerti tertawa, karena sedih kita mengerti senang. Begitu Juga kita harus menjalankan sesuai dengan process, sehingga dihasilkan buah yang baik, semoga dengan renungan singkat ini mengingatkan akan tugas kita selain hanya untuk meminta dan berdoa tanpa ada usaha.
Amin.


GKP "Bethel" Cirebon - Jul 2016

= 10 Jul 2016 =

gultom_PdtEdward Terima kasih Tuhan telah memberikan kesempatan untuk kebaktian di GKP bethel Cirebon.
Berarti sudah yang ke ketiga, dan belum bisa dilayani dengan gembala GKP Cirebon.

Hari ini, beliau melayani KPA sehinga Sdri. Lolla Lestari (mahasiswa praktek dari STT Jakarta) sebagai Pelayan Firman. Jemaat kurang lebih dari 120 KK dengan 2 pos kebaktian (Panguragan Lordan Kencana Girang), dengan 4 wilayah.
Majelis Jemaat 14 orang dan 4 orang PPJ untuk membantu melayani.

Tahun ini adalah pergantian majelis yang baru terpilih pada 19 June 2016.
Dengan jumlah jemaat seperti ini, sepertinya sangat mudah untuk di koordinir, karena masih ada persembahan syukur dengan bentuk beras yang disebut dengan beras perelek.
Saya juga sangat senang bisa ber bincang-bincang dengan Pdt. Edward Tureay, beliau memberikan waktu nya siang ini setelah kebaktian.
Hasil perbincangan dengan beliau bahwa untuk Diakonia adalah melaGKP+Cirebon Walaupu masih ingin lebih lama, karena beliau ada acara kemudian hanya segini saya dapat.
Hasil perbincangan dengan beliau bahwa untuk Diakonia adalah melaGKP+Cirebonyai beasiswa, kunjungan/sakit, kurang mampu dan kedukaan.
Tapi dalam hal bantuan dari jemaat khusus kedukaan membantu Rp 5.000 / jiwa / bulan dengan kartu merah. Sementara diluar dari kedukaan ada sumbangan sosial yang dibuat dengan kartu biru untuk beasiswa dan sakit ditambah beras lagi yang berkerinduan.
Untuk pemakaman bekerja sama dengan PGIS (Persatatuan Gereka Indonesia Setempat) dengan Katholik.
Dengan biaya Rp 5,000,000 per 10 (sepuluh) tahun, kemudian ada uang perawatan setelah 10 tahun yang bertempat di Sasono Mulio.
Karena kalau bekerjasama dengan TPU setempat tidak bisa berjalan dengan baik.
Diakonia juga memberikan beasiswa setiap bulan dan setiap semester.
Untuk kunjungan sesuai dengan keputusan rapat setiap hari jum'at untuk pelaksanaan Kamis minggu depannya, untuk kunjungan rutin setiap minggu adalah di hari selasa.
Ada komisi yang beda yaitu Persekutuan Usia Indah (kalau dibekasi sepertinya lansia).
Sepertinya mungkin sudah hal umum, kalau sound system masih belum begitu baik, terutama di tempat masih boleh dibilang skala mengenah jumlah jemaatnya, karena pada saat kotbah, kadang banyak suara noice "dak/tak/duk" yang membuat tidak konsentrasi mendengarkan karena sudara dadakan jadi kaget.
Mudah-mudahan ini masukan buat perbaikan.
Dengan kebaktian sekali mulai pukul 9.00 sepertinya lumayanlah kira-kira kehadiran jemaat 50% kalau dengan asumsi 350 jiwa.
Adapun HUT GKP Cirebon tahun ini adalah yang ke 152 tahun (sudah lebih 1.5 abad)
Dan sudah mempunyai ruangan serba guna yang ditanda tangani oleh Ketua Sinode GKP dan Walikota Cirebon tahun 2013
Sekali lagi terima kasih pak Pdt. Edward yang telah meluangkan waktunya untuk saya bertanya.
Kalau ada dalam tulisan saya ini yang kurang/salah mohon dikoreksi.
1dc71-gkp2bcirebon1 Saya salut dengan GKP "Bethel" Cirebon, karena persektuannya hidup, terutama dalam persembahan bisa dilakukan dengan
pos-pos yang telah ditentukan.
Semoga Jemaat Cirebon bertumbuh dan Tuhan memberkati.
Kebetulan juga hari kelahiran si twin heh heh


GKP jemaat Bekasi

= Jul 2016 =

Berakar dan dinamis menjawab panggilanNya
gkpbekasi Dari masa penyemaian benih hingga kemandirian.

Masa penyamaian benih dimulai dari perpindahan keluarga Ibu Bidan Willy Niman warga jemaat GKP Bandung ke Bekasi pada tanggal 18 Aril 1956 dan bertempat tinggal di Pedurenan Bekasi Timur. Kemudian diikuti dengan perpindahannya keluarga bpk Ripan Niman warga jemaat GKP Cawang dan bertempat tinggal di Jalan raya Bekasi Timur (Sekarang Jl. Ir. H.Juanda). Kebaktian pertama dilakukan pada tanggal 29 Desember 1956, berupa kebaktian Natal bersama, bertempat di rumah bpk Ripan Niman. Kebaktian natal ini mengawali sekaligus menandai dimulainya persekutuan warga kristen yang ada di Bekasi, dengan kebaktian secara berkala yang tempatnya secara bergantian, dirumah Ibu Bidan Willy Niman dan di rumah bpk Rivan Niman (di depan gedung gereja yang sekarang menjadi kantor Notaris).
Setelah mengadakan kebaktian lebih kurang 3 tahun pada tahun 1959, kelompok persekutuan kristen ini resmi menjadi pos kebatian GKP Tanah Tinggi.
Melihat bahwa kediaman Ibu Willy Niman sudah tidak memadai untuk diadakannya kebaktian dengan jumlah warga jemaat terus bertambah, maka dibentuklah Panitia Pembangunan Gedung Gereja.
Pada masa ini terlihat bahwa disamping upaya peminaan jemaat, melalui kebaktian-kebaktian, titik berat perhatian juga diarahkan pada tahap lanjut dari pembangunan gedung gereja. Upaya pembinaan melalui kebaktian-kebaktian menampakkan hasil ketika makin banyak keluarga-keluarga Kristen yang bersekutu, walaupun sarana pada masa itu masih minim.
Dengan adanya gedung gereja, maka pemantapan pelayanan dan persekutuan mejadi lebih ditingkatkan. Guna menunjang peningkatan pelayanan, maka untuk pertama kalinya dipilih dan diteguhkan Anggota Majelis Jemaat untuk Pos kebaktian Bekasi, yakni terdiri dari bpk Ripan Niman, bpk Saem Saiman, pk Wasktio, Ibu Willy Niman, bpk dr. Aristarkus Pauntu dan bpk J. Pella.
Anggota-anggota Majelis Jemaat inilah yang membantu pelayanan dalam jemaat yang dilakukan oleh vikaris Muhali Sairoen.
Vikaris Muhali Sairoen kemudian dipindahkan ke GKP Cawang dan ditahbiskan menjadi pdt Injil yang ditugaskan GKP Tanah Tinggi tahun 1976. Bpk Alipas Niman pindah ke kampung sawan dan sejak itu pelayanan dilakukan oleh Vikaris Andreas Soeparno. Masa-masa pemantapan dengan bertambahnya jumlah Majelis jemaat Bpk T.U.H Sidabutar dan bpk B.P.L Tobing berlangsung berkat komitmen dan kesatuan hati hingga akhirnya pada rabu 20 September 1978 Apakah kita sudah memberikan persembahan
Pos Kebaktian Bekasi resmi menjadi jemaat yang mandiri dengan jumlah anggota 107 KK dan sekitar 507 jiwa.
Menghadapi perubahan
GKP Bekasi mewujud menjadi sebuah keluarga besar dengan jumlah anggota 640 KK atau sekitar 2,400 jiwa. Kebaktian Umum hari Minggu diselenggarakan dalam 3 kali yaitu pukul 6.30, 9.00 dan 17.00.
Kegiatan kategorial wilayah serta pembinaan dan pelatihan (katekisasi, paduan suara, latihan musik dll) mengisi seluruh hari dalam sepekan.
Disamping itu GKP Bekasi juga mengembangkan pelayanan dibidang pendidikan formal dan non formal melalui kehadiran Paud "Lentera Kasih" dan sekolah musik "Nafiri".
Majelis Jemaat priode 2013-2017 berjumalh 39 orang dan pengawas perbendaharaan jemaat sebanyak 5 orang, penatalayanan jemaat ditopang juga oleh komisi katergorial (Anak, remaja, pemuda, perempuan, pria dan lansia).
lepas_sambut-1 lepas_sambut-1
Komisi non kategorial (Diakonia, liturgi musik gerejawi dan hari raya gerejawi), Pengurus Pos Kebaktian (Cigelam dan Tambun), pengurus Wilayah (I-XII) dan Tim kerja (pembangunan, kelistrikan dan K3:kebersihan, keindahan dan kenyamanan). Dibawah naungan Komisi pelayanan Perempuan juga hadir Rumah Perempuan, sebagai wadah bagi kaum perempuan untuk berkarya di bidang sosial, kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi melalui berbagai ketrampilan.
4970a-kompri2b15oct2b2013 GKP Bekasi kini berada dtengah kota yang mengalami perubahan yang pesat. Lahan terbuka dan rawa telah disulap menjadi pemukiman padat, sejumlah pertokoan modern dan hunian vertikal. Seiring dengan perkembangan fisik, berkembang pula masalah sosial dan ekologi. Meningkatnya angka kejahatan, konflik horizontal, banjir dan sampah adalah contoh dari segudang masalah yang dialami masyarakat kota bekasi.
Masalah sosial yang menjadi tantangan bagi geraja adalah individualisme, kemeroosotan moral dan intoleransi. Orang-orang beradu kepentingan hingga mengorbankan sesamanya.
Lihatlah peredaran narkoba, mobilisasi massa hingga terjadi bentrl fisik dan penularan gaya hidup konsumerisme menjadi alat kepentingan yang menelan korban generasi muda.
Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan pengawasan dan pengendalian di tingkat mikro dan makro serta tatanan moral masyarkat.
Keberagaman kelangkaan figur teladan mempercepat robohnya pilar2 tatanan moral masyarakat. Keberagaman menjadi bencana, tatkala benih kebencian ditaburkan dalam hati anak2 yang polos dan stigmatisasi atas kaum minoritas secara terstruktur begitu gencar.
Dalam konteks itulah GKP Bekasi hadir dan berjuang untuk bertahan dan memenuhi panggilannya, menjadi garam dan terang, menjadi gereja bagi sesama.

Menjawab tantangan dan menggerakkan potensi.

Majelis jemaat mengusung tema "Membangun geraja dengan keluarga yang berkarakter Kristus" pada tahun pelayanan 2106/2017. Keluarga merupakan wilayah yang paling vital untuk membangun persekutuan, bahkan membangun bangsa. Dalam berkeluarga, iman berakar dan bertumbuh. Pebinaan dan pemeliharaan jemaat dalam keluarga menjadi prioritas pelayanan. Bila trend gereja super dengan jumlah penghadir kebaktian yang fantastis, sering tidak disertai dengan ikatan emosionalnka GKP Bekasi baru mengawali mimpi besarnya dengan menjalin relasi antar anggota, membangun ikatan kekeluargaan dengan rasa saling memiliki dan membutuhkan. Ragam kegiatan yang membuka ruang komunikasi dan keakraban dibuat untuk mengimbangi kegiatan reguler dalam persekutuan.
Tuhan membangun GKP Bekasi dengan potensi SDM yag sangat besar. Potensi besar itu akan sia-sia tanpa arah dan model penatalayanan yang bisa merangkul dan menggerakkanya.
Bergerak dinamis, tangpap terhadap perubahan dan peduli pada konteks, termasuk pergumulan bersama akan memacu derap langkah dan perberdayaan seluruh potensi yang dimiliki jemaat.
Dengan hadirnya seorang pdt jemaat yang baru yang akan bersinergi dengan pelayan2 yang ada GKP bekasi, kiranya mimpi besar menjadi gereja yang maju, mandiri dan menjadi berkat bisa terwujud.
disadur dari buku acara lepas sambut Sep-2016.
lepas_sambut-3


Terima kasih pak pdt Stefanus dan selamat melayani pak pdt Yoga

= 02 Oct 2016 =

lepas_sambut-3Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu setelah selesai acara kotbah serial dalam rangka ulang tauhn GKP jemaat Bekasi, hari ini adalah hari pengakhiran pelayanan bapak Pdt Stefanus N Parinusa M.Th. di Jemaat Bekasi.

lepas_sambut-17 Dan beliau harus melanjutkan pelayanannya di GKP Jemaat Awiligar Bandung dan boleh dibilang beliau adalah produk GKP Jemaat Bekasi katanya, karena mulai dari masa vikariat dan menjadi pdt samapai 2 periode.

Dalam refleksi bapak pdt Stefanus dalam buku acara disampaikan ada 3 hal yang penting, pertama pertumbuhan, kedua pendewasaan dan terakhir pengembangan. Dalam tahap-tahap ini, masa beliau bertumbuh mulai dari menjalani masa vikariat, ada beberapa hal yang di high light beliau yaitu peribadahan, pelayanan diakonia, perbendaharaan jemaat dan aset.

Pada masa ini juga Pelayanan Diakonia bertumbuh menjadi "brand" GKP Bekasi kemudian pendewasaan dengan merasakan "irama" jemaat untuk "menari bersama" bergerak menuju jemaat yang bertumbuh dan dewasa. Dalam hal aset, jemaat mulai melakukan penambahan aset seperti pastori di narogong dan rawa semut selain di bulak kapal, ruko sebagai sarana penunjang ibadah. Tahap pengembangan keberadaan GKP berkembang bukan dalam hal internal saja tetapi juga bergerak keluar (eksterna).

Menurut beliau ada 5 indikator gereja yang sehat. 1. Anggota jemaat terelasi satu sama yang lain, bercorak komunitas. 2. Kode genetik gereja, Gereja yang sehat mengenal "DNA" nya dengan jelas. 3. Kepmimpinan gereka; fungsi-fungsi yang dibagi-bagi (share function) dan ministry. 4. Berfocus pada misinya dan mempunyai orientasi keluar mulai dari lingkungan terdekat dan 5. Gereja yang sehat "merangkul perubahan" walaupn adakalanya menyakitkan (inertia bs reinvention).

lepas_sambut-19lepas_sambut-18

Dan beliau menutup dengan kalimat bijak "awali segala sesuatu dengan baik dan akhiri segala sesuatu dengan baik pula" Terima kasih pak pdt Sthhepanus yang telah bersama-sama dengan GKP Jemaat bekasi selama 12 tahun, mohon maaf dari yang dalam dari kami jemaat GKP bekasi bila selama ini ada kesalahan dalam kebersamaaan.

Begitu juga bapak pdt Yoga Pratama yang juga sudah melayani 5 tahun di GKP Jemaaat Bekasi, tapi masih diharapkan oleh jemaat Bekasi untuk melayani sehingga beliau diparpanjangan pelayanannya periode ke-dua. Hanya bisa kita sampaikan selamat melanjutkan pelayanannya dan kalau orang bilang sinsingkan lengan baju mari kita bekerja.lepas_sambut-20

Dalam refleksi bapak pd Yoga Willy Pratama S.Si disampaikan bahwa melayani adalah merenda karya bersama bukan sebuah aksi tunggal. Betapapun kita merasa mampu, tak ada yang bisa kita perbuat jika tanpa kehadiran orang lain. Mereka yang ada disekeliling kita turut berperan dengan beragam cara memberi keindahan dalam setiap sentuhan karya pelayanan. Dalam perjalanan pelayanan beliau merasakan bahwa Allah datang mendekat dan melekatkan diri melalui kehadiran para sahabat ditengah persekutuan.

Terima kasih pak pdt Yoga, mari kita melanjutkan kebersamaan dalam pelayanan bapak beserta pak pdt Sain Pieter dalam ladang Tuhan di GKP Jemaat Bekasi.

lepas_sambut-2

Demikian yang bisa saya sampaikan dan dalam kebaktian hari ini Minggu 2 Oktober 2016, dilayani oleh 3 pdt sekaligus, pertama oleh pak pdt Stefanus selaku pengakhiran pelayanan kemudian oleh pdt Sinode sebagai pimpinan acara lepas sambut kemudian dilanjut oleh pak pdt Yoga dalam pelayanan barunya dalam periode 2016 ~ 2021.

Tanda bukti kebersamaan pak pdt Stefanus dengan jemaat bekasi dengan banyaknya jemaat hadir pada saat kebaktian rumah tangga gabungan dari wilayah 1 ~ 12 dan pos pelayanan tambun hadir memenuhi ruang ibadah pada hari Rabu 28 Sep 2016, yang khsus diadakan, karena tidak ada kesempatan pada kebaktian lepas sambut yang dipimpin oleh Sinode.

lepas_sambut-1 Pada saat itu jemaat yang memberikan tanda kasih dan kenangan kepada beliau banyak, sampai-sampai sepertinya susah untuk membawa pulang kerumah .... :). Dan banyak ucapan melalui buku acara yang disusun oleh painita Peresmian, Perpanjangan dan Pengakhiran (P3) yang diketuai oleh Bapak Kasnarto Hadi, dari semua wilayah dan bahkan dari keluarga jemaat sehingga buku acara penuh dengan ucapan terima kasih atas pelayanan pdt Stefanus dan selamat atas perpanjangan masa pelayanan pak pdt Yoga.

dan Minggu 9 Oktober 2016 juga akan diadakan kebaktian lepas sambut untuk pak Pdt Budi Triadi Kaidun S.Th dan pak Pdt Stefanus, selaku pelayan di GKP Jemaat Awiligar Bandung.

Tuhan yang bekerja di jemaat Bekasi maupun jemaat Awiligar di Bandung dalam pertumbuhan iman yang dewasa.

Tuhan memberkati.

