26-Jun-19

Kejadian 41:1-36

Roh Kebenaran yang Menuntun kepada kebijaksanaaan

“Yusuf menyahut Firaun: ‘bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun.”
(Kejadian 41:16)
Kehidupan yang dialami oleh Yusuf tidaklah mudah. Saudara-saudaranya menjualnya menjadi budak belian, dan akhirnya dipenjarakan karena mempertahankan kebenaran.
Suatu ketika, saat Yusuf di penjara, ia bertemu dengan juru roti dan juru anggur yang memperkenalkannya kepada Firaun. Pertemuan Yusuf dengan Firaun menjadi pertemuan yang mendebarkan sekaligus mengubah hidup Yusuf. Pertemuan ini menjadi sebuah titik balik dalam kisah perjalanan hidup Yusuf yang sebelumnya selalu mengalami penderitaan sejak dijual oleh saudara-saudaranya sendiri.
Dalam kegelisahan yang dialami oleh Firaun, Allah memberikan tuntunan keselamatan kepada umat-Nya melalui orang-orang yang tidak terpikirkan sebelumnya. Tuhan memakai juru anggur yang pernah ditafsirkan mimpinya oleh Yusuf, untuk menyatakan kekuasaan-Nya di dunia. Firaun meminta juru anggur memanggil Yusuf untuk segera menafsirkan apa yang ia mimpikan
Dapat dibayangkan bagaimana perasaan Yusuf saat dipanggil raja. Hanya saja, Yusuf adalah seorang sosok yang tangguh dan yakin atas penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Bahkan, ketika ia bertemu Firaun di istananya, Yusuf menafsirkan semua mimpi dengan hikmat Tuhan. Roh Allah menuntun dirinya sehingga mampu berkata-kata dengan tegas dan lugas di hadapan raja.
Firaun kagum dengan kemampuan Yusuf menafsirkan mimpinya. Firaun berpendapat bahwa kemampuan Yusuf berasal dari dirinya sendiri. Yusuf menangkal pendapat itu dan menegaskan bahwa kemampuan yang ia miliki semata-mata adalah bagian dari pekerjaan Allah di dunia melalui dirinya. Ia dapat berkata-kata dengan penuh hikmat, semuanya adalah karena Allah berperkara di dalam dirinya. Ia tidak berjuang sendiri, tetapi Allah ada bersama-sama dengan dirinya.
Coba kita renungkan bersama! Apakah dalam kehidupan sehari-hari kita dapat seperti Yusuf? Saat kita diperhadapkan dengan kekuasaan, kita lupa daratan dan tidak lagi mengandalkan Tuhan. Yusuf memberikan teladan, bahwa orang yang bergumul dengan Tuhan akan memperoleh hikmat dan kebijaksanaan. Orang yang mengandalkan Tuhan, maka Roh Kudus ada di dalam orang itu untuk menuntun kepada kebijakan.


Untuk didiskusikan:
1. Seberapa sering kita lupa mengikutsertakan Allah dalam kehidupan sehari-hari?
2. Apa yang dapat kita pelajari dari kisah Yusuf yang setia bergaul dengan Allah? (JKA)