Sambutan Majelis Jemaat GKP Bekasi Tak terasa waktu berjalan sangat cepat genap 12 tahun bersama dengan pdt Stefanus tetapi semangat dan visi yang saat dalam mengembangkan pelayanan akan terus terjaga. pdt Stefanus telah bersama=sama dengan jemaat bekasi. Semua fase telah silih berganti dilalui dan mendatangkan pengalaman sangat mahal untuk mengarungi pelayanan di masa-masa yang akan datang. Perpisahan selalu sulit untuk dihadapi, demikian juga dalam kurun waktu yang cukup lama. Apresiasi yang setinggi-tingginya di sampaikan kepada pdt Stefanus untuk semua desikas dan totalitas dalam melauani jemaat selama menjadi fondasi untuk perkebangan gereja semakin baik kedepanya. Pada akhirnya kita diperhadapkan dengan pandangan sederhana yang berbunyi "The Show must Go On" Pesan sederhana ini berlaku bagi jemaat GKP Bekasi untuk terus menatap kedepan meskipun tidak akan lagi bersama degan pdt Stefanus tetapi semangat dan visi yang sama dalam mengembangkan pelayanan akan terus terjaga. Demikian juga bagi pdt Stefanus untuk tetap maju dan melangkah di ladang pelayanan yang baru, karena disanalah selanjutnya pak pdt Stefanus dipanggil untuk melanjutkan pelayanan. Terima kasih yang tulus dari hati yang paling dalam kami sampaikan kepada pdt Stefanus untuk semua pelayanan yang diberikan kepada jemaat selama masa Vikariat dan selama 2 periode berturut-turut. Majelis jemaat atas nama jemaat mengucapkan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya apabila selama pdt Stefanus dalam melayani ada hal-hal yang mungkin kurang berkenan yang menyakitkan hati pdt Stefanus sekeluarga.

Kiranya semua pengalaman itu tidak menghalangi silahturahmi antara pdt Stefanus dan sekeluarga dan jemaat bekasi untuk selalu menjaga relasi dan hubungan yang baik selama ini yang telah dibangun. "The last but not least" Doa dan harapan dari seluruh jemaat Bekasi kepada pdt Stefanus dan keluarga agar selalu lancar dan sehat dalam menjalankan pelayanan di jemaat yang baru. Demikian juga dalam sambutan ini kami selaku majelis jemaat pelayanan di GKP jemaat bekasi, menyampaikan selamat kepada pdt Yoga Willy Pratama S.Si untuk masa perpanjangan pelayanan di GKP Jemaat Bekasi. Semoga pdt Yoga semakin bersabar dan bersemangat untuk kembali mendampingi dan mengembangkan jemaat dimasa pelayanan periode ke-2 ini. Doa juga disampaikan kepada pd Yoga agar kiranya selalu sehat sehingga dapat terus mengembangkan jemaat dengan ide-ide kreatif dalam rangka mengembangkan potensi-potensi jemaat. Kiranya Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus sebagai kepala Gereja senantiasa menanungi pdt Stefanus dan pdt Yoga. Tuhan memberkati pelayanan kita bersama. Majelis Jemaat GKP Bekasi (Sep2016)

Sambutan Majelis Sindoe GKP

Salam Sejahtera di dalam Kristus Yesus, Hari ini adalah ibadah kita dua momen berlangsung sekaligus. Pengahiran pelayan pdt Stefanus Nyonyo Parinusa dan perpanjangan pelayanan pdt Yoga Pratama. Satu sama lain memberi nuansa berbeda. Pengakhiran mencuatkan adanya perpisahan. Selama 2 periode pelayanan pdt Stefanus masuk dalam meomori dan kenangan. Segala karya pelayanannya, segera menjadi bagian waktu yang telah lewat. Sedangkan Pdt Yoga tentu berkelanjutan akan mengisi hari2 ke depan.

Sebagaimana lazimnya perpisahan, mau tidak mau melahirkan keharuan. Meski di GKP perpisahannya tidak bersifat total. Karena perjumpaann secara fisik maupun pekayanan masih terbuka lebar. Namun demikian, perjumpaannya tidak dalam rangka status relasi antara pdt jemaat dan warga jemaat. Tentu, masih bertemu pula dengan person2 mejelis jemaat, komisi dan pinita, hanya tidak dalam kaitan relasi yang dibalut pelayanan lansung. Konstruksi relasi antar pdt jemaat dan warga jemaat kental dengan ikatan emosional. Karakter pelayanan pdt itu tidak bersifat kepegawaian, seperti dalam dunia sekuler biasa, melainkan didalamnya melibatkan kedekatan, kehangatan, pertemanan, persaudaraan dan karena itu satu sama lain menyimpan memori. Dalam konteks pdt Stefanus yang menyelesaikan tentu semakin banyak memori tercipta. Kami berharap sentuhan pelayanan pdt Stefanus mempunyai arti dan dampak jauh melebihi masa periode pelayanannya itu sendiri.

Sedangkan pdt Yoga yang dipercayai oleh Jemaat Bekasi untuk melanjutkan karyanya satu periode pelayanan lagi. Hal itu indikasi baik. Kami menagkap GKP Bekasi masih besar kerinduannya dan kebutuhan kesnambungan pelayanan pdt Yoga. Walau tentu dibalik itu, selalu muncul harapan agar diperiode kedua bobot, kreativitas dan kualitas pelayanan perlu ditingkatkan. Hal itu merupakah aspirasi dan harapan yang patut direspon positif. Karena hal itu akan memacu dan memicu aktualisasi potensi yang dimiliki pdt Yoga. Artinya pdt Yoga lima tauun kedepan mendapat tugas dan tantangan menjelmakan agar pelayanannya di GKP Bekasi lebih maju lagi. Dalam pengamatan kami, ditengah keragaman etnis warga jemaat GKP Bekasi, pdt dan majelis mampu dan berhasil membangun sosialitas relasi dan persekutuan. Nyaris kami tidak mendengar adanya konflik secara internal, walau tentu perbedan pandangan, ide sejatinya pasti suka terjadi. Namun, hal itu lumrah adanya sebagai dinamika berjemaat. Selain itu GKP Bekasi masuk kategori jemaat yang misioner. Karena GKP Bekasi merupakan profil jemaat yang terus mengembangkan pelayanan yang menjawab perubahan demografi. Beberapa jemaat meruapakan "anak" GKP bekasi, seperti Cikarng dan Cimuning, Selain itu mendirikan pos pelayanan di Tambun. Fenomena ini harus ditiru jemaat gkp lainnya. Oleh karena itu juga, selain memperpanjang pelayanan pdt Yoga, GKP Bekasi masih segera membutuhkan tenaga pelayanan tambahan. Ditambah lagi dengan radius pelayanan yang luas, tingkat keterbatasan domisili warga jemaat, kehidupan masyarakat yang kompleks. Kebutuhan demikian sudah menjadi tuntutan ke depan, kami berharap GKP Bekasi dengan potensi SDMnya yang baik, menjadi sebuah jemaat yang mononjol dalam kiprah oikumenis dan kemasyarakatan di kota Bekasi dan sekitarnya. Sebab, fungsi "garam" dan "terang" bukan hanya untuk jemaat internal saja, melainkan pula dirasakan oleh masyarakat dan gereja kota Bekasi.

Pada akhirnya kami mengucapkan selamat memasuki medan pelayanan yang baru pdt Stefanus dan selamat terus barkarya bagi pdt Yoga. Terima kasih kepada keluarga mkasing2 yang telah memberi peran supporting. Kamipun ingin mengekspresiasikan seluruh majelis jemaat, komisi2, panitia besera seluruh warga jemaat yang telah menjadi mitra yang baik bagi pdt Stefanus dan pdt Yoga dalam pelayanan mereka. Kita semua percaya, untuk pekerjan Tuhan tidak ada yang sia2. Sekian, terima kasih.

Atas nama, .majelis Sinode GKP

Pdt Supriatno STH MM,  Ketua Umum Pdt. Paulus Wijono,  Sekretaris Umum]]> Tuhan yang bekerja di jemaat Bekasi maupun jemaat Awiligar di Bandung dalam pertumbuhan iman yang dewasa.
Tuhan memberkati.


MUDIK Minal aidin walfaizin 1437 (6Jul2016)

= Jul 2016 =

Kesekian kalinya saya harus mudik ke arah jawa tengah, karena mide yang dikunjungin boleh dibilang sudah tua. Seusia beliau 90 an tahun harus sering di kunjungi terutama hari-hari perayaan seperti sekarang ini.

Dalam usianya beliau masih boleh dibilang gesit karena berjalan masih normal, dan berkata juga masih batas normal. Biasanya jika sudah lama tidak bertemu dengan usia beliau pasti bertanya siapakah gerangan ananda.
Tapi ini tidak saya dengar kecuali bertanya bager toh nak....
Saya hanya berpikir, masih dapat kah saya mencapai se usia an beliau itu, karena zaman ne sekarang sepertinya 70 an aza sudah termasuk bonus.
Kembali dalam perjalanan mudik memang sepertinya sudah di permudah dengan cukup sekali membayar di exit tol palimanan jadi tidak ada antrian saat masuk tol cipali seperti tahun lalu.
dengan adanya discount dari 1 ~ 10 July 2016, maka toll dibayar Rp 97rb, dan menghindari macet di prapatan palimanan exitnya dialihkan di exit toll plumbon, yah nambah lagi deh...
Tapi pada tahun ini saya merasa sedih, karena hal yang tidak pernah kuduga terjadi, tak pernah kudengar keluar kata-kata aneh, padahal itu saya bilang hanya karena hal sepele.
Apa yang harus saya perbuat karena kita adalah manusia yang dibilang roh memang penurut tapi daging lemah.
Hanya bisa memohon agar Tuhan memberikan jalan terbaik dan pikiran terang agar bisa ada damai terutama dalam hidup yang saya jalani.
Karena hidup ini hanya dijalankan dan tidak bisa memilih atau ditolak, sampai akhir hayat yang telah ditentukan. Seandainya ada pilihan, pasti memilih yang eunak..... tenan.
Mari kita jalani hidup ini, agar tidak sia-sia, ketika kita ditanya kemudian hari....


Diakonia GKP Bekasi

= 25 Apr 2016 =

Tidak terasa sudah selesai periode pelayanan diakonia tahun 2014-2015, sekrang harus di adakan untuk pemilihan kembali, dan sesuai kesepakatan maka dilanjutkan dengan pengurusan yang sebelumnya ditambah untuk pelayanan pemakaman agar bisa regenerasi, walaupun kenyataannya beliau sudah aktif sebelum di teguhkan.

Mulai periode ini juga ditambah seksi pemakaman di cigelam agar bisa di maksimalkan penggunaannya, mengingat lahan seluar 8 ha ini, tidak tertata sudak sekian puluh tahun. Diharapkan bisa lebih tertata dan dibuatlah program untuk lahan tersebut yang dibawah kordinator dari Diakonia GKP Bekasi.

Dengan mulainya program baru ini untuk tahun 2016, maka akan segera kembali menjalankan program yang telah di setujui di Raker Majelis GKP Bekasi.

Saya bersyukur masih bisa melakukan pelayanan di ladang Tuhan walaupun sebenarnya hanya pakai telunjuk dan bicara, karena yang paling aktif adalah pelawanan perkunjungan dan pemakaman.

Semoga pelayanan ini bisa berjalan dengan baik, dan saya tidak lupa menucapkan terima kasih kepada bapak ibu yang telah memberikan waktu, moril maupun materi.... dalam pelakasanaan pelayanan, terutama pada bulan diakonia February yang lalu, saya tidak bisa aktif....

Dan kepada Bapak-bapak Gembala GKP Bekasi, Majelis GKP Bekasi yang selalu mendukung dalam kegiatan Diakonia ini, saya mengucapkan terima kasih, agar tidak bosan memberikan bimbingan dan pengarahan agar bisa pelayanan ini berjalan dengan baik.

Tuhan memberkati....

Bali oh Bali

= 19 Apr 2013 =

Bali adalah impian semua orang untuk berekreasi, aku selalu memimpikan pergi ke Bali.
Mungkin setuju kalau saya bilang, semua orang berkeinginan untuk jalan-jalan ke bali,

bali-apr-19-2013-163-mobile karena bali adalah pulau yg indah dan menjadi daya tarik seluruh dunia dengan keindahan alamnya yang indah sekali banyak wisatawan ke bali untuk rekreasi. kami bersyukur kepada Tuhan karena mempunyai kesempatan untuk pergi ke bali.
bali-apr-19-2013-163-mobileKami sangat senang sekali karena bisa pergi ke Bali pada 19 April 2013 setelah menanti-nanti sekian lama. Pada saat mau berangkat, kami sangat sibuk untuk mempersiapkan keperluan yg kita butuhkan disana, bahkan malam sebelum berangkat karena memimpikan keindahannya bali.setelah sampai dibali kami sekeluarga langsung menuju hotel untuk melepaskan lelah untuk menempuh perjalanan yg sudah dilalui .dan keesokan harinya kami pergi ke gunung batur dan makan dipuncak gunung batur sambil malihat pemandangan di gunung batur dengan udara dingin dan sejuk.
Sebelum kami sampai di gunung batur, sebelumnya kami mampir menonton bali tradisional tari barong.
bali-apr-19-2013-86-mobilebali-apr-19-2013-63-mobilebali-apr-19-2013-62-mobile Karena pernasaran ingin mencoba menu puding yang ternyata adalah ketan hitam....huah hah hah ketipu deh
bali-apr-19-2013-98-mobilebali-apr-19-2013-96-mobile Dengan perasaan yang begitu indah, karena bisa menikmati suasana ditempat, kemudian kami kembali ke arah hotel, sebelumnya kami makan malam di pantai jimbaran.
Sebelum kami sampai di pantai jimbaran kami mampir ke gua gajah untuk melihat patung dan mata air yang disucikan oleh orang bali, bila kita mencuci muka dan mandi, maka akan awet muda.bali-apr-19-2013-120-mobilebali-apr-19-2013-119-mobile
bali-apr-19-2013-119-mobile Pesisir pantai di jimbaran dan meja makan dipantai, dengan hembusan semilir angin laut.
Sambil menunggu makanan yang dihidangkan, kami bermain pasir dan air, (yah jadi basah deh, kecipratan air laut) bali-apr-19-2013-140-mobile Menu ikan bakar dan air kelapa yang eunak...k, lupa kalau masih ada yang belum menikmati rasa yang kami
rasakan.bali-apr-19-2013-48-mobilebali-apr-19-2013-142-mobile Terima kash Tuhan atas kesempatan yang berharga ini, sehingga kami sekeluarga bisa pergi bali bersama.
Sebelum kembali ke Jakarta kami mampir ke tempat penjualan cidera mata yaitu... sukowati market yang mana disini bisa membeli souvenir dengan harga yang bersahabat.
bali-apr-19-2013-111-mobilebali-apr-19-2013-110-mobile bali-apr-19-2013-48-mobilebali-apr-19-2013-142-mobile
Kenangan yang indah yang tidak terlupakan pergi ke bali, semoga dihari yang akan datang bisa kembali datang ke Bali.
Dalam hal ini kita sudah buat wacana melalui punguan bah tonang.bali-apr-19-2013-111-mobilebali-apr-19-2013-110-mobile
Semoga apa yang di rencakan bisa terkabul. amin....n.
Terima kasih kepada semua yang telah mendukung terutama tempat saya bekerja Hitachi yaitu salah satu program untuk memberikan rekreasi kepada karyawan yang sudah bekerja selama 20 tahun...
(walah...walah rupaya aku sudah bekerja 20 tahun... yah), dan kepada guide yang ada di bali yang telah memberikan banyak penjelasan tentang bali, sehingga saya dan anak-anak bisa mengerti bali.
Dan ini adalah sebagai bekal untuk anak-anak dimasa depannya, dan mengerti akan budaya indonesia yang sangat berharga.


Alkitab HP atau android

= 20 May 2016 =

holy bible.jpg Memang kalau dipikir sangat beruntung dan baik dengan adanya alkitab HP ini, apakah saya yang salah, tolong pak pendeta di koreksi. Karena dengan adanya Alkitab HP atau android ini menjadi kebaikan bagi saya,

dimana bisa membaca Firman Tuhan setiap hari dimana pun berada. Walaupun kalau saya pikir-pikir ngga adil juga, karena tidak ada waktu khusus untuk menghadap Tuhan.
Hal ini saya lakukan setiap ada waktu senggang, artinya saya memberi sisa waktu kepada Tuhan sementara Tuhan telah menyediakan waktu buat kita pada saat kita membutuhkan.
Terima kasih kepada Alkitab adroid lincensed under Apache. http://www.bibleforandroid.com Dalam program ini kita bisa download alkitab dengan berbagai bahasa, ada juga untuk renungan harian, dan jadwal bacaan alkitab dari Kejadin sampai Wahyu. Dalam beberapa tahun ini saya berhasil membaca alkitab dari kejadian sampai wahyu dengan mengikuti jadwal ini. Puji Tuhan! walaupun saya tidak bisa mengerti secara jelas, karena saya yakin bahwa Tuhan akan membuka pikiran dan hati untuk mengerti.
Dan setiap HP saya miliki pasti akan saya install program ini, … Pada waktu masih sekolah saya juga membaca setiap hari dengan alkitab, tapi karena selalu harus baca di alkitab bentuk buku maka kadang terlewatkan dan hanya satu kali bisa menyelesaikan membaca selesai dalam setahun, sisanya beberapa tahun tidak bisa selesai. Inilah penyebabnya saya bilang sangat bersyukur.
Tapi saya juga punya strategi bagaimana agar alkitab ini sangat berharga dan tidak ketinggalan pada waktu mau kebaktin caranya adalah uang persembahan saya sudah siapkan di dalam alkitab.
Pada waktu menyampaikan persembahan pasti sudah siap sesuai dengan niat hati, dan puji Tuhan tahun ini saya menaikkan nilainya, karena Tuhan juga telah memberikan berkat yang berlimpah. Dengan adanya adanya uang di dalamnya, maka mau ngga mau tidak bisa ketinggalan alkitab ini jika mau kebaktian. heh heh. sedikit trick.. Demikian Seklumit pengalaman semoga bermanfaat.


Saudara “dalihan natolu”

= 28 June 2016 =

dalihan natolu Saudara menurut wikipedia adalah kerabat keluarga laki-laki maupun perempuan yang lebih muda ataupun lebih tua.
Kebutuhan adalah keinginan manusia terhadap benda atau jasa yang dapat memberikan kepuasan jasmani maupun kebutuhan rohani

baju adata batak Baju adat suku  Batak Manusia mempunyai kebutuhan yang akan atau harus dipenuhi, baik secara moril maupun material.
Pada umumnya orang akan mengutamakan kebutuhan material, baru kemudian moril, hal ini terjadi karena kebutuhan materi adalah hal yang diperlukan untuk hidup dan kebutuhan moril adalah untuk mempertahakan kehidupana agar hati damai sentosa.
Walaupun kadangkala kalau di pikir-pikir bahwa kebutuhan materi adalah relatif, apakah kebutuhan utama atau sekunder, wajib atau tidak wajib.
Pada umumnya dalam mempertahankan hubungan antar insan manusia karena kita adalah mahluk sosial, yaitu harus berinteraksi dengan sesama insan manusia.
Karena jika kita hanya hidup sendiri, tidak akan bisa hidup dengan baik, misalnya bagaimana kita makan kalau tidak ada petani yang menanam padi atau gandum?
Tentu kita tidak harus bertani dulu baru makan dan selanjutnya, maka akan ada batasan-batasan yang dibuat agar bisa berjalan dengan baik hubungan korelasi antar insan manusia.
Sehingga dengan kebutuhan ini, maka terutama yang sudah dewasa dalam artian 17 tahun keatas atau sudah menikah dianggap sudah bisa untuk memenuhi kebutuhannya/memutuskan kebutuhannya.
Dan hal ini membuat ada batasan-batasan/aturan-aturan yang harus dijalani agar tidak terjadi perselisihan terutama dalam hubungan saudara tadi.
Di tanah batak karena saya orang batak ada namanya "dalihan natolu" yaitu 3 (tiga) dasar/landasan yang harus dipegang dalam menjalankan hubungan dengan saudara.
1. "Somba marhula-hula" : hormat kepada mertua karena mereka adalah asalnya kita mempunyai keturunan melalui anaknya perempuan yang dinikahi.
DI tradisi batak, kalau mertua sampai marah maka (karena umumnya petani), tanaman tidak akan tumbuh sehingga tidak dapat berkah.
2. "Manat mardongan tubu" : hati-hati dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan saudara hubungan darah terutama yang sudah menikah karena yang sudah menikah sudah mempunyai koridor sendiri secara kebutuhan yang tidak bisa di interperensi/diatur. Mereka mempunyai masalah sendiri, kebutuhan sendiri, kehidupan sendiri.
3. dan terakhir adalah "elek marboru" : dimana kita mempunyai anak perempuan harus disayang termasuk istri karena dia juga perempuan.
Harapannya dengan menjalankan ini sesuai tradisi batak maka ada saling gmenghargai untuk membuat hidup dan hubungan dengan saudara yang harmonis.
Demikian yang bisa saya ungkapkan, semoga ada rekan-rekan saudara yang bisa menambahkan kurang lebihnya. Walau kadang kalau dilihat orang batak itu sering berselisih, bahkan sampai ada yang namanya sumpah, tapi ini kan namanya mengingatkan kepada kita agar mengetahui dan mengerti.
Semoga ada manfaatnya sebagai pengetahuan terutama kita yang bersaudara agar terjalin hubungan yang harmonis.
Hidup ini adalah kodrat yang harus dijalankan yang membuat kita harus damai dan tentram terutama dari hati kita masing-masing.
Semoga Tuhan memberi karunia dan damai sejahteraNya kepada kita umatNya di dunia ini.


Percobaan atau ujian?

= 22 June 2016 =

derita1 Saya terinspirasi untuk memperdalam arti dari percobaan ini saat membaca ayub dan mendengar kotbah dari pak Pdt. Stephanus Mth.
Karena Tuhan menizinkan untuk memberikan ujian kepada ayub, mengizinkan loh, bukannya mencoba/menguji.
Karena sifat Tuhan adalah Pengasih dan Penyayang yang jelas tidak akan dilakukan, karena itu adalah yang kita imanin.

Kembali kepada pencobaan tadi kenapa terinspirasi karena saya tidak bisa membayangkan seorang ayub yang kaya raya dengan keluarga yang bahagia, karena selalu membuat pesta dan keluarga yang harmonis karena ada anak laki dan perempuan dan taat lagi, yang mana biasanya kalo orang sudah mempunyai tahta harta, pasti hatinya akan condong ke dunia, tapi tidak dengan ayub, karena jelas disebut ia adalah orang saleh.
Tapi karena Iblis meminta izin untuk Tuhan agar diberi pencobaan, kali aza imannya pindah gitu ke yang lain.
dan Tuhan hanya berpesan supaya nyawanya di sayang, artinbya jangan diambil oleh iblis.
Kembali kepada penderitaan yang tadi bahwa tidak bisa membayangkan mulai dari harta musnah, anak semua meninggalkan, bahkan istri sendiri membenci dan meminta agar meninggalkan Tuhannya.
Belum lagi dengan penyakit di seluruh badan dari ujung kaki sampai ujung kepala diceritakan sangkin gatalnya di garuknya dengan pecahan beling/kaca.
Sehingga untuk menahan gatal juga harus duduk di atas abu.
Kadangkala kita sebagai manusia, hanya sedikit saja derita yang kita terima sudah langsung berpikir bahwa Tuhan tidak sayang, Tuhan meninggalkan daku dan apakah dosa yang kuperbuat sehingga aku menerima ini?.
Padahal semata-mata hanya untuk mengingatkan agar kita mendekat kepada Tuhan.
Karena umumnya manusia akan mendekat kepada Tuhan jika sudah ada derita yang diterima....
Jadi artinya harus diingatkan dengan derita agar bisa ingat akan Tuhan, bukankah ini sangat miris? berarti kita meminta penderitaan kita sendiri bukan?
Tapi kembali ke ayub, bahwa dia tidak berbuat apa-apa sehingga dia menerima malapetaka ini...seperti di awal diceritakan hanya karena iblis mau mencobai.
Dia tetap tidak meninggalkan Tuhan bahkan pada akhir cerita ayub mendapatkan 2 kali lipat harta dari yang sebelumnya, dan mempunayi anak dancucu.
Bahkan masih bisa hidup lebih lama sehingga bisa menyaksikan anak cucunya.
Apakah kita tidak bahagia jika kita sudah lulus dengan ujian/cobaan ini langsung mendapat berkat?
Biarlah kiranya pelajaran dari ayub ini menjadi dasar bagi kita untuk bisa selalu dekat dengan Tuhan, dan hidup kita bisa sesuai dengan ajaran Tuhan.
Kiranya Tuhan memberkati dan memimpin hidup kita hari lepas hari.
Amin


Silsilah marga batak

= 22 June 2016 =

Berikut asal muasal marga batak yang dikumpulkan dari berbagai sumber internet.
Sebagai masukan perbaikan silahkan di comment.

Setiap baris "koma" adalah anak ke dari urunan nomor diatas.
SIRAJA BATAK

1 Guru Tatea Bulan(Gol. Hula2/Lotung), Raja Isombaon(Gol.Matahari)
*Putra
2 Raja Uti (Rj Biak2), Tn Sariburaja (keturunan Pasaribu), Limbong Mulana, Sagala Raja, Silau Raja (Malau, Manik, Ambarita dan Gurning)
*Putri
2 Siboru Pareme (mauli Tn Sarib ke uraja) kembar Tn.Sariburaja Siboru Anting Sabungan (Tn Sorimangaraja/Putra Isombaon) Siboru Biding Laut (Nyi Loro Kidul) Siboru Nan Tinjo (tdk Kawin)

3 Raja Lottung (dari Pareme), Raja Borbor (nai mangiring laut), Raja Babiat (dari Harimau) ke mandailing marga bayoangin
*Putra
4 Tn Situmorang, Sinaga, Raja Pandiangan, Toga Nainggolan, Simatupang, Aritonang, Siregar
*Putri
4 Boru Anakpandan (Toga Sihombing), Boru Panggabean (Toga Simamora)

5 Lumban, pande, Lumban, Nahor, Suhut ni huta, Siringo-ringo, Sitohang uruk. Sitohang tonga-tonga, Sitohang toruan (lumban gaol)

6 Lumban toruan, Sipangpang, Rumapea

4 Sinaga
5 Simanjorang, Simandalahi, Barutu

4 Pandiangan

5 Rj. Humirtap, Rj. Sonang
6 Toga Pande, Lumban uruk, Suhut ni huta, Lumban toruan

5 Rj. Sonang
6 Gultom, Pakpahan, Samosir, Sitinjak, Harianja

6 Samosir
7 R. Bolon, R.Surung, R.Sidari
8 O. Podu, Soribudali

4 Nainggolan

5 Ruma Hombar, Si batu, Simatupang, Aritonang
6 Lumban tungkup
7 Ruma horbar, lumban raja

5 Si batu
6 Parhusip, Batubara, Siahaan, Ampapaga

4 Simatupang 5 Sitoga torop(Siborutorop), Sianturi, Siburian

4 Aritonang
5 Ompu Sunggu, Rajagukguk, Simaremare

4 Siregar
5 Silo, Dongaran, Silali, Siagian

4 Silali
5 Ritonga, Sormin

6 Datu Taladibana (Cucu Raja Borbor)-- gereneasi ke-6
7 Datu Dalu (sahangmaima), Sipahutar, Harahap, Tanjung, Datu Pulungan (Pulungan), Simargolang (Imargolang)
8 Pasaribu, Batubara, Habeahan, Bondar, Gorat, Tinendang, Tangkar, Matondang, Saruksuk, Tarihoran, Parapat, Rangkuti

7 Datu Pulungan (Pulungan)
8 Lubis, Hutasuhut, Limbong mulana

8 Limbong Mulana
9 Palu Onggang, Langgat Limbong

9 Langgat Limbong
10 Limbong, Sihole, Habeahan

2 Silau Raja (Malau, Manik, Ambarita dan Gurning)
3 Malau, Manik, Gurning
4 Paseraja, Ambarita, Gurning, Lamberaja

4 Lamberaja
5 Manik raja

4 Ambarita
5 Lumban Pea, Lumbang, Pining
6 O.Mangomborlan (Tdk ada laki2), O.Bona, Nihuta

6 O.Bona Nihuta
7 O. Suhut ni huta (tunggal)
8 O. Tondolnihuta
9 O.Martua, Boni, Raja(O.Mamontang Laut), O. Rj Marihot, O.Rajani Umbul
10 O. Sohiloan, O.Jaipul, O.Sugara
11 O.Josep

1 Raja Isombaon(Gol.Matahari)

2 Tn. Sorimangaraja (Br. Anting Malela/nai rasaon/Putri tatea bulan, Br. Biding Laut/Nai ambaton, Br. Sanggul
Baomasa/nai suanon), Raja Asiasi Sangkar Somalindang
2 Tn Sorba Djulu (O.Rj. Nabolon) dari Br Anting gelar nai ambaton
2 Tn. Sorba Jae (Rj. Mangarerak) dari br. Biding gelar nai rasaon
2 Tn. Sorbadibanua (Tn. Sorba Djulu/O.Rj. Nabolon) dari Br. Sanggul nai suanon

2 Nai Ambaton
3 Simbolon Tua (Simbolon) Tamba Tua (Tamba), Saragi Tua (Saragi), Munte Tua (Munte, Nai Munte, Dalimunte)

3 Simbolon
4 Tinambunan, Tumanggor, Maharaja, Turutan, Nahampun, Panyungan, Berampu, Pasi

3 Tamba
4 Siallagan, Tomok, Sidabutar, ,Sijabat Gusar, Siadari, Sidabalok, Rumahorbo, Napitu

3 Saragi
4 Simalango, Saing, Simarmata, Nadeak, Sidabungke

3 Munte
4 Sitanggang, Manihuruk, Sidauruk, Turnip, Sitio, Sigalingging
5 Sitanggang bau, Sitanggang lipan, Sitanggang upar, Sitanggang silo

10 Ompu Bada (Keturunan Nai Ambaton generasi ke-10) bermarga gajah
11 Tendang, Banura, manik, Beringing, Gajah, Barasa

2 Nai Rasaon (Rj. Mangarerak)
3 Rj. Marpodang Rj. Mangatur
4 Sitorus, Sirait, Butar-butar
5 Pane

3 Rj. Mangatur
4 Toga Manurung

2 Nai Suanon (Tn. Sorbadibanua)
dari Istri pertama (putri sariburaja)
3 Sibagot ni Pohan (Pohan), Si paet Tua, Silahi Sabungan (Silalahi), Rj. Oloan, Rj. Huta lima
dari istri ke2 br.Sibasopeat putri mojopahit
3 si raja sumba, siraja Sobu, Toga Naipospos (Naipospos)
4 Toga Simamora, Sihombing
5 Toga Purba, Manalu, Debata Raja, Somerham (ke Pakkat dan Barus)
6 Sipantomhobol, Parhorbo, Si gulang batu
7 Tn. Didolok, Porgadung, Balige Raja
8 O. Tinambaaan, O.Tahiraja, O.Raja Idaon
9 O. Raja Ihutan, O.Unggul, O. R. Dolok, O. Habiaran
10 O. R. Ihutan, O. Panaha Raja, O. Huta Inas, O. R. Itoba, O. Sigambo (Matiti)

9 O.Unggul
10 O. R. Suhut, O. Pangulu Raja.

6 Parhorbo
7 Parhoda-hoda, Marsahan omas, Tn. Manorsa
8 O.R. Suherman, O.Badiporhas, O.Habinsaran
9 O.Purba, O.Nalu, O.Anakraja

7 Datu Marsahan Omas
8 O.Saruan Bosi, O.R.Sihoda, O.Mamora Soleanon
9 O.R.Sobo, O.Borotan

8 O.R.Sihoda
9 O.Omo, O.Purba, Tanjung

8 O.Badiporhas
9 O.Barada

8 O.Mamora Soleanon
9 O.Lanu

8 O.Habinsaran
9 O.R. Natarus, O.R. Omaoma, O.Tungkot, Marpaung, O.Duniaraja, O.Gr.Pinangan

7 Tn. Manorsa
8 Sora Malela, O. Taraim, O.Soimbangun, Tn. Sungguraja, R. Hinokhop

8 R. Hinokhop
9 Raja bara
10 Tondang, Tambun saribu
11 Silopak, Sihalpe, Hinalang, Sihuta tano

7 Balige Raja
8 O.Balige Raja
9 O.Balige Sende
10 O.Namora Tinahi, O.Pulungan Tua, O.Tombak Saribu
11 O.Gr. Manglingkang
12 O.Tuluntun
13 O.R.Natimbul

10 O.Pulungan Tua
11 O.Paiti

8 O.R.Idaon
9 O. Burnang, O. R. Dimana

9 Sigulangbatu
10 O.Partaliganjang(Parlangka jolo) R.Ursa
11 O.Gr.Sotangguon
12 Somalate, O.Datu Rajim
13 Juaro Parultop, DatuDarulas

2 Sihombing
3 Borsak Junjungan Salaban, Borsak Simuronggur Lumbantoruan, Borsak Mangatas Nababan, Borsak, Bimbinan, Hutasoit

3 Toga Sobu (Hasibuan)
4 Sitompul, Rj. Hasibuan

4 Rj. Hasibuan
5 Gr. Mangaloksa si4 pisoran, Gr. Hinobaan
6 Hutabarat, Panggabean, Hutagalung, Hutatoruan
7 Hapottahan, Sisunggulon, Hutabarat Pohan

7 Hutabarat Pohan
8 Parbaju Partali

6 Panggabean
7 Lumban ratus, simorangkir, Lumban Siagian

6 Hutagalung 7 Miralopak, Rj. Inaina
8 Harean, Napitupulu

7 Rj. Inaina
8 Inaina, Dasopan, Botung

6 Hutatoruan
7 Hutapea, Lumban tobing

7 Lumban Toruan
8 Huta gurgur, Huriara

6 Nababan
7 Dolok Toruan

5 Manalu
6 Mangararobean, Mangaradolok, Debataraja
7 Sorimungu, Rumagorga, Sigukguhi, RumaIjuk, RumaHole

6 Mangaradolok
7 Paruma, Pareme, Datu napunjung, Tongkot, manodo

6 Debataraja
7 Babiat nainggolan, Sampetua, Gaja Marbulang

4 Sibagot ni Pohan (Pohan)
5 Tn Sihubil, Tn. Somanimbil, Tn. Dibangarna, Sonak, Malela
6 Tampubolon, Barimbing, Silaen

5 Tn. Somanimbil
6 Siahaan, Simanjuntak, Hutagaol

5 Tn. Dibangarna
6 Panjaitan(Dairi), Silitonga, Siagian (Pardosi), Sianipar

5 Sonak Malela
6 Simangunsong, Marpaung, Napitupulu

4 Pangulu Ponggok, Partano, Puraja laguboti
5 Rj. Hutahean, Rj. Aruan, Rj. Hutajulu

4 Partano
5 Sibarani(Sarumpaet), Sibuea

4 Puraja laguboti
5 Pangaribuan, Hutapea(Laguboti)

3 Silahi Sabungan (Silalahi)
4 Sihaloho, Situngkir, Sirumasondi, Sinabutar, Sinabariba, Sinabang, Pintubatu, Tambunan, Turgan, Solia, Sidebang, Boliala, Pintubatu, Sigiro, Tambun(Tambunan) Doloksaribu, Sinurat, Naiborhu, Nadadap, Pagaraji, Sunge, Baruara, Lumban Pea, Lumbang Gaol
5 Sinarborno, Sinapuran, Sinapitu, Masopang

4 Situngkir
5 Sipakar, Sipayung

4 Sirumasondi
5 Rumandosni, Ruma, Sigap

4 Pintu batu
5 Doloksaribu, Sinurat, Nadapdap

4 Tambunan
5 Lumbanpea, Baruara, Lumbangaol

3 Rj. Oloan
4 Naibaho Ujung, Bintang, Manik, Angkat, Hutadiri, Sinamo, Capa, Sihotang(Sigodangulu), Bangkara, Sinambela, Dairi, Sihite, Sileang, Simanullang
5 Siahaan, Sitangkarean, Sidauruk, Hutapa
rik

4 Sihotang(Sigodang ulu)
5 Sipardabuan, Uruk, Sorganimusu, Sitorban, Dolo, Sirandos, Simorsolit, Sihotang Hasugian, Lumbang batu

4 Rj. Huta lima
5 Maha, Sambo, Pardosi, Sembiring, Maliala

3 Toga Naipospos (Naipospos)
4 Toga Marbun, Toga Sipoholon
5 Lumban Batu, naipospos, Banjarnahor, Lumban gaol
6 Marbun, Sehun, Meha, Mungkur

4 Toga Sipoholon
5 Sinagabariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang

8 Soribudali
9 Gr. Debata ( urutan ke-4)
10 O. Rj. Limbo
11 Gr. Sosonggolombuan, Gr. Mangallat, Gr. Horbol, Gr. Sinaga, Gr. Marsaong
12 R. Jabut, Gr. Pangundang (B.Pulau), O. Ribahiras (Lg. boti), O. Bagal/Iring (Huta batu), O. Guhuntan

12 Gr. Pangundang (B.Pulau)
13 Panatap, Tk. Dalam, Asahan
14 Ulong, Solat, Madjid, Ibrahim, Ali

14 Ibrahim
15 Nuddin, M. Alwi (Tjg. Balai)

15 M. Alwi
16 Ilhamuddin (medan), Zayadi (Tjg. Balai), M. Nawawi (Duri), Kholil (tjg. Balai)
17 Faldo (Ilhamuddin), Yuda (Zayadi), Ari dan Zidan (Nawawi), Polan (Kholil)


Pomparanni O.Manggalang

= 6 June 2016 =

siregar Karena sudah selesai dipugar tugu Gr.Mandatas, maka akan diadakanlah pesta peresmian rencana 29-30 June 2016.

Agar keturunanya bisa mengetahui posisi dan kedudukan, saya coba membuat tarombo seperti berikut yang disadur dari A.Krisman di Tanjung Priuk dan beberapa informasi dari punguan O.Sonar yang ada di Jakarta dan sekitarnya serta beberapa sumber dari blog..
Setiap jarak spasi(komma) adalah anak ke.. dan kebawah adalah keturun ke..
O... Ompu
Gr... Guru
Rj....Raja
A... Ama
Br... Boru

Jika ada hal-hal yang perlu di perbaiki dengan senang hati diterima untuk perbaikan dan kemajuan tarombo sebagai budaya yang harus dilesatarikan.

1 Toga Gultom, Toga Samosir, Toga Pakpahan, Toga Sitinjak
2 Hutatoruan, Hutapea, Hutabagot, Hutabalian
3 Gr Sinaingan (br.Pangaribuan)
4 Op. Sahution (br.Panjaitan)

5 Rj.Marpodang
6 A. Marpodang (br.Tamba), Rj.Martabu (br.Lumban Tukkup), Op. Sonar (br.Sinurat)
7 O.Ratus, O.Morsa
8 O.Mangaraja
9 Gr.Sinaingan
10 O.Mombang, O.Togaraja, O.Pagarhuta
11 O.Makuabung

9 O.Surung, Barita, O.Panganar
10 O.Paung, O.Nariahuta, O.Dompa kNauli
11 O.Hationg
12 A.Riahuta/O.Manginjang
13 O.Sartion, A.Damaria

10 O.Nariahuta
11 O.Sortian, O.Huruan, O.TahangUluan

11 O.Huruan
12 A.Huruan, O.Pantang/A.Hadiot/O.Arag, A.Dohabiak

7 Gr. Tumindi
, O.Padang Bolak, Gr.Mandatas/br.Sirait, O.Pintu bahal, Rj.Marmaksi, Gr.Pinainding
9 O.Dorimata
10 A.Tadoan
11 O.Togaraja, O.Pegang
12 A.Togaraja, A.Hirtap
13 A.Lojong
14 A.Jobani

8 O.Padang bolak
9 O.Tarupun
10 A.Tarupun, O.Dohop dihuta, O.Pungga
11 O.Mulahuta , O.Embal
12 A.Mulahuta, A.Rajaidoan
13 O.Takkas, O.Gintong
14 O.Sinur, A.Tapian
15 A.Sinur, Arsius, Krisman

14 A.Tapian
15 Mustar, Hitca

11 O.Embal
12 O.Ondol
13 O.Morta, O.Rusli
14 O.Marolop, O.Mulahuta

13 O.Rusli
14 A.Rusli
15 Rusli, Mahidin

13 O.Gintong
14 O.Muller, A.Tapian
15 A.Muller/O.Radof, A.Sahala/Karlen/O.Fanny, A.Ranto/Jaminar
16 Muller, Syamsudin, Dahlan, Efendi
17 Radot

15 A.Sahala/Karlen/O.Fanny
16 Sahala, Padang, Naeman, Plakidus
17 Andy, Nici, Rifai

16 Padang
17 Fransiscus, Paprius

16 Naeman
17 Franky, Joy, Erik

16 Plakidus
17 Fernandus, Frayer

15 A.Ranto/Jaminar
16 Rahban

16 Syamsudin
17 Donny Doly

16 Dahlan
17 Kelvin

16 Efendi
17 Irfan
18 Iqbal

9 O. Panggalang/Br.Manurung, O.Pangandosan/Br.Sirait, O. Pangganas, A.Pangombis(sian br.Pangaribuan)
10 A. Manggalang/Br.Manurung, O.Mangatak, O.Jorimata(br.Pardosi), O.Manggaler
11 O. Martaondihuta(O.Tilli)
12 O.Sitaon(O.Toa)/Br.Sirait/A.Martabun
13 A.Baliang, O.Jalianus/Lumbanjulu(Porsea)/A.Jullap/Tilli
14 Motor Kopal
15 O. Piner, O.Ploret, O.Ferry, O.Yanter, O.Sonang

13 O.Jalianus/Lumbanjulu(Porsea)/A.Jullap/Tilli
14 Siat/Samuel, Balekket/Ferdinan, Pongit/Petrus, Lepek/Aperus, Pis/Hadarian

14 Lepek/Aperus
15 Pipin, Sahat, Lontung, Patar, Poltak

14 Siat/Samuel
15 Julianus/A.Pier

14 Pongit/Petrus
15 Maurid, Johanes, Albert, Jonny , Robert
16 Fery Sihar

15 Johanes
16 Japren, Panel, Ruben

15 Albert
16 Ojak, Hitler

15 Jonny
16 Heru Kardo

15 Robert
16 Michael, Gilbert

11 O. Martalinga, O.Biduan, Dt. Baragas
12 O.Radju O.Ganup
13 O.Siatur
14 O.Bagian, O.Saudara
15 O.Sigomgom, "A.Panahatan/O.Marito, A.Tani
16 A.Gomgom, A.Ika, A.Marnala, A.Boris, A.Daniel
17 Juardi

16 A.Ika
17 Andreas, Freddy

16 A.Marnala
17 Parlin, David

16 A.Boris
17 Boris

16 A.Daniel
17 Daniel, Richat

15 A.Panahatan/O.Marito

16 Wilmar, Jebudi, Junedi, Jenari, Jonari

15 A.Tani
16 Saor, Horas, Herpin

14 O.Saudara
15 O.Dorita, A.Erita
16 A.Dorita/Saudara, Lister, Arles/A.Tojo

15 A.Erita
16 Jonson

16 Arles/A.Tojo
17 Tojo, Rances, Richat

12 O.Gili
13 A.Gili
14 O.Ester
15 A.Ester
16 Ual

12 O.Ganup
13 O.Marjiman
14 O.Simaruahal/Hp.Ganup

12 O.Mangitas
13 O.Si Utal, O.Bantun, O.Moppo
14 O. Boturan, O.Erika/Podi
15 O.Dippos, O.Meta
16 Halasan, Polman
17 Asido

15 O.Meta
16 Alen/A.Yuri, Vanboima/A.Daniel Monday/A.Juanda Biris

14 O.Erika/Podi
15 Malanton/O.Abel
16 Parlin/A.Abel
17 Abel

13 O.Bantun
13 Pete/A.Bantun, Laudin/A.Esma, Sotam/A.Rumintang
14 O.Parnigontan, O.Dodo, O.Lenna

13 O.Moppo
14 A.Moppo/Durahman, Boni Galesong

14 A.Moppo/Durahman
15 A.Hatoguan

13 Pete/A.Bantun
14 Bantun/A.Parningotan, Maringan/A.Binur, Ayal, Pardamena

13 Laudin/A.Esma
14 Darwin, Jorlin, Guntur, Daiman, Binson

11 O.Dameuluan, O.Bt.Lamak, O.Sohirtapon, O.Siampinan, O.Paranjak, O.Djor, O.Bagot, O.Manggeleng/Jior
12 A. Dameuluan
13 A.Sanga
14 Marimus, Petrus

11 O.Bt.Lamak
12 O.Gaol, A.Anju
13 O.Mandilo
14 Gudo/A.Mandilo, Misir/O.Saggam

11 O.Paranjak
12 O.Siandia
13 O.Maruli
14 O.Berliana, O.Martua
15 A.Berliana/Mausin, A.Martua/Bisman, A.Chandra/Abner
16 Ulus, Aolman, Karno, Moses, Freddi

15 A.Martua/Bisman
16 Martua, Kristia

11 O.Barnamas
12 O.Gaol
13 O.Madilo, A.Agun
14 A.Mandilo, A.Kisaran

13 A.Agun
14 Lukas

13 O.Gendam
14 O.Meringan A.Dollos

12 O. Rj.Monang(br.Manurung), O.Tarbege(br.Sitorus, br.Siregar), O.Lendang(br.Naibaho)
13 O.Gendam(br.Butar-butar), O.Poltak(br.Sitinjak), O.Binsar/Guga(br.Siahaan) O.Tumuddi/Pintar(br.Siregar), O.Puasa/Ongus(br.Siahaan)
14 O.Maringan, O.Parguruan/Hp.Lintang
15 A.Maringan
16 Bistok/A.Podang, Tumpu/A.Krisman

12 O.Lendang
13 O.Buha, O.Mangitar
14 Lendang

13 O.Mangitar
14 Jaluter, Japohan, Jasina, Jabangun, Jabunga/A.Abas Jamombang/Jamalum/O.Ramot

14 O.Parguruan/Hp.Lintang
15 Doktor, Kopon/A.Parguruan

15 Kopon/A.Parguruan
16 Paguruan/A.Jeny, Japarman, Mardino

14 O.Jepri/Mian(br.Sitinjak), A.Rotua/Ukur/O.Bastian(br.Sinaga,br.Manurung), A.Parningotan/Atal/O.Markus(br.Purba)
15 A.Jepri/O.Claudia, A.Loddut/Maruhum/O.Dame, A.Nanda/Robert/O.Sidinar(Br. Butar-butar), A.Boris/Thomson/O.Yonatan(Br. Butar-butar)

15 A.Jepri/O.Claudia (br Siregar)
16 Boy, Sutan, Panglima

15 A.Loddut/Maruhum/O.Dame (br Hasibuan)
16 Lamhot/A.Dame (br Hasibuan, A.Jason(br Sitompul), Anggiat

14 A.Rotua/Ukur/O.Bastian
15 Uba/A.Bastian, Totop/A.Ferry

14 A.Parningotan/Atal/O.Markus(br.Tamba)
15 O.Daniel, O.Aila, O.Akira, A.Monica
16 Markus/A.Daniel, Henry, Ismael, Samuel

14A.Binsar/Togam, A.Tumpal/Japan, A.Marudut/Janu
15 A.Arta/Binsar, Siar, Baha, Binner, James/A.Sitong
16 Baringin

13 O.Tumuddi/Pintar
14 A.Tumdidi/Oloan, Sontan/O.Batara/A.Tionggar

14 Sontan/O.Batara/A.Tionggar
15 A.Batara/Liber, Teddy/A.Floren, Linggom, Harapan, Rawan, Jujur

14 A.Tumpal/Japan
15 A.Mappe (br. Samosir), A.Risman (br. Manurung), Manangap/A.Falen, Bismar/A.Rahel (br.Siregar)
16 Mappe, Fery, Fukky

15 Bismar/A.Rahel
16 Daniel

15 A.Risman
16 Risman, Riyanto, Erikson
15 Rawan
16 A.Anju
17 Anju

14 A.Puasa/saiden, Paian, A.Monang/Umar, Sahat, Budiman, Lomo
15 Luren

14 A.Monang/Umar
15 Monang

13 A.Tarbege/O.Parlindungan/Israel, O.Esra/Asap 14 O.R.B.Mardongan/Wiliater, Moman
15 Parlindungan, A.Besi/Perluhutan/Felix, A.Andro/Parulian, Pardomuan

12 O.Lendang
13 O.Sibuha, O.Mangitar
14 O.Julianus, Antak, Muara, Nasir

13 O.Esra/Asap
14 O.David/Kalit, A.Reni/Banura, A.Jones
15 A.David/Masron
16 David, Ucok

14 A.Reni/Banura
15 Kardi, Arcun, Maslan, Anton

14 A.Jones
15 Jones, Judiker, Jiron

13 O.Mangitar
14 A.Manitar, A.Talam, A.Hurungan, A.Herli, A.Tiur, A.Rosmaida A.Pangihutan

11 O.Siampinan
12 O.Rj.Ingot, O.Ondolan
13 O.SiLontung
14 A.SiLontung, Managatas, Abiden, Daulat

12 O.Ondolan
13 O.Onar, O.Sorta
14 O.Sampe, A.Tiurma, A.Ual, A.Gena, A.Sontam, A.Rama

13 O.Sorta
14 A.Sorta/Berlin

11 O.Paranjak
12 O.Sianda
13 O.Maruli
14 O.Siberliana, O.Martua

7 Rj.Botul
O.Rj.Natonang, O.LomakniHuta, O.TuanNarabingan, O.Rj.Gansip
9 O.Dormalaut, Apangambe

8 O.Tn Narabingan
9 O.TogaTorop, Gr.Marsaur, O.Rj.Natangkang
10 O.DormaLaut, O.TogaHuta, O.Bajur, O.Manak Hunuk, O.Deak Raja, O.Pitta Oloan
11 O.Horpak/Gr.Samosir
12 Horpak
13 Dopi, Gesa, Gubbik, Sehel

13 Gubbik
14 Peter, Dorhati, Amal
15 Maruli, Bisman
16 H.E.Mangiring, E.Bonar.C
17 Gustav Parnigotan

10 O.ManakHunuk
11 O.Melem, O.Somahap, O.PagarSahala
12 A.Melem, O.Binjur/BrP.Pakpahan
13 O.Tulung, O.Hantor, O.Silus, A.Lamani, O.Jaliter

13 O.Jaliter
14 A.Jaliter, O.Medi, A.Korpri

12 O.Binjur/Br.Pakpahan
13 O.Lukas/A.Ririt/Br.Buta
14 O.Mangasa, Langguat/Br.Saragi
15 O.Horas, O.Bona/Sibarani, A.Resmi/Malau, Lisken, Joppir

15 O.Bona/Sibarani
16 A.Nico, A.Nadia

14 Langguat/Br.Saragi
15 Pontas, Bisker

8 O.LomakniHuta
9 O.Togauma
10 O.Dormalaut, O.Bajur, O.Manukmanuk, O.Deak Raja, O.PittaOloan

Saya sendiri adalah keturunan no.15 dari O.Jorimata.... sekedar info...


Badminton

= 26 May 2016 =

badminton Kalau ingat nyanyian almarhum benyamin "badminton dimana-mana, didesa dan di kota" Badminton adalah olah raga yang boleh di bilang murah meriah setelah bola kaki, karena tidak butuh tempat yang khusus, cukuplah seluas 2m kali 6m.

Alatnya juga tidak mahal,karena cukup2 raket dan 1 shuttle koq, kalau dulu masih kecil malah cuman sepotong kayu jadi raket, dan koqnya bisa dengan sepotong tungkul jangung yang ditancap 3 atau 4 bulu ayam.. Bahkan dulu racketnya terbuat dari bahan kayu untuk framenya yang senarnya dari nylon... Tapi sekarang ini sesuai dengan kemajuan zaman raket sudah terbuat dari bahan carbon yang membuat jadi ringan dan harganya sudah lumayan dari 100ribu sampai 600 ribuan..Tergantung isi kantonglah, toh kita bukan untuk mengejar kejuaraan....heh heh
Kadang kita kalau sudah focus dalam permainan lupa kalau kita ini sudah berkurang tenaganya .. heh heh bahkan sampai badan begitu lelah karena terlalu diporsir.
Saat ini dari tempat kerja sangat mendukung kesehatan pekerjanya sehingga memberikan subsidi untuk menyewa lapangan setiap bulan, sehingga bisa rutin untuk latihan setiap minggu, bahkan waktu tertentu diadakan pertandingan persahabatan dengan perusahaan lain. Terima kasih kepada management yang telah memfasilitasi olah raga ini.
Karena waktu yang terbatas, maka badminton bisa dialakukan setiap minggu sehabis selesai jam kerja, sehingga pulang sampai dirumah sudah larut malam habis olah raga dan besoknya harus bersiap kembali untuk rutinitas bekerja seperti biasa. Memang kalau kita tidak rutin melakukan olah raga ini, maka keesokan harinya tidak bisa bangun karena badan semua seperti remuk.
Tapi kalau kita melakukan dengan rutin maka tidur akan nyenyak dan bangun besok paginya agar segar bugar,badan jadi ringan....
Jujur waktu Sekolah tidak bisa aktif dalam olahraga ini karena terbatasnya alat.... bahkan pernah saya bikin sendiri racketnya dari triplek yang dibentuk.... Dan semenjak bekerja (waduh sudah 29 tahun rupanya mengabdi) saya baru bisa aktif karena difasilitasi oleh perusahaan. Yah sayang kan kalau perusahaan aza mendukung, maka kita harus sia-siakan....
Memang selama tujuan bermain badminton ini hanya menjaga kesehatan tubuh, karena didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat....
Sekali lagi terima kasih kepada management yang telah mefasilitasi ini, dan kebetulan banyak rekan kerja yang hobbi olah raga ini.
Salam olah raga.


Saya bangga jadi suku Batak

= 26 May 2016 =

Batak adalah suku dari Indonesia yang berada di ujung pulau sumatera bagian utara bersebelahan dengan Aceh. baju adata batak baju adata batak
Baju adat suku Batak

Batak itu sendiri terdiri dari 6 sub suku dan berada di beberapa wilayah berikut:
1. Toba --- wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Samosir, Toba Samosir (Asahan, Silindung, Barus, Sibolga, Pegunungan pahae dan Habinsaran)
2. Simalungun --- wilayah Kabupaten simalungun
3. Karo --- kabupaten Karo (daratan tinggi karo, langkat Hulu, Deli Hulu, Serdang Hulu dan sebagian Dairi)
4. Pakpak --- wilayah Kabupaten dairi dan kabupaten pakpak barat
5. Mandailing --- wilayah Kabupaten mandailing Natal (Ulu, pakatan dan sebagaian padang lawas) dan
6. Angkola --- wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Padang Lawas (sebagian sibolga, batang toru dan padang lawas)
Menurut legenda
dari kayangan ada borudeakparujar dan Tuan Rumagorga
dengan keturunan Raja Ihot Manasia dan Boru Uhat manisia
3 keturunan Raja Miok-miok, Patundai Na Begu dan Siaji Lapas-lapas
Raja Miok-miok keturunanya Eng Banua yang mempunyai anak
Bonang-bonang, Si Raja Atsah dan Siraja Jau
Bonang-boang memperanakkan Si Raja Batak yang melahirkan
Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon
Dari Raja Isumbaon marga-marga mulai berkembang.
Nenek moyang orang batak dari utara mulanya datang ke Sumatera dan mendarat di Teluk Haru (Pasai) Aceh, tanah gayo. dan Alas (Aceh Tenggara). setelah itu ke selatan yaitu pusuk buhit dan menetap disana.
Suku batak menganut patrilineal, dengan mengetahui marga seseorang, maka setiap orang batak otomatis lebih mudah untuk mengetahui hubungan sosial di antara mereka yaitu dengan mengingat marga ibu, nenek, istri atau istri kaka maupun adiknya. Marga menentukan kedudukan sosialnya dan kedudukan orang lain dalam jaringan hubungan sosial adat maupun kehidupan sehari-hari.
Sistem interaksi pada masyarakat batak adalah dalihan natolu (tungku nan tiga) yang terdiri atas
- Dongan tubu (pihak semarga)
- Boru (pihak penerima istri) dan
- Hula-hula (pihak pemberi istri)
]dalihan natolu dalihan natolu
Dalam interaksinya, tiap orang akan berperilaku yang berbeda pada masing2 pihak itu. Orang akan manat mardongan tubu (hati-hati pada teman semarga), elek marboru (membujuk pada pihak penerima istri), dan somba marhula-hula (hormat pada pihak pemberi istri).
Jelas bahwa nilai interaksional ini, hanya bisa dipahami bahkan dijelaskan setelah memiliki dan memahami nilai identitas.
Visi Orang Batak adalah :
- Hamoraon (kekayaan atau kesejahteraan)
- Hagabeon (Mempunyai keturunan anak laki-laki) dan
- Hasangapon (kehormatan)
Untuk mencapai hagabeon, orang harus menikah dan mencapai hamoraon, orang harus mandiri dan berpendidikan sehingga bisa mencapai hasangapon.
Agama suku batak mula-mula adalah parmalim. Agama yang dianut sebelum masuknya agama Kristen dan agama lain. Mereka menyembah Debata Jadi Na Bolon (Tuhan Yang Maha Esa) dengan upacara agama.
Sejarah masuknya agama kristen di Tanah Batak dapat dibedakan atas beberapa tahap yaitu 1881-1901 ---> peletakan dasar-dasar pertaman di lembah Silindung disebelah selatan Danau Toba oleh I.L. Nommensen dan P.H. Johannsen dengan sangat di dukung oleh Raja Pontas Lumbantobing, disusul dengan penerjemahan kitab dasar untuk jemaat yakni Perjanjian Baru tahun 1878 dan Katekismus Kecil tahun 1874.
Orang batak mengenal sistem gotong royong kuno dalam hal bercocok tanam seperti bertani, menanam coklat, jagung dan kelapa sawit dengan menggunakan cangkul, bajak, ungkat tunggal, sabit atau ani-ani.
Upacara ada kematian, diklassifikasikan berdasarkan usia dan status orang yang meninggal dunia.
Untuk yang meninggal ketika masih dalam kandungan (mate di bortian) belum mendapatkan perlakukan adat dan langsung di kubur tanpa peti mati
Bila mati ketika masih bayi (mate poso-poso), mati saat anak-anak (mate dakdanak), mati saat remaja (mate bulung), dan mati saat sudah dewasa tapi belum menikah (mate ponggol), mayatnya ditutupi ulos selembar.
Upacara adat kematian semakian sarat mendapat pelakuan adat apabila orang yang mati.
1. Telah berumah tangga namun belum mempunyai keturunan (mate di paralang-alangan)
2. Telah berumah tangga dengan meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil (mate mangkar)
3. Telah memiliki anak-anak yang sudah dewasa bahkan sudah ada yang menikah namun belum bercucu (mate hatungganeon)
4. Telah memiliki cucu, namun masih ada anaknya yang belum menikan (mate sari matua) dan
5. Telah bercucu dari semua anak-anaknya (mate saur matua)... Tingkat tertinggi dari klassifikasi masyarakat Batak. khususnya Batak toba.
Dalam kondisi mate saur matua inilah, masyarakat batak mengadakan pesta untuk orag yang meninggal dunia sebagai tanda selesainya tugasnya di dunia ini.
Demikian sedikit oret-oretan saya, apa itu Batak dan bagaiamana, sebagai perbendaharaan dan pengetahuan bagi keturunan orang batak khususnya. Mohon masukannya jika ada yang kurang untuk penambahan perbendaharaan.
Saya sendiri Gultom Hutatoruan No.15
Tulisan ini saduran dari video yang dikirim oleh group Gultom Hutatoruan


Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati

= 24 May 2016 =

Jika orang yang punya iman pasti meng-amin-kan (Yakobus2)
Karena kadang kala orang kristen berpikir, karena sudah diselamatkan oleh Yesus Kristus maka bebas berbuat apa saja, karena ticket keselamatan sudah di tangan. Padahal menurut saya ini adalah salah, ibarat orang sudah punya tidak tontonan yang sangat di paforitkan,

maka walau sudah punya ticket, jika memang setalah pertunjukan jalan maka dia akan ketinggalan. Pertunjukan tidak akan diulangi karena dia baru nonton... mohon koreksi kalau saya salah.
Oleh sebab itu Yesus berkata supaya berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang (Mat24:42),seperti di contohkan Yesus gadis yang menunggu mempelai tapi tidak membawa minyak, pada saat minyak di beli dan dia kembali pengantin sudah masuk, ketika dia mengetuk pintu untuk masuk, maka penjaga akan berkata aku tidak mengenal engkau (Mat25).
Jangan sampai kita sudah percaya diselamatkan tapi pada waktunya kita kehilangan bagian dalam kerajaan sorga.
Padahal kalau kita pikir secara manusia normal maka kristen adalah pengikut Kristus, artinya kita mengikut teladan kristus yang telah dicontohkan ketika masa hidupNya.
Apakah kita sudah melakukannya hanya kita yang bisa menjawab...
Biar kiranya sedikit renungan ini menggugah dan bermanfaat, Tuhan memberkati


Selamat melayani di GKP Jemaat Bekasi

= 23 May 2016 =

pdt sains pdt sains
Tidak terasa GKP sudah besar, sehingga harus perlu gembala 3 orang, walaupun sebelumnya sempat 3 orang tapi semenjak pdt Lely sundoro pindah ke Bogor, jadi sekarang ini cuma 2 orang gembala yaitu Pdt Stephanu dan Pdt Yoga.

Semenjak beliau pindah melayani ke Bogor memang sudah di coba untuk melobi agar bisa di tambah lagi gembala pelayan di GKP Jemaat Bekasi.
Karena persayaratanya adalah
1. Jemaat meminta gembala pelayan
2. Gembala pelayan yang diminta bersedia dan
3. Persetujuan Majelis Sinode GKP yang berpusat di bandung.
Akhirnya gembala Pdt Sains Pieter Surlia yang lahir di Ambon menjadi gembala GKP Jemaat Bekasi mulai 22 May 2016.
pdt sains 2 Pentahbisan Pdt Sains ke GKP Jemat Bekasi
Terima kasih pak pdt Sains yang telah bersedia untuk melayani di GKP Bekasi. Kami harapkan pelayanan bapak bisa menjadi berkat di GKP bekasi dan hadir inovasi pelayanan di tengah-tengah persekutuan.
Pada waktu pertukaran pelayanan dan beliau mealayani di GKP Bekasi, saya pernah berpikir bahwa beliau adalah orang luar (di luar Indonesia) karena namanya rada kebaratan heh heh
Tapi setelah beliau kotbah dan melihat di mimbar baru tahu rupanya orang Indonesia...
Semoga GKP Bekasi semakin maju dan membuat Jemaat bekasi bertambah iman dalam pelayanan.
Tuhan memberkati.


si doi kalo sudah 5 tahun

= 19 May 2016 =

Bicara soal 5 tahun, rupanya ini lah saatnya untuk menguras kantong buat si doi, bagaimana tidak, dengan usia ini kita sudah waktunya untuk mengganti beberapa komponent.

Misalnya seperti sorb absorver yang bianya bisa sampai 1.5 juta, kuras tangki bensin apalagi sampai ganti pump waduh bisa 5 jutaan.
Belum lagi ban pasti sudah gundul…. weleh ini lagi bisa 2 jutaan lebih.
Jadi pilosofi dulu untuk new brand itu bukan berarti akan tenang tanpa mengeluarkan lembaran uang kertas merah, karena minimal dalam rutin servise di beres aza per 10ribu km, minimal sejutaan.
Belum lagi kalau kelipatan 20ribuan km waduh bisa tiga jutaan.
Tapi konvensensasinya yah bisa menikmati perjalanan dengan nyaman karena udara sejuk dari AC, yah memang begitulah, ada yang harus di bayar untuk sebuah kenikmatan… (awas jangan ngeras…s)
Memang harus di bayar dengan muahal untuk sebuah keyamanan.


Jumat Lapo

= 21 May 2016 =

Orang seberang pasti sudah langsung menangkat apa yang dimaksud lapo, walauun yang dimaksud disini adalah tempat makan yang ada itu tuh… panggang… sanksang widih,kalau sudah makan lupa kenyang.

Baru dengarkan lupa kenyang… karena nikmatnya makan tambah terus padahal sudah keunyang….g,muana panggangnya eunak, nasinya gurih…
Di tempat kerja karena setiap hari jum’at istirahat lebih setengah jam dari biasa, maka bisa makan keluar kantor apalagi lapo ini sedikit jauh dari tempat. Dengan jauhnya tempat ini tidak mengurangi semangat juang. Kampung tengah juga sepertinya mengerti dengan nama hari, sepecial hari jumat ini, karena hari biasa maksi adalah jam 12. Tapi kalau sudah jum’at jam 11an sudah menggerutu tuh perut….t
kalau sudah selesai makan langsunglah bendahara menerima saweran agar bisa buat bayar makan.
Walaupun dalam hal ini kita tidak targetkan, masing-masing memberi saja sehingga kita selalu ada saldo. kayak arisan aza yah.. Yah memang inilah kadang seninya kita buat dalam pekerjaan sehingga tidak boring gitu.
Kadangkala kalau dipikir-pikir masih eunakandi kampung sana, karena bebas mau makan kapan saja.
Kalau disini yah setiap jumatlah, kecuali kalau libur
Kesempatan lain adalah kalau pesta, tapi kalau pesta ini kurang bisa memuaskan hasrat (hayo mikirnya apa ..) karena terbatasnya waktu dan tempat. Tapi inilah memang pesta, jangan mengharap untuk uang kembali dengan jumlah yang sudah dikeluarkan, karena paling dapat beras dan ulos. Uang pun seberapalah… heh heh… tapi ini sudah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang yang harus kita lestarikan selaku keturunannya.
Yang paling serunya lagi yaitu… kadang belum dimakan habis saja sudah langsung di palas…. huah hah hah kadang jadi malu, memang sih idak semua tapi khan lucu aza…. seni kali yah
Padahal belum tentu dimakan loh… cuman deman aza buat oleh-oleh kali…
Tapi kalau dulu dikampung kalau orang tua ke pesta wah … berharap buanget bawaan ini, maklum rupanya biar dikampung tetap aza masih terbatas karena e k o n o m i.
Pada tahun 90an, setiap jumat kita melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat, yaitu dengan mengadakan kebaktian siang, dan setelah kebaktian kita makan bersama.
kita gilir setiap orang untuk membawakan kotbah, walaupun kadang singkat menimal jadi alasan untuk membuka alkitab dan mendengarkan Firman Tuhan.
Sering juga kita mengundang pelayan firman(Pendeta) dari luar untuk kotbah dalam kebaktian ini.
Kita juga buat iuran untuk persiapan hal-hal yang diperlukan kayak, duka atau suka.
Setiap natal pasti membuat acara baik itu kunjungan ke panti dan kebaktian natal,…. tapi sedikit bagus lah keluar kota… maksudnya kota bekasi…padahal kalau dipikir keluar kota mana, misalnya ke bandung aza ibukota propinsi, tapi tetap aza kalo dari bekasi ngomongnya keluar kota.
Semenjak pensiunnya orang pertama, kebetulan beliau katholik dan aktif di gereja yah… kaya murid-murid ditinggal pergi, ketakutan kumpul dan pintu di kunci.
Jadi ngalor ngidul gitu yah,…namanya juga coret-coretan iseng…


Orang bijak taat pajak

= 19 May 2016 =

alamat-samsat-bekasi
alamat-samsat-bekasi Samsat Bekasi
Sudah berulang kali saya membayar pajak untuk kendeaan di Samsat kota Bekasi.

Hari ini saatnya unutk membayar sidoi karena sudah 5 tahun.
Pagi jam 7 sudah standby di samsat agar tidak terlalu panjang antriannya…. heh heh
pas pukul 8.00 loket buka karena 5 tahun maka harus ganti tnkb.
Tnkb apayah… itu loh tanda nomor kenderaan bermotor.
berarti harus check fisik dengan esek-esek ( jangan ngeras yah) di kertas sebagai bukti bahwa dokument dengan fisik kenderaan sama. Baru pindahin kenderaan ke tempat parkiran agar yang berikutnya bisa juga di check.
kemduian kembali ke loket check fisik untuk mendapatkan delegasi syah hasil check.
Ambil form untuk pajak serta name tag sebagai wajib pajak …
ke loket pencehekan progres pajak, karena jika memang mempunyai kenderaan misalnya mobil 2 dengan wajib pajak yang sama maka akan ada kenaikan pajak… waduh, berati jangan buanyak-buanyak nih kenderaannya….
pajaker
pajaker taat pajak
Jam buka/operasi samsat bekasi
Sabtu kamis pukul 8 – 14
Jumat pukul 8-11, 13-14 karenna ada break sholat jum’at
Sabtu puku; 8-14
Khusus cfd pukul 6-9
ngmong-nomong cfd apayah?
CFD adalah car free day yang dilakukan setiap hari minggu kebetulan pas di depan kantor samsat.
wajibpajak.jpg wajibpajak.jpg
Motto
Hindar; calo!!!
Datang sendiri, urus sendiri, kami sisp melayani.
Kalo sudah check pajak progresive maka ke loket perpanjangan dan pengesahan stnk r2/r4
Lantai1 motor /R2
Lantai2 mobil /R4
Sekarang sudah pake no urut antrial kayak di bank. kalo sebelumnya masih manual… heh heh
Tinggal tunggu antrian buat bayar deh…
Waduh… Lumayna euh klo mobil…jutaan rupiah.. Apalagi kalo mobil muahal yah?!?!?!
Klo motor mah.. Cuman ratusan ribu.
Habis panggilan pembayaran nilai pajak maka tinggal menunggu STNK asli, kalo 5 tahunan atau pergantian plat nomor maka antri kemudian di belakang lantai dasar untuk pengambilannya.
Selesai sudah, rupanya tidak susah yah.. Jadilah orang bijak yang taat pajak..
sampai ketemu tahun depan buat perpanjang sidoi…kalau masih betah.

Siapa lah aku

= 13 May 2016 =

Aku adalah anak seorang petani yang dilahirkan di desa/kampung bah tonang kecamatan raya kahean kabupaten simalungun. Keluargaku adalah keluarga yang merantau/manombang dari sigaol, ke tano jawa, sialang buah. Saya juga tidak mengerti harus pergi sampai kepelosok/terpencil, seharusnya sih, menurutku sudah eunak lah di kota..

Tapi saya hanya keturunan yang harus manut/mengikuti keadaan yang tidak bisa menentukan.
Kalau bisa menentukan kali eunaklah, lahir dari keluarga orang kaya dan ber jabatan gitu.hah hah hah hah” simpang bandarjambu
Nih dia kalau mau ke Bahtonang…. pasti orang bahtonang apal nih…
Kalau mau ke bahtonang dari simpang bandar jambu (jalan lintas siantar – tebing tinggi), maka harus melewati jalan perkebunan. Sehingga sampai sekarang sangat sulit untuk pembangungan terutama infra stukture jalan karena milik perkebunan. BTW, saya juga sangat bersyukur ke pada Tuhan. didalam kehidupan yang susah, kebayang kan zaman nya PKI, saat itu hidup sangat susah. Makan harus dengan nasi jagung, takarannya 1/2muk beras dicampur 5 muk jagung yang penting ada rasa nasinya… Sehingga banyak yang tidak bisa bertahan karena tidak bisa di cderna dengan baik dengan si usus di dalam perut. Boleh dibilang waktu kecil saya adalah sangat “kekurangan gizi” sehingga badan ku kurus. kalau kata warkop sih badan kurus bukan karena tidak makan tapi karena… Tapi kalau saya lain lagi, dan Kalau dulu panen padi itu satu tahun setelah di tanam, jadi nasinya legit… Lucunya lagi kalau masuk sekolah SD waktu itu adalah dengan cara tangan ditaruh diatas kepala kemudian menyentuh kuping, kalau sudah kesentuh baru boleh sekolah. Dan tidak ada namanya TK, jadi langsung SD. dan tidak berpatokan kepada umur … 🙂 lucu yah.
Kalau sekarang harus TK dulu dengan umur tertentu dan baru bisa melanjut ke SD. Sekolah juga dengan baju seadanya, tidak ada seragam dan tanpa alas kaki…. wah hah hah, buku cuman satu buat semua mata pelajaran. Yah kalau diingat masa dulu…. dan perlu tahu aza dulu saya kelas 5 baru bisa baca…. ” bodoh yah? “
Karena keadaan keluarga dan kondisi tidak bisa melanjut sekolah maka tamat SMP lansung hengkang ke Jakarta dengan bis malam… Waktu itu bis malam masih 5 hari 5 malam… sampai sampai kaki, walah sudah membesar sebesar kakai gajah, dan yang ditemukan juga ngga kayak sekarang sudah pasti ada yang jemput,….

Memang modalnya nekad, karena untuk memperbaiki kehidupan.
Tapi saya sangat bersyukur kepada Tuhan, tidak punyai cita-cita karena takut tidak tercapai puji Tuhan saya bisa berkeluarga, mempunyai pekerjaan tetap. Karena saya yakin dan percaya kalau Tuhan akan mempunyai rancangan yang terbaik buat umatnya yang percaya. Bahkan olah raga yang muahal… juga bisa saya lakonin yaitu golef….”ngga pernah kepikir”
Inilah kasih karunia Tuhan yang saya rasa, dan setiap bulan kita ada namanya kumpul anak rantau dari bahtonang dengan nama “punguan bahtonang dan sekitarnya”.
Setiap bulan kita giliran tempat untuk temu kangen dan bercerita masa lalu di kampung….
Sehingga dengan kumpulan ini sedikit bisa terobati kerinduan di kampung. Dalam kumpulan ini kita bisa berbagi suka dan duka, bahkan bisa refresing.
Pada tahun 2010 kita pulkam bersama dengan menyewa mobil, dan beberapa tahun terakhir ini kita rekreasi ke Yogyakarta dan pantai anyer.
Wah.. indahnya yah…
Kadang orang berpikir bahwa hal seperti ini adalah lumrah, semua orang bisa melaksanakannya.
menurut saya pribadi ini adalah hal yang luar biasa, saya bisa mendapat pekerjaan yang baik, punya kesempatan ke jepang walau cuman singkat. Saya juga bisa ke canada yaitu vancouver dan sampai sempat untuk memancing di perariran vancouver.
mancing
mancing dan sangat puas karena bisa mendapatkan ikan salmon yang beratnya 25kg,… weih ngga kebayang berapa besarnya ikan ini, tingginya hampir setinggi saya, tuh coba lihat disamping.
Rupanya kalau mancing itu disana pakai speed boad, dan di layar gps sudah ada kelihatan sejumlah ikan, tinggal menunggu pancing kita kena.

Walaupun tidak main ice scating, sudah merasakan langsung salju disana… memang jujur tidak tahan dengan suhu sekitar yang dingin sekali. Ketika saya bilang dari Indonesia, mereka nanya sebelahmananya bali….
Jadi ketawa saya dalam hati, Indonesia yangbesar malah ditanya sebelah mananya bali.
Indonesia dengan suhu normal 38 derajat aza mereka kaget,tidak bisa membayagkan bagaimana panasnya.
Karena di Canada biar terik matahari sama seperti pagi hari jam 7an….
Di Canada sampai jam 9 malam aza masih ada sinar matahari di ufuk barat.. ngga percaya kan, saya pikri saat itu jam 5 sore eh,,, rupanya sudah jam9 malam jadi jam 10 baru seperti ja, 6 disini. dan paginya jam 5 sudah terbit di sebelah timur.
itu kalau musim panas, tapi kala musim dingin jangan harap bertemu dengan matahari.
Masih bak negara kita yang tropis dengan dua musim, bisa meninkmati sinar matahari setiap hari.
Dan ini adalah kesehatan bagi kita apalagi sebelum jam 7pagi berjemur, wwih itu lebih bermanfaat bagi kesehatan kita.
Apak kita bukan suatu yang ruar biasa!


Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur

= 9 May 2016 =

Hidup adalah pemberian Tuhan kepada kita agar bisa di rawat dan di jalankan dengan baik dan kita bersyukur akan karunia yang kita terima.
Kenyataannya banyak dari kita yang tidak menghargai apa yang telah di berikan oleh Tuhan, dan lupa kalau kita ini adalah hanya mahluk lemah yag terdiri dari Jiwa dan roh.
Karena jiwa tanpa roh adalah mati.

Pada waktu kita lahir, tidak membawa apa-apa bahkan sehelai benang pun tidak, begitu juga pada saat kita telah di panggil dalam segala kondisi kita tidak pernah membawa apa yang telah kumpulkan diwaktu hidup.
Paling kita hanya perlu tempat 1x2 meter, itupun paling mempunyai tempat peristirahatan lebih baik karena ada nisan yang mahal dan kburuan yang indah.
Saya yang biasa besuk orang sakit dan melawat orang yang telah meninggal karena tugas sebagai Diakonia, kadang terpikirkan bahwa kita ini adalah mahluk yang lemah dan tidak berdaya.
Jika kita sudah dipanggil
Tapi nyatanya kadang pada saat kita mempunyai tenaga, harta dan tahta kita menganggap bahwa kita sudah lebih hebat dari segalanya, bahkan orang disekitar kita yang notabene nya adalah onggokan daging yang tidak berdaya, yang bisa kita kuasai. Tuhan saja menghargai hidup kita agar tidak mati dengan sia-sia, makanya turun ke dunia untuk menyelamatkan.
Kenapa kita selaku manusia tidak pernah mengharga hidup sesma, padahal kalau dipiir-pikir kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, contoh makan yang nikmati apakah ada jika tidak ada orang lain yang menanm, menuai dan memasak?
Padahal jika kita sudah sakit, apapun yang kita miliki akan habis ludes untuk biaya bahkan tubuh yang indah dan kekar itu pun sudah layu dan tidak berdaya.
Begitu juga jika sudah dipanggil dengan segala keadaan, kita tidak bisa bernegosiasi agar jangan dipanggil dulu, atau beri aku kesempatan untuk memperbaiki, dan akhirnya akan tetap di panggil dan apa yang kita kumpulkan semasa hidup, hanya tinggal di dunia ini.
Karena seperti tertulis "apa gunanya seorang memperoleh suluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?"
Saya teringat dengan Firman Tuhan yang berbunyi "tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya"
Karena kalau kita mengumpulkan harta di sorga maka hati kita akan ada di sorga seperti tertulis "karena dimana harta mu berada, di situ juga hatimu berada"
Jadi kita memang harus mengumpulkan harta di sorga agar waktu di panggil ada yang menjemput.
Semoga sedikit coretan ini bisa bermanfaat sehingga kita mengucap syukur kepada Tuhan dan mohon maaf dalam hal penyampaian yang tidak berkenan.
Tuhan memberkati.


Hinabi Friendly Golf

= 30 April 2016 =

Tidak terasa semenjak saya tidak aktif di Hinabi rupanya sudah 3 tahun, padahal baru kemarin masih ikut dalam kegiatan rutine Hinabi.

Hinabi itu adalah Himpunan Alat Berat Indonesia.
Anggotanya terdiri dari Komatsu, Caterpilar, Hitachi, Sumitomo, Katshusiro, Shibaura dan vendor dari pembuat alat berat tersebut.
Dan ketika ada program Hinabi friendly golf , saya ikut serta dalam acara ini, dari dari peserta 23 orang atau 6 flights, yang dilaksanakan Sabtu 30 Apr 2016 di Palm Hill Sentul Bogor.
Yah, lumayan lah bisa lagi mengenang kembali masa lalu, waktu beramah tamah dan bersenda gurau dengan ketua Hinabi Bapak Jamal, dan Pak Sahlan yang begitu agresip dalam segala aktifitas terutama untuk Hinabi.
Memang sudah banyak juga yang aktif sudah absen karena memang sudah tidak bergabung lagi dengan perusahaan karena pensiun dan lain hal.
Dan menurut pak Sahlan program ini sudah lama di rencanakan sehingga baru setelah tiga periode ketua bisa terlaksana... wah kalau rata2 satu periode ketua 3 tahun, brarti 6 tahun dong....
Memang sih waktu saya masih aktif pernah ada rencana ini, rupanya baru sekarang terelasisasikan. Sesuai dengan judulnya Hinabi friendly golf maka begitu cerianya golf ini, karena tidak ada tekanan untuk menjadi pemenang, kecuali mengharapkan door prize, yah lumayan dapat topi dan handuk sebagai goodie bag.
Terima kasih kepada Anggota Hinabi dalam golfriendship ini, semoga sukses selalu.


Aktifitas ku - 2017


Saya sudah berkarya di perusahaan Jepang selama 29 tahun dan bersyukur masih dipercaya untuk memegang PPIC, dimana sebelumnya adalah Marketing.

Hal yang baru yang kuhadapi, walaupun sebelumnya saya pernah juga di PPIC, tapi masih dalam skala output yang kecil.

Dalam jumlah orang sih hampir sama, tapi sekarang sudah lebih mudah mengontrolnya karena sudah pakai system dan 5S yang dijalankan sudah baik, sehingga tidak sulit untuk menjalankan pekerjaan karena sudah tertata dengan baik, bahkan data sudah tercentral dan semua orang bisa berpartisipasi mengupdatenya.

Sangat disayangkan, semenjak tingginya volume pekerjaan di awal tahun 2012 sehingga management memutuskan untuk expand capacity dari 3,500 units excavator menjadi 5,500 units per tahun harus kandas di tengah jalan, karena pada akhir tahun 2012 nyungsep, bahkan hanya maksimum tercapai 3,333 dan dari tahun 2013 sampai sekarang cuman produksi di range 1000an, hal ini tidak pernah terpikirkan.

Gultom
Sebagai hobby baru saya yang sebelumnya tidak pernah ter pikirkan adalah golf, olah raga ini saya mulai dari tahun 2014….

Yah lumayan lah pernah dapat best score 98… suatu kebanggaan, karena tidak pernah driving, padahal ini adalah sangat penting untuk melatih gerakan saat memukul, sehingga tidak melesat ke kiri atau ke kanan.

Smoga kondisi ekonomi makin membaik sehingga bisa kembali berkarya.
Terima kasih Tuhan atas berkatMu, masih bisa menjalani hidup ini dengan baik, bersama dengan keluarga yagn sangat kucintai.


Bona Taun Bahtonang 2016 di Anyer

= 30 Jan 2016 =

Setelah beberapa kali direncanakan untuk acara bona taun 2016, akhirnya bisa dialaksanakan akhir January 2016 di Anyer dengan modal keseriusan semua peserta. (walaupun ada anggota tidak bisaikut serta karena halangan tugas).

Dengan persiapan seadanya,semua sepakat untuk berangkat hari Sabtu 30 January 2016 dari jakarta/Bekasi menuju ke Anyer Bulakan Resort dengan 4 mobil peserta 20 orang dewasa.
Acara saat ini sangat meriah karena ketua menyumbang organ tunggal sehingga rame dan pemain organnya sangat handal, ngga sia-sia diundang dari Tangerang.
Dengan peralatan yang mumpuni dan pengalaman pemusik sehingga lupa waktu karena melantun semua lagu daerah dengan baik bahkan kalah kali artis..... (PD amat yah).
Terima kasih kepada semua peserta yang telah membantu dan ikut serta jalannya acara ini dengan lancar.


Natal Wilayah 1 GKP Bekasi

= 28 Dec 2015 =

Akhirnya, setelah persiapan yang begitu panjang dan pengharapan yang tipis, terlaksana juga perayaan natal wilayah 1 GKP Bekasi yang diadakan di rumah bapak Soelarso di jalan banteng Kranji Bekasi.

Harapan tipis karena, awalnya panitian tidak begitu antusias dengan program ini, mengingat progrom sebelumnya untuk keluar saja tidak banyak peserta.
Sehingga menimbang kondisi ini, apakah dengan acara di tempat ini akan menundang minat keluar wilayah 1? Puji syukur kepada Tuhan, terlaksana juga acara ini dengan undangan yang hadir mengisi pujian dari PS KPP (Komisi Pelayanan Perempuan), PS Jemaat dan PS PHRG (Panitia Hari Raya Gerejawi).
Satu kebanggaan adalah, program PHRG untuk mengadakan natal di masing2 wilayah pada tahun 2015, baru terlaksana di wilayah 9 dan 1 dri 12 wilayah 1.
Ini adalah salah satu motivasi dan pemberi semangat kepada wilayah 1, sehingga terasa terbayar semua apa yang telah di korbankan.
Saya selaku ketua panitia, mengucapkan terima kasih kepada rekan panitya yang telah berlelah dan berkorban baik waktu, pikiran, tenaga dan materi untuk terlaksananya acara ini.
Tema "Hidup bersama sebagai keluarga Allah" dan sub tema "Menjadi keluarga yang saling mengasihi dan tolong menolong dalam persekutuan", sehingga tonggak awal agar kekeluarga di wilayah 1 khususnya bisa terjalin dengan saling menolong dalam persekutuan.
Urutan acara dari persiapan, responsoria, dengan liturgi mulai dari awal segala sesuatu (dibawakan oleh anak-anak), penciptaan manusia (oleh remaja), jatuhnya kedalam dosa dan kehancuran(oleh ibu-ibu muda) , adanya janji keselamatan, kedatangan Juru Selamat (kaum bapak-bapak), dan pemberitaan kelahiran Yesus Kristus (oleh oma opa), diselingin dengan pujian dari PS KPP, PS Jemaat PS dan PHRG, PS anak-anak wilayah 1 serta Jemaat Wilayah 1.
Pujian anak-anak wilayh 1 1000 lilin
Penyalaan lilin
liturgi 1 "awal segala sesuatu"
liturgi 2 "penciptaan manusia"
liturgi3 "jatuh manusia ke dalam dosa"
Liturg4 " Janji Keselamatan"
Liturgi5 "Kedatangan Juru Selamat"
Liturgi 6 " Pemberitaan kelahiran Yesus Kristus"
Pemain Musik
PS Jemaat
PS KPP
PS PHRG
Acara mengalir dengan baik sampai pemberkatan dan kemudian ramah tamah diselingi dengan pembagian hadiah untuk anak-anak dan tamu undangan melalui door prize yang ada nomornya di tapak kertas lilin.
Dengan berjalannya cara ini dengan baik, tidak terasa jeripayah yang telah dilaksanakan...
Semoga ini awal untuk menjalin persekutuan lebih baik di wilayah 1 khsusunya.
Tuhan memberkati.


Oh siniaku.

= 10 Nov 2015 =

Habis sudah ... sepertinya sudah mau mati rasanya, galau,... karena tak disangka kita berbuat yang benar malah mendapat hal yang tidak diinginkan.

Habis selesai kerja aku pulang dan karena ada telpon masuk aku meminggirkan mobil ke kiri dan mengangkat telepon. Tidak beberapa lama kemudian motor dari belakang menabrak dan saya kaget sekali karena kondisi mobil masih parkir dengan lampu menyala juga sign kiri, tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena jalan begitu lebar, namanya dikawasan mm2100 satu arah bisa sampai 2 jalur truck tronton....masih bisa motor menabrak sinia dan aku yang lagi parkir.
Apakah ini hari naas atau apa yah... Tidak bisa berkata apa-apa lagi karena pengemudi motor sudah sock dan tidak bisa berkata-kata lagi, bahkan surat-surat pun tidak ada. Karena tidak mau urusan panjang mau ngga mau saya tinggalin aza, masa bodo....
Tapi saya harus korban untuk uang dan waktu, karena siniaku akan di opname bisa seminggu lebih,.. sementara aku butuh transport kerja, belum lagi uang yang harus kukeluarkan untuk biaya ganti kaca dan mencat pintu belakang yang penyok2.... yang nilainya 2 jutaan.....
Oh...h siniaku hilang sudah kaca belakang karena pecah berkeping-keping Ya tuhan beri aku kesabaran.....n


Gr Mandatas Gultom

= 10 Nov 2015 =

Dalam rangka memugar Tugu Rj Gr Mandatas Gultom, karena sudah retak-retak, sehingga sebagai popparanni Op. Manggalang (A. Manggalang, Pangattak dengan Op. Jorimata), maka perlu membentuk panitia pencari dana. Yang berada di Luban Baringin Desa Siregar Aek Nalas dengan asumsi biaya Rp 150 ~ 200 juta.

Adapun panitia pencari dana tersebut yaitu :
1. A. Risman,
2. A.Mutiara
3. A. Floren dan
4. A. Jeson
dengan bendahara A. Gultom (Jl Bugis T. priuk)
Dan sebagai penasehat Op.Dame Gultom.
Semoga dengan adanya panitia kecil ini bisa segera dikumpulkan dana dan segera di pugar. Sehingga pantas dan layak sebagai tugu kebanggaan dan popparannya bisa diberkati (sesuai dengan adat batak). Untuk itu popparannya agar bisa ambil bagian dalam pendanaan ini, karena tanpa uluran tangan dari popparannya tidak akan berjalan rencana.
Semoga popparannya terketuk pintu hatinya dan mengulurkan bantuan sesuai dengan berkat yang dimiliki. Dan harapannya panitia pencari dana ini juga bisa mencari donatur yang tergerak hatinya.
Tuhan memberkati.


Service rutin di beres sinia

= 29 Aug 2015 =

Tidak terasa, mobil yang setia menemani setiap hari sudah waktunya harus check rutin.

Karena tanpa diadakan check rutin akan menjadi hal yang tidak menyenangkan jika kemudian hari ada hal-hal yang tidak menyenangkan, terutama kalau sampai nanti “mogok”,

ngga kebayang kalau sampai kejadian jika terjadi dengan mobil matic.
Resikonya matic adalah tidak bisa menghidupkan mesin tanpa ada accu, karena tidak bisa di dorong seperti yang manual.
Tapi sangat disayangkan ongkos kerja saja bisa sampai 700 ribuan belum termasuk penggatian biaya spare part dan ongkos untuk balance dan spooring.
Apalagi sekarang sudah melewati 80 ribu km, waduh terasa buanget mengeluarkan biaya, karena saatnya untuk mengganti part yang tidak diganti dalam kurun 30 ribuan km, seperti ganti minyak rem, air radiator, oli transmisi dan gardan, busi, filter udara dan bahan bakar, servise ac,sementara untuk servise rutin 10 ribu km adalah oli mesin, filter oli.
Untuk service ac aza sudah mengeluarkan biaya 2.5 jutaan dan untuk filter bensin saja 1.5 jutaan kebayang dong biaya yang harus dikeluarkan…..
belum lagi klau flashing transmisi matic minimal 10 liter, sementara 1 liter bisa diatas 100 ribuan.
Kalau cuman ganti oli transmisi sih, paling cuman 4 liter, yang diganti dalam kurun waktu per 20 ribuan km.
Kadang jadi buah simalakama , tidak punya mobil diperlukan setiap hari aktifits, punya mobil walau baru tetap mengeluarkan biaya rutin diluar dari bahan bakar dan pajak.
Habis ini, sepertinya harus memikirkan untuk pergantian ban,karena sudah 4 tahun, dan kemudian shorb absorver yang biayanya minimal 3 jutaan.
Kita harus menerima keadaan ini, karena bagaimana pun tidak bisa kita katakan kalau matahari tidak akan terbit dari timur…. 🙂
Waktu akan erjalan terus, yang tidak bisa kita hindari dan harus dijakan dengan tulus dan iklas dengan mengucapkan syukur selalu….

Pemakaman Cigelam

= 29 Jul 2015 =

Pos Kebaktian Cigelam mempunyai lahan seluas 1 Ha sebelumnya, tapi sekarang cuman 8,800 meter persegi, yah mungkin karena luas dan tidak ada yang mengontrol sehingga menyusut...
Mengingat sudah mulai susah Tempat Pemakaman Umum, maka harus mempunyai lahan pemakaman sendiri agar lebih mudah untuk mengkoordinasi dan mengatur.

Komisi Diakonia GKP Jemaat Bekasi akan memberdayakan lahan ini, sebagai tempat pemakaman anggota jemaat (yang jadi kendalanya mungkin jauhnya dari tempat yang berduka).
Walaupun sekarang ini kalau dibilang termasuk jauh yang berada di Mangun jaya Dalam persiapan hal-hal yang diperlukan, maka diperlukan pengurus yang khusus mengontrol dan melakukan agar bisa berjalan dengan baik, tentu akan diutamakan yang tinggal di daerah Cigelam dan berkoordinasi dengan pengurus di Bekasi. Setelah itu baru bisa melakukan perencanaan secara detail baik tata cara pemakaman, perawatan dan hal lain yang diperlukan.
Semoga apa yang direncanakan bisa berjalan dengan baik.
Tuhan memberkati.


GKP Cirebon waktu idul fitri 1436

= 19 Jul 2015=

Inilah kedua kalinya saya kebaktian di gereja ini. Ingat waktu pertama saya kebaktian,menunggu lama bru kebaktian, karena datang 1 jam lebih awal, saat itu saya kuwatir perlu waktu untuk mencari....,
Jadinya pengalaman itu membuat saya sedikit lambat dari rumah, dan telat deh 10menit, sedikit malu sih.

Saya pernah lihat di GKP bekasi pdt melayan pake blankon, yah ikut2an deh pake blankon pada kebaktian saat ini, mumpung masih di cirebon, sekalian mengikuti budaya setempat.
Jumlah jemaat paling 100an, hampir sama dengan GKP bekasi pada tahun 90an. Saat ini pdt Edward Tureay S.Th selaku gembala disini tdk melayani , tapi dilayani oleh Bp Paulus Hariyanto dari GKI kebonjati bandung, beliau beserta keluarga hadir.
Beliau menyampaikan bahwa dia tinggal di Semarang sejak setahun yg lalu.
Gereja ini tidak sebesar GKP bekasi, tapi masih alami, karena gereja ini dibangun jaman belanda tahun 1788 dengan luas 700m2 terletak di jalan Yos Sudarso no.10, dimana dindingnya tebal hampir setengah meter.
Tidak perlu pencahayaan tambahan karena dengan 6 buah dengan masing-masing 2 daun jedela serta selebar 2 pintu ukuran sekarang sudah cukup utuk penerangan,cuan ugkin kalau membuka jendela harus pakai tangga, karena tinggi.
Sudah tidak perlu lagi pendingin udara, karena udara yg sejuk dari luar bisa masuk langsung dan membuat waktu kebaktian sangat sejuk.
Menurut pdt Edward... Gereja ini tertua ke tiga setelah GPIB Sion di mangga dua dan GPIB Tugu Priuk Jakarta. Bangunan gereja masih asli bawaan kecuali ada beberapa yang sudah di perbaiki, tetapi tetap mengikuti aslinya, karena gereja ini salah satu cahgaralam budaya yang harus dirawat.
Awalnya gereja ini disebut dengan Gereja Pasundan Bethel Indonesia, tapi karena pastory GKP tidak di bangun di jalan pulasaren no 33, maka akhir tahun 80an gereja ini dihibahkan oleh GPIB dan GKP membeli tanah sebagai pengganti.
Kebaktian pelayanan cuma satu kali yaitu pukul 09.00, mempunyai 2 pos kebaktian di Panuragan Lor dan Kencana girang. Sangat beruntung sekali saya hari ini karena ada seminar "mengalami Injil" Pdt Edward mrngajak makan bersama dengan peserta seminar setelah selesai.
Terima kasih kepada MajelisGKPirebon, Pdt Edward dan Bp Paulus yang telah memberitakan Firman dan bagaimana untuk melayani.
Mudah2an saya bisa kebaktian lagi di gereja ini.
Kiranya Tuhan memberkati.


MUDIK Minal aidin walfaizin 1436 (T-2015)

= 18 Jul 2015=

Setelah beberapa tahun ini tidak mudik lebaran, maka tahun ini direncanakan mudik sekalian untuk menikmati tol baru yaitu tol cipali. Sebelum berangkat, untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, maka perlu persiapan terutama untuk kenderaan agar bisa aman sampai ditujuan. Mana pas lagi odometer 80K maka untuk oli mesin, tranmision, gardan harus diganti,

ternyata baru tau kalau matic transmision itu harusya setiap 20K harus diganti olinya, agar bisa lebih nyaman dan tenang mau ngga mau, harus deh di kuras agar kotoran bisa dikeluarkan terutama yang disebut dengan lumpur oli.
Ternyata kalau kuras itu tidak sedikit oli yang dibutuhkan minimal 3x kapasitas oli yang dipakai.
Saat ini 10 liter harus dikorbankan, agar bisa kelihatan rada beningwarna oli di transmision.
ada 2 type oli matic transimision yang ditawarkan yaitu product mobil dan Castrol.
Mobil dengan banroll Rp 99K dan Castrol Rp 110K, yah karena pakai castrol jadi ngorek kocek deh Rp 1.3Jt termasuk jasa. Hari sebelumnya sudah diganti oli mesin dan gardan.
Tinggal nanti kalau sudah balik, untuk tune up engine dan ganti minyak rem serta air radiator. Termasuk juga untuk navigasi di update juga agar bisa lebih mudah memonitor perjalanan. Dengan HU 2 din product Oris serta GPS dengan KNAV. Setelah semua ramuan racikan dipersiapkan, barulah mulai melangkah/mudik pada hari raya idul fitri setelah selesai sholat Idul Fitri. Karena dengan waktu seperti itu harapannya tidak ikut-ikutan lagi bermacet ria (sudah kapok waktu pernah sampai 8 jam). Apa mungkin perasaan, sepertinya mobil lebih ringan dan lincah sehabis pergantian oli. Puji Tuhan, semua dalam perjalanan berangkat dengan lancar, hanya sedikit antri pas entry gate Cikopo kira-kira 500 meter antrian dan selanjutnya tidak ada halangan. Mungkin karena banyaknya pengemudi yang mendengar berita sebelumnya banyak kecelakaan jadi sindrom, sehingga hanya bisa max speed 100km/jam.
Mau ngga mau dengan setia kita mengikuti likukan jalan dari berangkat pukul 9.30 dari jakarta sampai di Cirebon 12.30. Total waktu tempuh 3 jam,lega rasanya mudik kali ini dengan perjalanan yang lancar.
Selasa minggu depannya kami kembali ke Jakarta pada saat min satu sebelum PNS masuk kerja.
Bisa dibayangkan kalau kondisi ini akan macet, walaupun masih ada waktu untuk menunda untuk balik, tapi ada keluarga yang harus dilakukan kemudian.
Mulai masuk Tol cipali sudah terhambat karena jumlah kenderaan yang masuk lebih buanyak daripada kapasitas pintu tol, ditambah dengan setelah pintu masuk tol jalan kurang bersahabat jalan berliku tajam, sehingga tidak bisa memacu kenderaan dengan cepat.
Begitu juga saat mau keluar tol cipali antrian sudah memanjang sampai 10km, dengan sabar kita harus menunggu, dan setelah keluar dari tol cipali rupanya masih belum bisa bebas memacu kenderaan karena sebelum pertemuan tol padalarang sudah merayap.
Mobil harus minum lagi, dan tidak ada tempat peristirahatan yang bisa di masukin karena penuh dan di tutup jalan masuknya, sehingga dengan was-was kita berjalan dan Tempat Pristirahtan Karwang kita memaksa masuk TI, karena sudah tiris…..
Dengan waktu tempuh 6 jam kami bisa sampai di Jakarta, dimana berangkatnya cuman 3 jam..
Entry Tol Cikopo
Exit Tol Palimanan

Puji Syukur bisa berjalan baik berangkat dan kembali..


Golf.....oh golf.

= 07 Jul 2015=

Sejak mulai belajar golf tahun 2014, saya tidak begitu tertarik dengan olah raga ini :), disamping butuh waktu juga uang yang tidak sedikit.

Rata-rata tidak pakai member minimal 1.2jt belum termasuk makan dan lainnya, tapi kalau punya member yah lumayan hemat bisa sampai sejutaan :).
Awalnya score saya 133, kemudian turun sampai rata-rata 110.
Golf itu lama-lama jadi candu, karena penasaran membuat prestasi.
Tiap hole ada saja tantangan yang kita hadapi baik dari kontur green maupun speed.
Harus lebih baik dari sebelumnya dan bagaimana recovery.
akhir-akhir ini score saya rata-rata 100an lah...., walau sebenarnya tergantung mud juga....
Dalam Golef ini benar-benar harus bisa mengontrol emosi, bisa dilihat dari arah hasil pukulan ...kiri, kanan, atau lurus..(baru turun tidak masuk dalam perhitungan)
Menurut saya memukul bola itu gampang-gampang susah, mata tidak boleh lepas dari bola saat memukul kemudian bagaimana kita menghantarkan bola ke arah yang kita inginkan CMIIW .
Memang sih kalau membicarakannya gampang, tapi pelaksanaannya susah, kadang terpengaruh dengan sifat dan temperament kita :)
(jadi ketahuan deh kalau ane punya temperament seperti apa)


Wisata rohani Komisi Pria GKP klasis Bekasi ..

= 11 Sep 2016=

Setelah berdirinya GKP Bekasi sejak 38 tahun yang lalu dan sebelumnya berklasis di Purwakarta, sehingga saat ini (sejak 3 tahun lalu) menjadi berklasis di bekasi dengan 8 jemaat (Bekasi, Cimuning, Jatiranggong, Kp Sawah, Cikarang, Seroja, Jatiasih dan Pondok Melati), baru saat ini bisa komisi pria melakukan retreat di Gadok villa Galic.

Walaupun 2 Jemaat tidak bisa ikut serta yaitu GKP Jemaat Seroja dan pondok melati.
Walaupun demikian tidak menyurutkan semangat perserta dengan kehadiran 76 peserta dari target 100 peserta, berati 76% bisa hadir dan setiap jemaat didampingi oleh pendeta jemaat masing-masing.
Momentum ini memang sudah direncanakan sebelumnya, dimana pas hari libur sehingga asumsinya bisa lebih banyak yang bisa ikut serta, yaitu 10 dan 11 September 2016.
Dengan susunan panitia :
Ketua : Bpk. Joko Martono (GKP Jatiranggon)
Bendahara : Bpk Sugiyanto (GP Cimuning)
Sekretaris : Bpk Bancin (GKP Jatiasih)
Seksi Perlengkapan : Bpk Junaidi Baiin (GKP Jatiranggon) dan Bpk Nandi (GKP Kp.Sawah)
Seksi Acara : Bpk. Jones Hutapea (GKP Bekasi), Bpk Broto (GKP Cikarang) dan Bpk Togar (GKP Seroja)
susunan-acara-kompri-klasis
susunan-acara-kompri-klasis Sayangnya ketidak tahuan jalan ketempat tujuan dan juga waktu buka-tutupnya jalan puncak membuat waktu begitu panjang waktu perginya ke tempat tujuan, karena harus meninggu 2.5 jam sampai dibuka pukul 18.15 yang ditutup sejak pukul 13.00. Dan ini sudah menjadi setandar procedure, kalau arus naik sabtu dan minggu akan di tutup mulai mulai pukul 13.00 sampai pukul 18.00.
Ternyata teman jemaat yang lain lebih mengetahui jalan sehingga mereka keluar disentul selatan melau jalan perumahan.
Berangkat dari bekasi pukul 14 sampai di tempat tujuan pukul 19.00 dimana harusnya regristrasi dari pukul 14.00 ~ 18.00 dan kemudian makan malam sampai pukul 19.00
Dengan keterlambatan ini acara molor satu jam kebaktianpun yang dipimpin oleh Ibu Pdt Dewi (GKP Kp Sawah) mulai dari pukul 21.00 yang seharusnya pukul 20.00
Kami kompri dari Bekasi mengisi pujian dalam kebaktian ini dengan 2 pujian.
pdt-dewi pdt-pendamping Setelah kebaktian dibentuk 5 group (perbauran masing-masing jemaat agar lebih kenal satu sama lain).
Sangat salut kepada panitia Bpk Joko Martono (selaku ketua), karena acara ini bisa berjalan dengan baik bahkan waktu sangat berharga, karena acara yang padat ini sehingga selesai sampai pukul 2.00 dini hari, itupun sudah di persingkat.... :)
Jadi memang sangat bermanfaat sekali kepada yang hadir dan yang tidak ikut serta sangat menyesal karena ilmunya sangat berharga.
Didalam seminar bapak Pdt Sains Piter (Pdt GKP Bekasi) yang mengingatkan akan tugas kita selaku bapak dan kepala keluarga dan kembali ke beradaan yang sebenarnya.
dan juga acara yang dibawakan oleh bapak P Lumbanraja (GKP Cimuning) yaitu NCS yang artinya merubah kebedaraan dengan keinginan.
Dengan kehadiran jemaat 76 orang tentu membuat tidur tidak akan senikmat dirumah, tapi inilah tujuan dari retreat ini, agar berharga waktu yang ada, karena kalau mau tidur datang jauh-jauh kan sayang... :).
Esok harinya setelah selesai sarapan, panitia membuat games buat peserta yang sangat bagus dimana gamesnya adalah kerja sama team dan saling percaya.
pertama adalah mengurangi/minum soft drink coccola 1-liter dengan sedotan yang panjangnya 1 meter setiap botol 4 orang per group.
kedua adalah menjahit peserta, memasukkan tali kedalam baju melalu lengan kanan dan keluar dari lengan kiri dengan jarumnya dari pisang meja (kalau bicara ambon nanti ngga enak), ketiga adalah mimindahkan bola plastick (sebesar bola kasti) 10 biji ke teman belakang dengan piring secara berturutan, begitu selanjutnya juga hal yang sama dengan telor 6 biji kemudian. (1 regu ada juga yang pecah terlonya karena jatuh) terakhir adalah membuat team/group yang paling terpanjang dengan menggunakan apa yang ada melekat di tubuh.... ini adalah terakhir dipimpin oleh pdt Sains piter.
Semoga saja ini menjadi perubahan terutama kepada peserta selaku kepala keluarga dan menjalin hubungan lebih baik di dalam keluarga.
Karena akan sia-sialah kepesertaan kita dalam acara ini kalau memang tidak ada manfaat yang diambil, sesuai dengan tema yaitu "Peran kaum bapak dalam keluarga dan berjemaat"
Kiranya Tuhan memberkati setiap langkah kehidupan komisi pria serta keluarga Jemaat GKP Klasis Bekasi. Amin...


kompri_klasis

Oh...h Krisis yang berkepanjangan

Dari tahun 2012.. sampai pertengahan tahun 2015, masih saja lesu proyek di indonesia.
Beberapa perusahaan mencoba untuk bertahan dengan cara mengurangi pengeluaran baik melalui non working day atau cara lain.
Dimana sekarang ini juga baik perusahaan maupun karyawan akan lebih banyak pengeluaran karena menjelang idul fitri.

Seperti biasa, tradisi di Indonesia yang namanya mudik itu sepertinya tidak bisa dihindari, walaupun kadang kalau dipikir akan mengeluarkan biaya yang besar dan tenaga yang buanyak karena bermacet ria, tapi rupanya semuanya itu akan sirna jika sudah sampai di tempat tujuan dan bisa bertemu dengan keluarga.
Dan umumnya setelah kembali dari kunjungan (arus balik) semuanya akan habis-habisan baik materi, kemudian akan mulai lagi melakukan akitifitas rutin seperti biasa dilakukan.
Memang saat ini perusahaan kami kebanyakan bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan, dan melihat masih betahnya bersandar di bawah harga minyak mentah dan batu bara sehingga banyak pertambangan yang enggan untuk menaikkan kapasitas, bahkan hanya melakukan pekerjaan untuk menutupin biaya operasi, karena "mungkin" kalaupun tidak dikerjakan akan tetap ada biaya.
Demikian juga yang dialami oleh perusahaan pada umumnya, bagaimana supaya bisa bertahan dengan menjaga agar pengeluaran tidak melibihi dari pemasukan, karena kalau begitu tidak akan lama bertahan, sementara kondisi ini dilihat dari mata "pengamat ekonomi" 2 tahun lagi bisa membaik, itupun paling mendekati kondisi tahun 2012. Disisi lain banyak pengusaha sebelumnya yang menaikkan kapasitas produksi, karena sebelumnya volume yang drastik naik dengna waktu yang singkat.
Eh..h jadi neglantur kemana-mana.
Kita hanya berdoa, agar perekonomian Indonesia khususnya lebih baik dan dunia pada umumnya.


Perekonomian Indonesia

= 02 Dec 2014=

Ternyata menjadi karyawan apalagi di marketing tidak semudah yang kita bayangkan. Kita bekerja tergantung dari kondisi pasaran.
Saya sebagai marketing boleh dibilang ujung tombak perusahaan, walaupun project yang saya pegang adalah kecil.
Saat tidak dibutuhkan (full load) memang tidak pernah diperhatiin, walau kadang kita mengingingkan..

Karena bagaimanapun, customer harus kita perhatikan, agar mereka bisa selalu kerja sama (membeli product) dengan kita.
Saat kondisi ini lah yang kita butuhkan perhatian dari management khususnya, karena dengan adanya keterlibatan dari management, ini adalah salah satu motivasi ke team/rekan agar bisa semangat terutama mengejar keterlambatan jika ada.
Tapi karena sepert yang saya bilang tadi "kecil", yah resiko lah kalau hanya dipandang sebelah mata.
Bagaimanapun waktu, kondisi akan berputar bagai roda, kadang di bawah kadang di atas.
Kalau posisi lagi diatas memang kita lupa, siapa kita (orang bilang lupa daratan).
Tapi kalau sudah posisi dibawah apapun dilakukan, jika perlu hal yang terkecil pun jadi sumber perhatian bagaimana untuk menaikkan omset.
Begitu juga kondisi saat ini, dimana product yang di jual adalah hampir mendominasi di lahan pertambangan, dimana harga batu bara masih murah, sehingga banyak pertambangan dalam arti kata stacknan/diam karena tidak bisa menutupi biaya operating.
Sehingga harus bekerja keras, agar bisa bertahan dalam kondisi saat ini sampai perekonomian Indonesia lebih baik. Jika dibandingkan pada tahun 1998 masih lebih baik, karena harga export masih ada (mahal, karena konversi dollar). sehingga walau pun domestic market turun masih bisa di cover dengan export.
Semoga saja kondisi perekonomian Dunia, indonesia pada khususnya bisa lebih baik lagi.
Terima kasih kepada masyarakat indonesia yang telah melaksanakan pilpres dengan aman dan damai.


Pelayanan ku

= 20 Oct 2014 =

Kadang kita tidak menyadari ketika sedang menjalani hidup ini, ternyata ada hal-hal yang kita tidak terduga datang kepada kita baik keluarga.

Sehingga kita tidak siap menerima, terutama jika keluarga kita yang mengalami/menerima kejadian.
Kami (Diakonia GKP Bekasi) didampingi para pendeta dan pelayan umum akan memberikan pelayanan kepada semua jemaat GKP dalam kedukaan dan sakit/perkunjungan.
Dengan bantuan team kami yang sangat sigap, walaupun tidak ada award yang didapat, karena sifatnya pelayanan dan seperti penjaga malam, karena berita datangnya bisa pada waktu malam/tidur.
Pak Ary selaku ketua, begitu setianya menyampaikan update informasi ke pada team Diakonia.
Majelias koordinater ibu Lestina langsung meng cross check informasi dan menyebarkan ke team terutama seksi pemakaman bapak Sutarmo, jika ada yang meninggal dunia dan dengan sigapnya beliau mengurus hal-hal yang diperlukan, seperti, tanah pemakaman, peti jenazah sesuai dengan standar kelas tiga, ambulance dan bunga salib.
Pelayan Firman Pdt Stefanus atau Pdt .Yoga, langsung mempersiapkan rencana pelayanan kebaktian penguatan, pelepasan dan pemakaman, selanjutnya adalah kebaktian penghiburan di kemudian hari sesuai dengan ketersediaan keluarga.
Begitu juga jika ada jemaat yang sakit team pelawatan langsung berkordinasi dengan Gembala untuk berkunjung/besuk memberikan penguatan dan hak yang diterima oleh jemaat.
Begitu giatnya kami melakukan pelayanan ini, untuk jemaat terkasih GKP Bekasi.
Dengan itu kami menghimbau agar jemaat tidak lupa/lalai dalam melakukan kewajibannya, jangan hanya karena menunda/nunggak kewajiban sehingga haknya hilang.
Sangat disayangkan dengan giatnya kita memberikan kewajiban kurun waktu tertentu, tetapi tidak memberikan beberapa bulan sebelum hari kejadian karena kita lupa/lalai sehingga kita kehilangan hak kita.
Karena seperti kalimat pada awal, kita tidak menyadari kapan kita akan menghadapinya.
Semoga Tuhan memberkati.

penggalian

 Pelayan Firman
 Kata penguatan dari Diakonia


 Penguburan



Talenta ku

= 19 Oct 2014 =

Saya memang tidak mahir dalam music, tapi saya berusaha agar bisa untuk melayani. Saya masih ingat ketika sekolah kalau sudah mata pelajaran kesenian, lebih baik di strap dengan kaki diangkat satu dan megang kuping. Memang lucu sih, tapi dari pada di suruh bernyanyi di depan kelas. Akhirnya sekarang dengan ketekunan walau tidak mahir, masih dipercaya untuk bisa menjadi dirgen dalam kantori di gereja.


kebaktian-padang-wilayah-1-gkp-bekasi-nov-23-2014

= 24 Nov 2014 =

persiapan yang singkat bisa juga terlaksana kebaktian padang wiayah 1 GKP Bekasi di Mekarsari Bogor. Semula direncanakan adalah 16 November 2014 tetapi karena ada sebagian yang tidak bisa ikut serta, maka diputuskan minggu berikutnya 23 Novmber 2014

Setelah diadakan retreat pada tahun 2013 di Mega medung Bogor ini adalah program wilayah yang terlaksana yang ketiga, semoga bisa terlaksana untuk program-progam berikutnya. Program pada tahun-tahun sebelumnya selalu dibuat tapi tidak bisa diralisasikan. Syukur kepada Tuhan bisa terlaksananya retreat dan kebaktian padang ini. Dengan menggunakan bis mayasari AC05, maka semua peserta bisa jalan dengan satu kenderaan. Dengan dukungan doa semua bisa sampai di Mekar sari lebih awal dari renana. Majelis koordinator dan panitia yang semangat dan antusias dalam acara ini. Seksi acara yang begitu baik mengatur jalannya acara dan pdt Yoga sebagai pemimpin dalam ibadah ini juga membuat ibdaah lebih terfokus, karena sebelumnya dibuat pembagian anak-anak, kaum ibu dan kaum bapa menjadi 3 group. Dimana masing-masing membuat pujian dari group masing-masing sehingga bisa ambil bagian dalam kebaktan ini. Dengan selesainya kebaktian dlanjut dengan makan siang bersama. Setelah selesai makan siang bersama, dilanjut dengan acara game dari seksi acara yaitu memindahkan gundu dengan 2 group. Dan juga tak kalah serunya dengan 2 group dibagi menjadi 6 group dengan game bagaimana memasukkan stick ke dalam botol. Dimana masing gorup 5 orang di ikat dengan tali dan 1 orang menjadi pengarah. Jelas disini diperlukan pendengaran yng baik dari pemandu dan team yang mempercayakan game dalam tangan pemandu. Karena tanpa ada penyerahan dalam pemandu dan mau mendengar maka tidak akan bisa masuk. Untuk kenangan dari acara ini setiap keluarga mempersiapkan kado untuk ditukar. Pada saat tukar kado ini adalah caranya, mengikuti musik dengan tarian yang paling bagus, yang berhak untuk memilih kado dan seterusnya. Demikianlah acara selesai berjalan dengan baik, maka acara bebas untuk masing-masing peserta sebelum pulang dari mekar sari jam 4 sore. Syukur kepada Tuhan atas berjalannya semua acara dengan baik dan kembali dengan bis yang sama untuk ke rumah masing-masing. Dengan thema "meningkatkan kebersamamaan dalam kemajemukan" menjadi landasan untuk lebih mempererat persekutuan di wilayah 1 dalam kegiatan, terutama dalam kebaktian rumah tangga dan acara-acara selanjutnya. Dengan tidak memandang dari suku mana, status tapi merasa bersama dalam kesatuan. Tuhan memberkati.
Tiba di mekarsari naik kereta dari pintu masuk kebaktian  

Ulang tahun ku yang ke 10

= 18 Oct 2014=

Aku adalah komisi pria di Gereja Kristen Pasundan, yang bearu berumur 10 tahun.
Seperti pada umumnya lelaki adalah sebagai kepala keluarga dan tulang punggung, sehingga kita harus bisa bersabar untuk mengumpulkan karena kesibukan yang dihadapi setiap hari.

Di hari ulang tahun ku ini, telah diadakan berbagaimacam perlombaaan seperti pingpong, catur bahkan sampai membuat nasi goreng.
Ternyata bukan cuman perempuan saja yang bisa memasak nasi goreng, tapi lelaki tidak kalah enaknya hasil kerjanya.
Pada puncaknya akan diadakan di Jatiluhur kebaktian syukur padal tanggal 25 dan 26 Oktober 2014.
Semoga bisa berjalan dengan baik.


Marketer

= 17 Jul 2015=

Adalah pekerjaan sangat diidam-idamkan oleh sebagian orang karena buanyaknya tantangan, terutama bagi orang yagn suka "cuap-cuap", walaupun ada juga tidak begitu tertarik dengan bidang ini, karena sebagai seorang marketing,harus membuka diri untuk di kritik misal pada saat kita approach calon customerpasti kita akan mengatakan hal "yang belum tentu bisa" dilakukan, karena goal kita adalah bagaimana mendapatkan pekerjaan tersebut.

Marketing itu harus mengetahui dan megnenal dirinya baik dari fasility, capasity, man power, material. Kalau tidak mengetahui hal itu, kita akan kesulitan untuk bisa menyampaikn ke calon customer, karena calon customer ingin mengetahui dimanakah posisi kita dan harus sesuai dengan kebutuhannya. Mereka tidak akan rela menginvestasikan uangnya melalui product yang kita jual kalau tidak yakin akan harga, delivery dan quality kita.
Tidak dipungkiri kondisi saat ini, supply lebih besar dari demand. Sehingga manufacturer berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan walau kadang harus mengorbankan margin yang sedikit agar bisa bertahan dalam menjalankan perusahaan (facility dan manpower)
Saya seorang marketer sejak tahun 1995, harus meninggalkan bidang ini mulai oct 2015, karena sudah berpindah devisi. Walau devisi yang baru bukan hal yang baru, karena mulai tahun 1987 sampai dengan 1995 saya sudah menggeluti bidang ini. bahkan saat itu saya harus monitor dari pembelian dan allokasi material sampai delivery product. Tapi dibandingkan dengan sekarang volumenya yang besar, karena saat itu baru kira-kira 1000an unit, sementara sekarang sudah 4000an unit per tahun.
Kita juga melakukan pekerjaan harus mengikuti polisi dan misi dari prusahaan, walaupun kadang kala tidak sejalan, misalnya kalau punya polisi perusahaan adalah mendahulukan customer, tapi nyatanya itu akan diabaikan karena kondisi perusahaan dengan alasan lead time yang pendek dsb.
Kita harus bisa menerima dengan hati yang lapang, karena hidup ini harus berjalan, dan tidak bisa kita tolak atau di tunda.
Semoga perekonomian indonesia khususnya bisa lebih baik, karena saat ini sudah ada beberapa perusahaan harus menghentikan operasinya karena tidak adanya pekerjaan.


Oh Canada -

= 12 Jul 2012=

Saya sangat bersyukur, karena Perusahaan memberikan kesempatan kepada saya untuk pergi ke Canada, dalam rangka perjalanan dinas. Ini yang kedua kalinya saya ke Canada setelah tahun 2009. Secara jujur saya tidak pernah membayangkan bisa pergi ke Canada, negara yang dingin dan penerbangan saja butuh waktu 19 jam, dengan transit di Jepang dan pulangnya transit di Hongkong,

Selfi di Hongkong sambil nunggu Pesawat ke Jakarta
lumayan juga minimal sudah pernah jadinya ke Hongkong, walau cuman transit…
Kereta di Hongkong menuju Hotel
Dengan kebarangkatan yang kedua ini, jelas sudah lebih matang persiapannya, karena sudah bisa sedikit mengenal dan termasuk sudah lebih dekat dengan orang yang dijumpai. Sehingga dalam komunikasi tidak canggung lagi…..
Sesampainya di Canada, kita dijemput dengan mobil, dan memang disana boleh dibilang, sepi seperti dipedesaan. Karena tidak banyak penduduk, setiap rumah tinggal, besar dengan pekarangan yang luas, hanya dengan pagar alami yaitu dari kayu.
ticket-canada kalau di kotanya di vancouver memang sedikit ramai, dan banyak sudah bangunan berbentuk seperti di kota pada umumnya. Tapi tetap tidak craowdit, dan disana juga ada mobil listrik, sehingga rutenya tidak bisa pindah-pindah.
Hari pertama kita sampai dari airport sebelumnya check in dulu di hotel yang telah di booking dari bekasi, dan sorenya kita dijemput kembali untuk makan malam. Pemandangan yang bagus karena restorannya percis dipinggir danau. Dan satu hal yang membuat saya kaget, bahwa waktu setempat sudah pukul 7 tapi masih ada matahari mengintip di upuk barat. Jam 9 malam baru terbenam, sementara besok paginya jam 5 sudah terbit matahari (sehingga waktu siang lebih lama daripada malam).

Hari kedua kita diazak untuk mancing di suatu pulau yang menempuh jarak lumayan jauh, disamping menggunkan kapal ferry untuk menyebrang. Pada malam hari kami sampai ditujuan menginap untuk esok harinya hunting/mancing.
Chief Canada people, mereka tidak canggung untuk memasak
Disekitar penginapan kami makan malam yang disuguhin anggur buatan tahun 2007,
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Anggur buatan tahun 20-07 (berarti 5 tahun yang lalu)
canada-jul-12-2012-16 wah memang udara sangat dingin. Dan di penginapan dominan terbuat dari kayu, model panggung, mungkin agar bisa tidur dengan baik, dan fasilitas cukup memadai. Karena ada juga kolamair hangat, bisa berendam max- 2 orang. Selesai makan malam kami sambil ngobrol ngalor ngidul dan berendam.

Besok harinya kami pegi ketempat pemancingan dengan menyewa motor boot. Dan cara memancingnya cukup canggih sudah, karena menggunakan GPS, sehingga kita tahu dimana ada ikan dan tidak. Dominan memang ada ikan, tapi ada daerah tertentu yang banyak ngumpul ikannya (mungkin arisan kali yah. Cara mancingnya ialah, pancingan di ikatkat di samping boot, sambil boot berjalan dengan kecepatan 20-an kali yah? lupa ngga perhatian. Dari jam 10-12 pagi kami berputar-putar, sampai pancingan kena satu ikan samlom seberat 25kg, wah lumayan besar dan susah pas menariknya. Kebayang dong ikan 25kg?,
vancouver
Ikan salmon yang meronta-ronta yang akan di jaring
setelah selesai memancing kami pergi ke tukang potong untuk dipacking, agar bisa dibawa pulang ke indonesia. Dan disana sudah disiapkan, ada beberapa tempat khusus packing rupanya banyak orang mancing disini dan langsung dipacking agar bisa dibawa, dan layak dalam penerbangan. Kebayang kan penerbangan 19 jam, kalo packingnya asal-asalan…. wah bisa berabe. Selesai pakcing ikan salmon dn makan siang, kami di drop ke airport, dimana pesawat yang kami tumpangin kira-kira 20 orangan dan pesawat 1 kali mampir sebelum sampai di airport canada. Jadi perjalanan dengan pesawat kecil ini habis makan satu permen lah, karena mau berangkat diberikan permen. Cuman suara mesin memang sedikit bising, dan lagi tinggi penerbangan paling mungkin 1000 kaki kali yah, karena masih kelihatan pemandangan di bawah dengan jelas.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pada malam hari berangkatlah pesawat yang sudah kutumpangi, selamat tinggal canada, … ntah kapan lagi saya bisa datang…. Canada memang kota yang bersih dan tertata dengan baik, dispanjang jalan memang masih banyak hutan-hutan. Toll disana free, dan tidak ada namanya kemacetan. Di pedesaan sepertinya tidak ada angkutan umum, jadi minimal harus ada transport sendiri untuk mobilisasi, baik untuk sekolah.
canada-jul-12-2012-14-view
Karena akan susah untuk keluar rumah, jika tidak ada transportasi pribadi.


Bona Tahun ke Bona Pasogit Bah Tonang, Dec 2010

= 30 dec 2010=

Tidak pernah terbayangkan, bisa pulang kampung bersama-sama hampir semua anggota ikut serta.
Beruntung ada Lae Aritonang yang bisa mendukung dari segi waktu dan materi, saat itu masih boleh dibilang sukses, karena bisa menarik anak-anak dari Bah Tonang, artinya beliau menciptakan lapangan kerja.

Dengan kenderaan yang beliau miliki, bisa mengurangi biaya transportasi dari anggota, sehingga membantu untuk biaya. Saat itu bersamaan juga dengan libur lebaran, sehingga libur jadi panjang, ada kesempatan buat libur.
Terutama keluarga di kampung begitu bahagianya, karena bisa berkumpul dengan anak-anak nya yang merantau dan makan bersama. Hari berikutnya bernyanyi dan berjoget bersama, sehingga kelurga terhibur, bahkan yang tinggal di Bah Tonang. Pada hari senggang, kami pergi kesawah untuk makan ikan natinombur (terima kasih ma Kael), dan juga tidak mau kehilangan kesempatan untuk jalan-jalan ke Parapat dan Tomok, melihat patung segale-gale dan souvenir terutama sendok dan garpu dari kayu.
Rencananya sih,mau diadakan sekali 10 tahun,berarti tahun 2020,mudah-mudahan masih ada kesempatan terutama parduiton....

Oh Kampungku Bah Tonang Kec Raya Kahean Kab Simalungun

= 18 Oct 2014=

Saya berasal dari Sumatera Utara yang tinggal di daerah antara Siantar dan Tebing Tinggi yaitu kabupaten simalungun kecamatan raya kahean desa Bah Tonang.

Saya sudah pernah tinggal di jakarta tahun 1977 ~ 1979, kemudian kembali kekampung halaman melanjutkan pendidikan 3 tahun dan kembali ke Jakarta. Untuk menghilangan kerinduan dengan kampung halaman karena kalau pulang juga memerlukan waktu dan biaya yang cukup lumayan. Seperti tradisi orang batak adalah membuat perkumpulan yang dilakukan setiap bulan. Dengan bangganya saya membenuk kumpulan dari kampung halaman 1987 pada awalnya memang sangat antusias pesertanya, tapi karena masih relatif pada muda dan pendapatan yang belum settle, sehingga tidah lama kemudian mulai mundur teratur sebagian peserta, kemudian kita mulai peremajaan dengan adanya anggota yang baru walaupun jumlah relatif sedikit. Tidak terasa sudah sekian lama adanya kumpulan ini, dan salah satu ajang untuk mengenang kembali kampung halaman, karena bisa kembali bersenda gurau mengenang masa kecil di kampung dan kita bisa ingat kembali kampung kita. Dengan adanya kumpulan ini juga berhasil mudik semua peserta ke kampung halaman pada tahun 2010. Oh kampung ku yang indah, tanpa kau aku tidak berada di dalam dunia ini.


=== Daftar isi blog-ku ===

- Warso Farm - kebun duren
- Kursus Musik Bekasi
- Perantau dari Sumatera
- Kotbah
- Sermon
- Terima kasih Tuhan

- Rapat Jemaat GKP
- Apakah aku berkomitment ?
- Farm House Bandung
- Apakah kita sudah memberikan
- Muzizat itu ada kalau
- Legenda Namboru boru Saroding
- Apakah aku terpanggil
- Kenangan terhadap Tulang
- Bersukacitalah senantiasa
- GKP "Bethel" Cirebon - Jul 2016
- GKP jemaat Bekasi

- Terima kasih pak pdt
- MUDIK Minal aidin walfaizin 1437 (6Jul2016)
- Diakonia GKP Bekasi
- Bali oh Bali
- Pesta pernikahan
- Alkitab HP atau android
- Saudara “dalihan natolu”
- Percobaan atau ujian?
- Silsilah marga batak
- Pomparanni O.Manggalang
- Badminton

- Saya bangga jadi suku Batak
- Iman tanpa perbuatan
- Selamat melayani
- si doi kalo sudah 5 tahun
- Jumat Lapo
- Orang bijak taat pajak
- Siapa lah aku
- Hidup kita yang benar
- Hinabi Friendly Golf
- Aktifitas ku - 2017

- Bona Taun Bahtonang 2016 di Anyer
- Natal Wilayah 1 GKP Bekasi
- Oh siniaku.
- Gr Mandatas Gultom
- Service rutin di beres sinia
- Pemakaman Cigelam
- GKP Cirebon waktu idul fitri 1436
- Golf.....oh golf.
- Wisata rohani
- Oh...h Krisis

- Perekonomian Indonesia
- Pelayanan ku
- Talenta ku
- kebaktian padang-2014
- Ulang tahun ku yang ke 10
- Marketer
- Oh Canada -
- Bona Tahun , Dec 2010
- Oh Kampungku Kab Simalungun
- Gathering-navigasi-net